Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Postingan Hendrikus Rahayaan, Atlet MMA, Disorot Sebelum Dugaan Terlibat Penikaman Nus Kei

Penangkapan Dua Terduga Pelaku Penikaman Ketua Partai Golkar Maluku Tenggara

Polres Maluku Tenggara telah mengamankan dua pria terduga pelaku penikaman Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Kedua tersangka tersebut adalah HR dan FU. HR disebut sebagai Hendrikus Rahayaan, seorang atlet Mixed Martial Arts yang juga merupakan keponakan dari John Kei, tokoh preman legendaris Jakarta.

Pada Senin (9/3/2026), Hendrikus membagikan postingan di akun Instagram pribadinya yang menjadi sorotan publik. Postingan tersebut dinilai sebagai “sinyal” sebelum aksi penyerangan terjadi. Dalam foto yang menunjukkan dirinya duduk menghadap sawah, ia menulis: “Dikasih kerjaaan 1 M, Ambil ginjal bintang.” Ia juga menambahkan keterangan: “Mikir-mikir dulu,” yang membuat warganet berspekulasi bahwa ini bisa jadi bukti adanya rencana pembunuhan atau aksi pesanan.

Warganet ramai-ramai mengaitkan caption tersebut sebagai indikasi adanya perencanaan pembunuhan. Beberapa komentar seperti: “Salfok sama tulisan dan caption-nya setelah terduga kasus pembunuhan,” dan “Seperti kode dibayar untuk membunuh” menunjukkan kecurigaan masyarakat terhadap tindakan yang dilakukan oleh Hendrikus.

Hendrikus Rahayaan lahir di Watran, Kota Tual, Maluku, pada 6 Desember 1997. Selain sebagai atlet Mixed Martial Arts, ia juga tercatat sebagai keponakan dari John Kei. Saat ini, kedua terduga pelaku telah ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satuan Reskrim Polres Maluku Tenggara.

Kronologi Penikaman

Ketua DPD II Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora (Nus Kei) tewas ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur. Peristiwa itu terjadi ketika Nus Kei tiba di bandara pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.10 WIT dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku. Ia datang untuk mengikuti musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar Maluku Tenggara yang akan digelar pada Kamis (23/4/2026).

Saat sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh orang tidak dikenal (OTK). OTK tersebut menggunakan jaket merah dan masker serta membawa senjata tajam. Setelah ditikam, Nus Kei lari ke dalam bandara dalam kondisi berlumuran darah, tetapi terjatuh dan sempat mendapatkan pertolongan dari petugas. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun, namun meninggal dunia akibat pendarahan hebat dan luka pada organ vital.

Nus Kei mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang.

Motif Masih Didalami

Menurut Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, pelaku penikaman terdiri dari dua orang, yakni HR (28) dan FU (36). Polda Maluku menyatakan bahwa kasus ini akan ditangani secara profesional, dan meminta masyarakat tetap tenang.

“Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” ujarnya. Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. “Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” tambahnya.

Respons Partai Golkar

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Sarmuji menyampaikan rasa duka, sedih, dan marah atas peristiwa penikaman Nus Kei. Ia menuntut polisi untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut. “Kami menuntut aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas peristiwa tersebut,” tegas dia.

Ia juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh kader beringin, terutama di wilayah Maluku, agar tetap menjaga kondusivitas. “Kepada kader, tetap waspada, tapi jangan terpancing situasi. Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut,” imbuh Sarmuji.

DPD I Partai Golkar Maluku juga menyampaikan sikap melalui pers rilis yang ditandatangani Ketua DPD I Golkar Maluku, Umar A. Lessy dan Sekretaris, Anos Yermias. Mereka mengutuk keras tindakan kekerasan terhadap Nus Kei, serta meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini.

Hingga saat ini belum diputuskan apakah Musda Golkar Maluku Tenggara tetap berjalan sesuai jadwal atau terancam ditunda. Menanggapi hal ini, Sekretaris DPD I Golkar Maluku, Anos Yernias belum memberikan jawaban. “Untuk kelanjutan Musda saya belum bisa memberikan keterangan,” kata Anos saat dihubungi TribunAmbon.com melalui sambungan telepon.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *