Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

5 Fakta Menarik Kumbang Esensial yang Merusak

Ciri-Ciri Khas Emerald Ash Borer

Di antara semak-semak yang lebat hidup satu spesies serangga berwarna hijau, yaitu Agrilus planipennis atau emerald ash borer. Ia merupakan spesies kumbang yang berasal dari ordo Coleoptera dan famili Buprestidae. Emerald ash borer juga mudah dikenali dari beberapa ciri, yaitu badan ramping, memanjang, dan warna hijau yang mengkilap. Selain di semak-semak, emerald ash borer juga hidup di pepohonan, tepatnya di dalam lubang. Ia kecil, punya kemampuan terbang yang baik, dan punya sistem reproduksi yang cukup rumit. Kehidupannya juga kompleks, khususnya soal pertumbuhan dan perkembangan. Mau tahu lebih dalam terkait emerald ash borer? Simak berbagai fakta uniknya di bawah ini.

Bisa Diidentifikasi dari Tubuh yang Mengkilap



Serangga ini sangat mudah diidentifikasi dari tubuhnya yang berwarna hijau dan mengkilap. Selain itu, badannya juga ramping, datar, dan memanjang. Kepalanya sendiri membulat, matanya berada di samping dan berukuran besar, serta ia punya kaki kecil yang kuat. Panjang emerald ash borer sekitar 8,5 milimeter dan lebarnya hanya 1,6 milimeter. Menariknya, ia juga memiliki duri di bagian belakang abdomennya. Untungnya, duri tersebut tidak berbisa dan tak berbahaya bagi manusia.

Fase Kehidupannya Bisa Mencapai Dua Tahun



Laman JungleDragon menjelaskan kalau fase kehidupan emerald ash borer berlangsung selama satu hingga dua tahun. Jangka waktu fase kehidupanya sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kapan telur menetas, kesehatan dari pohon yang menjadi inangnya, dan kondisi lingkungan. Secara umum, serangga ini akan melewati empat fase kehidupan, yaitu telur, larva, pupa, dan dewasa. Pertama, individu betina akan memproduksi lebih dari 100 butir telur yang ditaruh di dalam batang kayu. Setelah menetas, larva emerald ash borer akan tinggal dan memakan batang kayu di mana mereka ditaruh saat masih menjadi telur. Di musim gugur, larva emerald ash borer akan berubah menjadi pupa atau kepompong. Saat musim semi, barulah individu dewasa akan keluar dari pupa.

Tanaman dari Genus Fraxinus Menjadi Inangnya



Penelitian pada 2016 yang diterbitkan di jurnal Journal of Applied Entomology menjelaskan kalau makanan atau inang dari kumbang ini adalah tanaman dari genus Fraxinus. Di Jepang, serangga ini kerap terlihat di beberapa spesies, yaitu Fraxinus chinensis, Fraxinus mandshurica, dan Fraxinus rhynchophylla. Di sisi lain, Fraxinus japonica dan Fraxinus lanuginosa jadi inangnya di negara China. Selain di Asia, emerald ash borer juga hidup di Amerika Utara dan menjadikan Fraxinus pennsylvanica, Fraxinus nigra, Fraxinus americana, serta Fraxinus quadrangulata sebagai inang. Di Eropa sendiri, Fraxinus excelsior menjadi inang utamanya. Selain genus Fraxinus, terdapat satu tanaman yang juga sering dihinggapi oleh serangga ini, yaitu Olea europaea.

Spesies Invasif di Wilayah Amerika Utara



Secara umum, penyebaran alami emerald ash borer mencakup wilayah China, Jepang, Korea, dan Rusia. Namun, sekarang penyebarannya sudah meluas ke Amerika Utara dan ia menjadi spesies invasif di daerah tersebut. Gelarnya sebagai spesies invasif memberikan dampak negatif bagi banyak pihak, seperti manusia, alam, ekosistem, bahkan spesies lokal. Tercatat, emerald ash borer mampu membunuh 15 juta tanaman dari genus Fraxinus di negara bagian Michigan, Amerika Serikat. Tiap tahunnya, emerald ash borer juga merugikan negara hingga USD $134 juta. Dampaknya terhadap industri juga sangat besar, entah itu perkebunan, pertanian, sampai perikanan.

Bisa Dibasmi dengan Berbagai Metode



Di Amerika Serikat, biaya pembasmian emerald ash borer memakan dana hingga USD $1 juta. Terdapat tiga metode untuk membasmi hewan ini, yaitu karantina, insektisida, dan kontrol biologis secara alami. Karantina dilakukan ketika terlihat ada emerald ash borer di satu pohon. Lebih lanjut, karantina bertujuan agar emerald ash borer tidak menyebar ke pohon lain. Pembasmian dengan insektisida juga efektif, khususnya menggunakan azadirachtin, imidacloprid, emamectin benzoate, dan dinotefuran. Namun, penggunaan insektisida harus dikontrol agar tidak berdampak buruk terhadap ekosistem lokal. Terakhir, kontrol biologis dilakukan dengan memanfaatkan tawon predator lokal seperti Spathius agrili, Tetrastichus planipennisi, Oobius agrili, dan Spathius galinae. Emerald ash borer menjadi bukti bahwa serangga sekalipun bisa memberikan efek yang dahsyat pada kehidupan manusia. Untuk itu, kontrol populasi, penjagaan alam, dan edukasi sangat penting demi mencegah hal buruk akibat keberadaan serangga. Menariknya, emerald ash borer tetaplah hewan yang memiliki peran ekologis di wilayah penyebaran alaminya.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *