Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Daerah  

7 Daerah di Kaltim Tanpa Ijazah pada 2025

Persentase Penduduk Tanpa Ijazah di Kalimantan Timur

Kabupaten Paser menjadi daerah dengan persentase tertinggi penduduk berusia 15 tahun ke atas yang tidak memiliki ijazah di Kalimantan Timur pada tahun 2025. Angka ini mencapai 12,72 persen, disusul oleh Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Timur. Data ini menunjukkan bahwa wilayah pedalaman dan kabupaten dengan luas wilayah cenderung memiliki angka penduduk tanpa ijazah yang lebih tinggi akibat keterbatasan akses pendidikan dasar.

Secara keseluruhan, Kalimantan Timur didominasi lulusan SMA/SMK. Namun, persoalan pendidikan masih menjadi tantangan besar di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk di Provinsi Kalimantan Timur. Meskipun dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alam dan menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), tidak semua kabupaten dan kota di Kaltim menikmati akses pendidikan yang merata.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 memperlihatkan kondisi pendidikan penduduk berusia 15 tahun ke atas berdasarkan ijazah tertinggi yang dimiliki. Dalam statistik pendidikan, istilah “tidak mempunyai ijazah” merujuk pada penduduk yang belum pernah menamatkan pendidikan formal di tingkat Sekolah Dasar (SD) atau sederajat, atau pernah bersekolah tetapi tidak menyelesaikannya hingga memperoleh ijazah resmi. Ijazah sendiri merupakan dokumen legal yang menyatakan seseorang telah menuntaskan jenjang pendidikan tertentu dan menjadi syarat penting dalam dunia kerja, pendidikan lanjutan, hingga administrasi sosial.

Secara rata-rata, sebanyak 7,53 persen penduduk Kalimantan Timur tidak memiliki ijazah tahun 2025. Berdasarkan data BPS tersebut, terdapat tujuh daerah di Kalimantan Timur dengan persentase penduduk tanpa ijazah paling tinggi. Ketimpangan ini menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan masih menghadapi hambatan geografis, sosial, dan ekonomi, terutama di wilayah pedalaman dan kabupaten dengan sebaran penduduk yang luas.

Daftar Wilayah dengan Persentase Penduduk Tanpa Ijazah Tertinggi

  1. Kabupaten Paser

    Kabupaten Paser tercatat sebagai daerah dengan persentase penduduk tidak memiliki ijazah tertinggi di Kalimantan Timur, yakni mencapai 12,72 persen dari total penduduk berusia 15 tahun ke atas. Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari satu dari sepuluh penduduk dewasa di Paser belum menamatkan pendidikan dasar secara formal. Selain kelompok tanpa ijazah, penduduk Paser paling banyak berada pada lulusan SMA atau SMK sederajat dengan persentase 33,30 persen, disusul lulusan SD sederajat 22,33 persen, SMP sederajat 21,74 persen, dan perguruan tinggi 9,92 persen.

  2. Penajam Paser Utara

    Di posisi kedua, Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat 11,61 persen penduduk berusia 15 tahun ke atas tidak memiliki ijazah. Kabupaten yang berada di kawasan strategis IKN ini masih menghadapi tantangan pendidikan, terutama bagi penduduk usia dewasa yang tumbuh pada masa keterbatasan fasilitas sekolah. Sebagian besar penduduk Penajam Paser Utara merupakan lulusan SD sederajat dengan persentase 25,45 persen, diikuti lulusan SMA/SMK 31,29 persen, SMP sederajat 21,94 persen, dan perguruan tinggi 9,72 persen.

  3. Kutai Timur

    Kabupaten Kutai Timur berada di urutan ketiga dengan 10,08 persen penduduk tidak mempunyai ijazah. Mayoritas penduduk Kutai Timur merupakan lulusan SMA atau SMK sederajat dengan persentase 37,46 persen, yang merupakan salah satu yang tertinggi di Kaltim. Namun, lulusan perguruan tinggi masih relatif rendah di angka 6,73 persen, sementara lulusan SMP mencapai 24,04 persen dan SD 21,69 persen.

  4. Kutai Barat

    Di urutan berikutnya terdapat Kabupaten Kutai Barat dengan 10,05 persen penduduk tidak memiliki ijazah. Kabupaten ini dikenal memiliki wilayah geografis yang luas dan banyak daerah pedalaman, yang turut memengaruhi akses pendidikan formal. Penduduk Kutai Barat didominasi lulusan SD sederajat sebesar 24,11 persen, diikuti lulusan SMA/SMK 32,48 persen, SMP sederajat 21,56 persen, dan perguruan tinggi 11,80 persen.

  5. Kutai Kartanegara

    Kabupaten Kutai Kartanegara menempati posisi kelima dengan 9,33 persen penduduk tidak mempunyai ijazah. Sebagian besar penduduk Kutai Kartanegara merupakan lulusan SMA/SMK sederajat dengan persentase 36,33 persen, disusul SMP sederajat 22,87 persen, SD 23,28 persen, dan perguruan tinggi 8,19 persen.

  6. Berau

    Kabupaten Berau berada di posisi keenam dengan 8,52 persen penduduk berusia 15 tahun ke atas tidak memiliki ijazah. Penduduk Berau didominasi lulusan SMA/SMK sederajat sebesar 36,74 persen, sementara lulusan perguruan tinggi mencapai 12,52 persen, salah satu yang tertinggi di tingkat kabupaten. Meski demikian, lulusan SD dan SMP masih cukup besar, masing-masing 20,69 persen dan 21,53 persen.

  7. Mahakam Ulu

    Menutup daftar tujuh besar, Kabupaten Mahakam Ulu mencatat 7,97 persen penduduk tidak mempunyai ijazah. Menariknya, persentase lulusan SD sederajat di Mahakam Ulu sangat tinggi, mencapai 34,74 persen, tertinggi di Kaltim. Sementara lulusan SMA/SMK tercatat 31,70 persen, SMP 16,90 persen, dan perguruan tinggi 8,69 persen. Ini menandakan banyak penduduk berhenti sekolah setelah pendidikan dasar.

Gambaran Pendidikan Kalimantan Timur Secara Keseluruhan

Secara provinsi, persentase penduduk Kalimantan Timur berusia 15 tahun ke atas yang tidak memiliki ijazah pada 2025 tercatat sebesar 7,53 persen. Mayoritas penduduk Kaltim adalah lulusan SMA/SMK sederajat dengan persentase 40,10 persen, disusul lulusan SMP 21,19 persen, SD 18,24 persen, dan perguruan tinggi 12,94 persen. Data ini menunjukkan bahwa pendidikan menengah telah menjadi jenjang dominan, namun masih terdapat pekerjaan rumah besar dalam menekan angka penduduk tanpa ijazah, terutama di kabupaten-kabupaten dengan akses pendidikan terbatas.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *