Profil Jaksa Wira Arizona yang Jadi Sorotan dalam Kasus Amsal Christy Sitepu
Jaksa muda bernama Wira Arizona kini menjadi sorotan setelah terlibat dalam kasus Amsal Christy Sitepu. Ia merupakan jaksa di Kejaksaan Negeri Karo dan memiliki latar belakang pendidikan hukum yang kuat, baik dari S1 Fakultas Hukum maupun S2 Magister Hukum Universitas Sumatera Utara (USU). Meskipun tidak ada informasi terkonfirmasi mengenai keluarga atau orang tua Wira Arizona, ia dikenal sebagai salah satu jaksa muda yang aktif menangani berbagai perkara di wilayah tersebut.
Wira Arizona menjadi perhatian publik karena disebut melakukan intimidasi terhadap Amsal Christy Sitepu, seorang videografer yang sedang ditahan dalam kasus proyek pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Amsal menyebutkan bahwa Wira datang ke rumah tahanan (rutan) dengan membawa brownies cokelat dan meminta dirinya untuk “stop ribut-ribut”. Namun, Wira Arizona membantah klaim tersebut dan menjelaskan bahwa pemberian brownies itu adalah bagian dari budaya di lingkungan kejaksaan.
Kronologi Pemberian Brownies
Dalam rapat Komisi III DPR, Wira Arizona menjelaskan kronologi pemberian brownies kepada Amsal. Ia menyatakan bahwa brownies itu diberikan oleh stafnya saat sedang melakukan pemeriksaan terhadap Amsal yang sedang ditahan. Saat itu, Amsal tidak didampingi oleh kuasa hukumnya. Menurut Wira, hal ini dilakukan karena penasihat hukum Amsal tidak dapat hadir dikarenakan alasan tertentu.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada niat untuk mengintimidasi Amsal dengan pemberian brownies tersebut. “Kami hanya murni mengedepankan rasa kemanusiaan dan hati nurani,” ujarnya. Untuk mendukung pernyataannya, Wira menunjukkan foto-foto sejak tahun 2024 yang menunjukkan bahwa para jaksa memiliki budaya memberikan brownies kepada tahanan.
Menurut Wira, tahanan sering kali meminta bantuan makanan kepada jaksa karena merasa kekurangan makanan selama masa tahanan. “Karena di awal permintaan ini kan dari tahanan, Pak. Karena orang ini minta kekurangan makanan, mohon dibantu, seperti itu, Pak,” jelasnya.
Penolakan Amsal terhadap Permintaan Jaksa
Meskipun demikian, Amsal Christy Sitepu tetap menolak permintaan jaksa tersebut. Ia menyatakan bahwa tidak boleh lagi ada anak muda yang dikriminalisasi di Indonesia. “Saya bilang, ‘tidak pimpinan. Enggak. Cukup, enggak ada lagi anak-anak muda yang harus dikriminalisasi di Indonesia. Biarkan enggak ada lagi Amsal-Amsal lain yang dikriminalisasi.'”
Amsal juga menyampaikan bahwa ia akan tetap melawan meski diancam akan “dibenamkan”. Ia mengaku tidak takut karena merasa tidak bersalah dalam proyek pembuatan video profil desa tersebut. “Saya bilang, tidak, saya akan tetap lawan. Walaupun saya tahu banyak orang bilang, ‘kau akan dibenam. Kalau kau lawan, kau akan dibenam’. Tapi saya bilang, saya enggak takut. Karena saya enggak salah. Saya bangga dengan pekerjaan saya. Seorang videografer, pekerja ekonomi kreatif.”
Latar Belakang dan Karier Wira Arizona
Lahir pada 31 Mei 1995, Wira Arizona menempuh pendidikan hukum di Universitas Sumatera Utara (USU). Ia meraih gelar Sarjana Hukum pada 2016 dengan skripsi bertema “Tinjauan Yuridis Terhadap Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah di Bidang Perizinan Kaitannya dengan Penggalian C.” Setelah itu, ia melanjutkan studi magister di kampus yang sama dan lulus pada 2019 dengan tesis berjudul “Analisis Yuridis Kekuatan Hukum Pengajuan Permohonan Renvoi Prosedur oleh Kreditor yang Didasarkan Kepada Audit Internal Perusahaan Kreditor (Studi Putusan Mahkamah Agung No. 617.K/PDT.SUS.PAILIT/2018).”
Setelah menyelesaikan Pendidikan Pembentukan Jaksa Angkatan 79 Gelombang 2 pada tahun 2022, Wira dilantik sebagai Ajun Jaksa Madya. Awal karier sebagai jaksa dimulai di Kejari Aceh Jaya, namun kepindahannya ke Kejari Karo pada 2023 menjadi titik balik kariernya.
Tangani Berbagai Perkara Pidana Umum dan Korupsi
Di Kejari Karo, Wira Arizona tercatat menangani 18 perkara pidana umum, mulai dari narkotika, perlindungan anak, pencurian, perjudian, penggelapan, hingga perpajakan. Fokus utamanya adalah pada tindak pidana korupsi. Sejak Mei 2024 hingga Maret 2026, Wira sudah menangani 16 perkara Tipikor di Pengadilan Tipikor PN Medan, termasuk kasus korupsi proyek video profil dan website desa, penyaluran pupuk, serta dugaan korupsi pejabat di PDAM Tirta Malem Kabupaten Karo.
Harta Kekayaan Wira Arizona
Wira Arizona tercatat beberapa kali melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam laporan terbaru pada 16 Maret 2026, hartanya mencapai Rp 2.302.598.039. Dalam rincian harta kekayaan tersebut, terdapat tanah dan bangunan, alat transportasi, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas.











