Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Kehebatan Empat Putra Sulsel yang Jadi Calon Kapolda, Termuda Akpol 1996

Profil Empat Jenderal Polisi Asal Makassar yang Berpotensi Menjadi Kapolda

Empat jenderal polisi asal Makassar kini menjadi calon kuat untuk menjabat sebagai Kapolda. Mereka memiliki pangkat bintang satu dan bintang dua, serta pengalaman karier yang mencerminkan kemampuan dan dedikasi mereka dalam menjalankan tugas di kepolisian.

1. Brigjen Nasri Sulaeman

Brigjen Nasri Sulaeman lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, pada 5 Oktober 1968. Ia lulusan Akpol 1991 dan sejajar dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Saat ini, ia menjabat Wakapolda Sulsel. Nasri Sulaeman pernah kuliah di Universitas Hasanuddin Makassar di Jurusan Sastra Prancis sebelum melanjutkan pendidikan di Akademi Bersenjata Republik Indonesia (Akabri). Sahabatnya, Maliku Pakambanan, mengungkapkan bahwa Nasri Sulaeman dikenal baik dan rajin beribadah sejak kecil. Hobinya adalah bersepeda offroad dan motor cross, serta memiliki solidaritas tinggi terhadap teman-temannya.

2. Brigjen Frans Barung Mangera

Brigjen Frans Barung Mangera lahir di Makale, Sulawesi Selatan, pada 22 Januari 1971. Ia lulusan Akpol 1992 dan pernah menjabat Kabid Humas Polda Sulsel dan Polda Jatim. Pada Juni 2024, ia mendapat promosi jabatan dari tiga melati menjadi bintang satu atau Brigadir Jenderal Polisi. Frans Barung Mangera juga dikenal karena pengalamannya dalam bidang humas. Ia pernah mengikuti pendidikan di Sespim dan Sesko TNI, serta memiliki pengalaman luas dalam berbagai bidang kepolisian.

3. Brigjen Awal Chairuddin

Brigjen Awal Chairuddin lahir di Makassar pada 3 Desember 1971. Ia lulusan Akpol 1994 dan merupakan orang pertama di angkatannya yang menjabat Brigadir Jenderal. Awal Chairuddin pernah menjadi ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan saat ini menjabat Analis Kebijakan Utama Bidang Pidana Bareskrim Polri. Ayahnya, Chairuddin Burhan, adalah seorang pendidik terkenal di Kota Makassar. Awal Chairuddin telah menempuh berbagai jabatan strategis dalam karier kepolisian, termasuk menjadi Kapolres Bekasi dan Kapolres Jakarta Utara.

4. Irjen Pol Dr Alexander Sabar

Irjen Pol Dr Alexander Sabar lahir di Makassar dan lulusan Akpol 1996. Ia meraih pangkat bintang dua pada awal 2025 setelah sebelumnya menjabat Direktur Intelijen Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN). Alexander Sabar memiliki pengalaman luas dalam bidang penegakan hukum, terutama dalam kejahatan siber dan kontraterorisme. Ia juga pernah menjadi Direktur Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN. Selain itu, ia memiliki gelar doktor dalam Studi Kriminologi dari Universitas Indonesia dan membuat aplikasi digital bernama E-Vicpro selama masa studinya.

Karier dan Pengalaman Lengkap

Setiap jenderal polisi ini memiliki riwayat karier yang kaya akan pengalaman. Mereka telah menempuh berbagai jabatan penting dalam kepolisian, mulai dari posisi paling dasar hingga jabatan tinggi. Sebagian besar dari mereka juga memiliki pendidikan lanjutan, seperti Sespim dan Sesko TNI, serta pelatihan khusus di bidang teknologi dan intelijen. Hal ini membuktikan bahwa mereka tidak hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika keamanan dan hukum di Indonesia.

Potensi Promosi ke Jabatan Kapolda

Kemungkinan besar, keempat jenderal ini akan dipertimbangkan untuk promosi menjadi Kapolda jika ada kekosongan jabatan. Mereka memiliki rekam jejak yang baik dan kemampuan kepemimpinan yang terbukti. Dengan usia rata-rata yang masih muda, mereka memiliki waktu cukup lama untuk menjalankan tugas di level provinsi.

Kesimpulan

Empat jenderal polisi asal Makassar ini memang layak menjadi calon Kapolda. Mereka memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, pengalaman kerja yang luas, serta dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas. Dengan potensi promosi yang besar, mereka bisa menjadi bagian dari penguasaan kekuasaan kepolisian di tingkat provinsi.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *