Pembangunan Infrastruktur dan Pengendalian Banjir di Kota Surabaya Tahun 2025
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada tahun 2025 tidak hanya fokus pada program penanggulangan kemiskinan, pendidikan, dan perekonomian masyarakat. Pembangunan infrastruktur dasar, seperti perbaikan jalan dan pengendalian banjir, juga menjadi prioritas utama. Kebijakan ini selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Surabaya 2021-2026.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, termasuk pengendalian banjir dan perbaikan jalan, masuk dalam daftar program prioritas Pemkot Surabaya pada 2025. Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat sinergi antara pemerintah kota dan DPRD.
Selama tahun 2025, Pemkot Surabaya telah menuntaskan berbagai program penanganan banjir dan perbaikan jalan melalui sejumlah langkah strategis. Di antaranya adalah pembangunan lima rumah pompa, pembangunan saluran drainase di 233 titik, serta pengaspalan jalan di 24 lokasi dengan total panjang mencapai 10.285,83 meter.
Lima rumah pompa yang dibangun memiliki kapasitas 3,5 meter kubik per detik. Lokasinya tersebar di beberapa wilayah, yaitu Jalan Dukuh Menanggal (Gayungan), Jalan Karah Agung (Jambangan), Jalan Ketintang Madya (Gayungan), Jalan Margorejo Indah (Wonocolo), dan Jalan Amir Mahmud (Gunung Anyar). Keberadaan rumah pompa dinilai sangat penting untuk mempercepat aliran air dari daratan menuju laut saat terjadi banjir atau genangan.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga membangun saluran drainase di 233 lokasi dengan total panjang mencapai 56.365 meter atau sekitar 56,36 kilometer. Beberapa ruas yang telah dikerjakan antara lain Saluran Jalan Karah sisi barat sepanjang 1.096 meter, Jalan Raya Kedung sisi barat RW 3 sepanjang 883 meter, Jalan Raya Pagesangan sepanjang 630 meter, Outlet Raya Sambikerep sepanjang 850 meter, serta Siwalankerto Timur sisi timur sepanjang 900 meter.
Tidak hanya itu, pembangunan saluran juga telah diselesaikan di Diversi Taman Cahaya-Jalan Raya Pakal sepanjang 425 meter, Saluran Jalan Gayungsari Barat X sepanjang 1.102 meter, Lebak Permai III sepanjang 528 meter, Tambak Wedi Jaya III sepanjang 940 meter, serta Jalan Jemursari II sepanjang 570,90 meter. Berbagai upaya tersebut berkontribusi terhadap penurunan jumlah titik genangan hingga 38 lokasi.
Pemkot Surabaya juga mempercepat penyelesaian proyek-proyek drainase di sejumlah kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir. Wali Kota Eri menyampaikan percepatan tersebut dilakukan agar seluruh pekerjaan rampung sebelum puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Januari-Februari 2026. Contohnya, kawasan Pakal yang puluhan tahun kerap terendam banjir kini dinilai lebih aman setelah sistem drainase dibenahi. Untuk tahun mendatang, Pemkot Surabaya akan memprioritaskan pembangunan drainase di wilayah Sukomanunggal.
Wali Kota Eri berharap dukungan dan kerja sama warga dalam pelaksanaan pembangunan saluran air baru. Ia juga meminta peran aktif camat dan lurah untuk mengedukasi masyarakat agar menyesuaikan bangunan sesuai batas tanah yang sah. Sebab, dari hasil inspeksi lapangan masih ditemukan saluran air yang tertutup bangunan rumah warga.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariadi menyampaikan sepanjang 2025 terdapat ratusan proyek saluran air yang dikerjakan di berbagai wilayah. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar proyek tersebut berupa pembangunan saluran baru maupun pelebaran saluran lama. Dengan peningkatan kapasitas dan konektivitas ke rumah pompa, genangan air diharapkan dapat ditekan selama musim hujan.
Persoalan sampah yang kerap menyumbat aliran air menjadi tantangan utama penanganan genangan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Surabaya menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) serta petugas rumah pompa selama 24 jam. Petugas penyarang sampah bertugas menyisir saluran air saat tidak hujan, sedangkan ketika hujan turun, mereka langsung fokus bekerja di screen (saringan) rumah pompa untuk membersihkan sampah.
Saat ini, Kota Surabaya memiliki total 81 rumah pompa, dengan lima unit di antaranya dibangun pada 2025. Jumlah petugas di setiap rumah pompa bervariasi antara 4 hingga 8 orang, tergantung pada karakteristik dan ukuran pompa. Rumah pompa besar seperti di Greges dan Kalisari masing-masing dilengkapi hingga tujuh unit pompa berkapasitas besar. Dengan penanganan yang maksimal, Pemkot Surabaya juga meminta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











