Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Kronologi uang Rp1,8 miliar hilang dari rekening CIMB Niaga

Kehilangan Rp1,8 Miliar Akibat Kejahatan Siber di Batam

Pada tanggal 21 Desember 2025, Heru Gunawan mengalami kejadian yang tak terduga. Saat itu, ia menerima notifikasi dari ponselnya yang menunjukkan adanya transaksi tidak dikenal. Awalnya, ia mengira hanya transaksi rutin perusahaan. Namun ketika membuka aplikasi perbankan, wajahnya langsung berubah pucat. Saldo perusahaan yang ia kelola tiba-tiba berkurang dalam jumlah besar. Heru tidak pernah melakukan transaksi tersebut.

Dalam hitungan menit, uang perusahaan seperti mengalir keluar tanpa bisa ia kendalikan. Dana tersebut telah ia siapkan untuk kebutuhan operasional perusahaan, termasuk membayar gaji dan tunjangan hari raya (THR) karyawan. Ketika akhirnya menghitung kerugian, Heru hanya bisa terdiam. Total uang yang hilang mencapai Rp1,8 miliar, jumlah yang cukup untuk mengguncang keuangan perusahaan yang selama ini ia bangun.

Peristiwa yang terjadi pada 21 Desember 2025 itu membuat roda usaha yang ia jalankan mendadak tersendat. Dampaknya sangat besar, bahkan memaksa Heru untuk mengambil keputusan sulit dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sebagian karyawannya. Dari 15 orang, 6 orang harus di-PHK. Bahkan akibat keputusan itu, HRD-nya sempat mendapat ancaman dari karyawan yang tidak terima.

Transaksi Mencurigakan Melalui Layanan Bizchannel

Heru didampingi kuasa hukumnya, Robby Batubara dari RBA Lawyers menjelaskan bahwa kerugian tersebut diduga berasal dari transaksi tidak dikenal melalui layanan Bizchannel milik PT Bank CIMB Niaga Tbk. Indikasi awal muncul pada 21 Desember 2025, saat terdeteksi transaksi mencurigakan atas nama kliennya. Transaksi tersebut sempat berhasil dibatalkan.

Namun, kejadian serupa kembali terulang pada 23 Desember 2025. Klien kami menerima notifikasi transaksi yang tidak dikenal, kemudian langsung dibatalkan dan dilakukan perubahan password melalui sistem resmi. Akan tetapi, kejanggalan justru terjadi setelah proses penggantian kata sandi.

Robby merinci, perubahan password dilakukan pada pukul 16.43 WIB, diproses sistem pada 16.47 WIB, dan dinyatakan berhasil pada 16.59 WIB. Akan tetapi, transaksi mencurigakan justru terjadi pada pukul 16.57 WIB, atau dua menit sebelum proses perubahan dinyatakan selesai. Secara logika, ini sulit terjadi secara normal oleh pengguna. Pola transaksinya cepat, beruntun, dan nilainya seperti berjalan otomatis.

Pada transaksi awal saja, kerugian mencapai Rp248 juta. Dalam waktu kurang dari satu jam di hari yang sama, transaksi mencurigakan terus terjadi dengan nilai dan frekuensi yang meningkat signifikan. Ia juga mengungkapkan bahwa dugaan kasus serupa dialami nasabah lain pada 26 Februari 2026, yang diketahui saat proses pertemuan dengan pihak bank. Namun hingga kini, pihak bank dinilai belum memberikan penjelasan yang memadai.

Penyelidikan Berlangsung di Polda Kepri

Komunikasi yang terjalin disebut tidak transparan dan cenderung menyatakan bahwa seluruh transaksi telah sesuai prosedur. Robby menegaskan bahwa mereka meminta penggantian kerugian serta penjelasan teknis yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Mereka memberi waktu tujuh hari kepada pihak bank.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Kepri sejak 23 Desember 2025 dan kini telah berjalan sekitar empat bulan. Laporan tersebut tercatat di Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Kepri dengan nomor LI/4/1/RES.2.5/2026 dan telah ditindaklanjuti ke tahap penyelidikan. Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin melalui Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Arif Mahari Sasmito saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.

Ia menyebut pihaknya tengah mendalami kasus yang diduga melibatkan sistem layanan perbankan tersebut. “Iya, ada laporannya. Kerugian nasabah mencapai Rp1,8 miliar. Saat ini masih kami dalami untuk mengungkap kejadiannya,” ujar Arif. Ia juga mengungkapkan terdapat setidaknya tiga laporan berbeda terkait layanan Bizchannel dari bank yang sama. Dalam waktu dekat, tim dari pusat dijadwalkan turun untuk membantu proses penyelidikan.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *