Kehidupan Mat Yasin: Dari Pengusaha Besi Tua Hingga Pemimpin Derma di Desa Madulang
Mat Yasin, seorang warga asal Kabupaten Sampang, Jawa Timur, kembali menjadi perhatian masyarakat setelah melakukan aksi dermawan yang luar biasa. Ia menghabiskan dana pribadi sebesar Rp 2 miliar untuk membangun jalan desa sepanjang 10 kilometer di wilayahnya. Aksi ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari niat tulus dan tekad kuat yang ia tanam sejak merantau.
Awal Mula Niat Tulus
Mat Yasin, yang saat ini berusia 37 tahun, lahir dari keluarga sederhana di Desa Madulang, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. Sejak kecil, ia mengenal kesulitan yang dialami oleh warga desanya, terutama dalam hal akses jalan yang rusak parah. Saat itu, ia hanya bisa menonton dengan hati sedih, tetapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Namun, ketika ia merantau ke Papua, ia membawa semangat dan niat untuk kembali ke kampung halaman dan memperbaiki kondisi desanya. Ia mengaku bahwa saat itu ia menangis karena rasa haru dan ingin memberikan yang terbaik bagi orang-orang yang ia cintai.
Pembangunan Jalan yang Berhasil
Pada awal tahun 2025, Mat Yasin akhirnya pulang ke kampung halaman. Ia langsung berkomunikasi dengan tokoh masyarakat dan pemerintah desa. Setelah mendapat dukungan, ia memulai proyek pembangunan jalan di Dusun Barlebar, Desa Madulang. Proyek ini berlangsung selama dua bulan, dengan bantuan ratusan warga yang bersedia bergotong royong.
“Alhamdulillah, sebanyak enam kilometer jalan sudah diperbaiki dan bisa dinikmati oleh masyarakat setempat,” ujarnya. Biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 2 miliar, tetapi ia tidak sendirian. Hanya sepuluh orang pekerja khusus pengaspalan yang dibayar, sedangkan sisanya adalah warga yang sukarela membantu.
Keberlanjutan Aksi Derma
Setelah pembangunan jalan di Dusun Barlebar selesai, Mat Yasin tidak berhenti. Ia merencanakan untuk membangun jalan di Dusun Pangmasaran, dengan dana sebesar Rp 1 miliar. Proyek ini direncanakan akan dibangun sepanjang 3 kilometer. Ia mengatakan bahwa ia prihatin dengan kondisi jalan di desanya yang rusak bertahun-tahun tanpa ada perbaikan.
“Saat berangkat ke Papua, saya berniat bersama keluarga akan pulang dan memperbaiki jalan di kampung kelahiran,” ujarnya. Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Sampang lebih peduli terhadap Desa Madulang.
Kebaikan Lain yang Dilakukan
Selain membangun jalan, Mat Yasin juga pernah menggunakan dana pribadi sebesar Rp 800 juta untuk membangun jaringan listrik desa yang menjangkau sejumlah desa tetangga. Ia bahkan membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 400 meter demi mencegah longsor.
Sebelum menjadi pengusaha sukses, Mat Yasin pernah bekerja sebagai tukang cukur dan penjual kasur kapuk keliling. Dari kerja keras itu, ia kini dikenal sebagai pengusaha besi tua yang sukses dan dermawan.
Kesimpulan
Aksi Mat Yasin menjadi contoh nyata bahwa peran individu dapat membawa perubahan besar bagi kesejahteraan warga desa. Dengan semangat gotong royong dan dukungan masyarakat, ia berhasil menciptakan perubahan yang nyata. Semoga aksi dermawannya ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











