Program Pertukaran Mahasiswa USK di Thailand Fokus pada Ketahanan dan Infrastruktur Berkelanjutan
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) akan mengikuti Equity World Class University Student Exchange Program 2026 di King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Bangkok, Thailand. Program ini rencananya akan berlangsung dari tanggal 6 hingga 10 April 2026. Para peserta akan menjalani berbagai kegiatan akademik dan kolaborasi lintas disiplin untuk memperluas wawasan mereka tentang isu kebencanaan dan pembangunan berkelanjutan.
Program yang diangkat dengan tema “Ketahanan Lintas Batas dan Infrastruktur Berkelanjutan antara USK & KMITL” menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi risiko bencana. Hal ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan antara USK dan KMITL, serta memperluas perspektif mahasiswa dalam menghadapi tantangan global.
Proses Seleksi dan Peserta yang Terpilih
Para peserta sebelumnya telah melalui proses seleksi administrasi dan wawancara. Dari tiga program studi, berikut adalah daftar mahasiswa yang terpilih:
- Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan:
- Putri Azhari
- Raihana Ulfa
- Mina Shafira
- Imam Maulana
-
Nadia Maharani
-
Program Studi Teknik Sipil:
- Ahmad Fadhilla
- Pocut Radifah Syazwina
- Bintang Haris Boenien
- Salwa Fitria Ibrahim
-
Muhammad Faizil
-
Program Studi Ilmu Kelautan:
- Kezia Emmanuella Wijaya
- Siti Hijrah Happy Akasi
- Rifan Nurdiantara
- M. Abrar Azizi
- Hanisyah
Pandangan dari Tokoh Akademik
Direktur Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK, Prof. Syamsidik, ST, M.Sc, menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah penting dalam memperluas wawasan mahasiswa global. Ia berharap para peserta dapat memahami bagaimana ketahanan lintas wilayah dibangun melalui kolaborasi internasional, serta peran infrastruktur berkelanjutan dalam mengurangi risiko bencana.
Sementara itu, Dr.Ir. Yunita Idris, ST, M.Eng.Structure., IPM selaku Koordinator Program menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dalam ruang kolaborasi lintas disiplin dan negara. Ia menekankan bahwa peserta tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga memahami praktik nyata penerapan konsep ketahanan dan infrastruktur berkelanjutan dalam konteks internasional.
Pengalaman Peserta dan Harapan
Salah satu peserta, Imam Maulana, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan. Ia menilai program ini sebagai ruang belajar yang sangat berharga untuk mengembangkan kapasitas diri. Ia berharap dapat membawa perspektif Aceh ke tingkat global, khususnya dalam isu kebencanaan dan ketahanan masyarakat.
Hal senada disampaikan oleh Siti Hijrah Happy Akasi dari Program Studi Ilmu Kelautan. Ia melihat program ini sebagai peluang untuk memperluas pengalaman akademik dan jejaring internasional di bidang kelautan. Ia berharap dapat belajar banyak dari pengalaman di Thailand, terutama terkait pengelolaan wilayah pesisir dan ketahanan terhadap bencana, yang relevan dengan kondisi di Aceh.
Aktivitas Selama Pelaksanaan Program
Selama lima hari pelaksanaan di Bangkok, mahasiswa akan mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari diskusi akademik, pertukaran pengetahuan, hingga kunjungan lapangan yang relevan dengan tema program. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara USK dan KMITL dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di tingkat internasional.
Turut hadir dalam acara pelepasan, sebagai student chair session Nurlita Putri Anggraini, S.Si, M.Si dan pembicara undangan Prof Ella Meilianda serta Dr. Dedy Alfian.











