Prediksi Kasus Ijazah Palsu Jokowi Akan Berakhir pada 2035
Pakar komunikasi politik, Effendi Gazali, memprediksi bahwa kasus tudingan ijazah palsu yang menimpa Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), akan selesai pada tahun 2035 atau 2036. Prediksi ini disampaikan Effendi dalam acara ‘Catatan Demokrasi Spesial Akhir Tahun’ yang tayang di YouTube TVOne pada Selasa (30/12/2025).
Effendi Gazali mengungkapkan bahwa ia pernah berdiskusi dengan Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD. Dalam diskusi tersebut, Effendi bertanya tentang kapan kasus ijazah Jokowi akan selesai. Mahfud MD menjawab dengan menyatakan bahwa ia sepakat dengan prediksi Effendi, meskipun tidak secara eksplisit menyebutkan tanggal pasti.
“Menurut Prof. Mahfud MD, mungkin awal 2036,” ujar Effendi Gazali. Ia menilai bahwa kasus ini tidak hanya tergantung pada proses hukum, tetapi juga dipengaruhi oleh situasi politik di Indonesia. Contoh yang diberikan adalah kasus serupa yang menimpa Wakil Gubernur Bangka Belitung, yang juga tergantung pada kondisi politik di wilayah tersebut.
Effendi menyimpulkan bahwa harapan bahwa kasus ini akan selesai pada 2026 tidak akan tercapai. Justru, ia memperkirakan bahwa proses persidangan akan berlangsung hingga akhir tahun 2035 atau awal 2036. Menurutnya, hal ini lebih berkaitan dengan kehendak baik (goodwill) daripada faktor hukum semata.
Dari beberapa wawancara, Roy Suryo pernah menyatakan siap menghentikan kasus ijazah Jokowi, namun kasus Gibran belum tentu. Effendi menilai bahwa isu ini masih memiliki kelanjutan dan perlu diteliti lebih lanjut.
Jokowi Mengaku Tahu Dalang di Balik Isu Ijazah Palsu
Sementara itu, Jokowi mengungkapkan bahwa ia sudah mengetahui nama tokoh besar yang terlibat dalam isu ijazah palsu yang digulirkan selama empat tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa isu ini dimainkan karena adanya kepentingan politik untuk menurunkan reputasinya.
“[Saya] pastikan iya (ada agendan besar dan orang besar di balik kasus ijazah),” kata Jokowi dikutip dari tayangan KompasTV, Selasa (9/12/2025). Meski mengetahui sosok tersebut, Jokowi enggan menyebutkan nama secara langsung ke publik.
Ia merasa heran mengapa keaslian ijazahnya masih dipermasalahkan. Padahal, pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menyatakan bahwa ijazahnya asli. “Saya lihat ini memang ada agenda besar politik, ada operasi politik,” ujarnya.
Jokowi menilai bahwa semua tindakan seperti mengolok-olok, menjelek-jelekan, merendahkan, dan menuduh dilakukan untuk tujuan tertentu. Ia meminta semua pihak untuk fokus pada isu-isu penting, seperti tantangan dari artificial intelligence dan robotik humanoid.
“Saya siap menunjukkan ijazah asli kelulusan saya dari SD, SMP, SMA, universitas kepada pengadilan,” katanya. Menurut Jokowi, pengadilan adalah forum yang paling tepat untuk membuktikan keaslian ijazahnya.
Ia membawa kasus ini ke ranah hukum sebagai bentuk pembelajaran agar masyarakat tidak mudah menuduh seseorang. “Jangan sampai gampang menuduh orang, jangan sampai gampang menghina orang, memfitnah orang, mencemarkan nama baik seseorang,” pesannya.
Jokowi menegaskan bahwa jika dirinya tidak membawa kasus ini ke ranah hukum, maka bisa saja kasus serupa terjadi kepada orang lain. “Bisa terjadi tidak hanya kepada saya, bisa ke yang lain, ke menteri, ke presiden yang lain, ke gubernur, bupati, wali kota, semuanya dengan tuduhan asal-asalan,” katanya.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











