Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Kronologi kebocoran elpiji yang meledak di Trenggalek: Ibu, anak, dan ART kritis dirujuk ke Surabaya

Insiden Ledakan Gas Elpiji di Trenggalek, Tiga Orang Terluka Parah

Pada hari Sabtu (4/4/2026), sebuah kejadian ledakan gas elpiji terjadi di rumah warga Jalan MT Haryono, Kelurahan Sumbergedong, Trenggalek. Kejadian ini menimpa tiga penghuni rumah yang mengalami luka bakar parah dan harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih intensif.

Awal Peristiwa

Insiden dimulai ketika pemilik rumah, Marini (71 tahun), mencium bau gas elpiji yang bocor. Ia kemudian meminta asisten rumah tangganya, Sulastri (60 tahun), untuk memeriksa sumber bau tersebut. Namun, terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi. Sulastri salah mengerti dan justru menyalakan pemantik kompor, yang secara langsung menyulut ledakan gas di ruangan yang minim ventilasi.

Ledakan tersebut menyebabkan Marini, putrinya Winarni (53 tahun), dan Sulastri menderita luka bakar serius hingga 70 persen. Kondisi mereka sangat mengkhawatirkan karena luka bakar menembus jaringan subkulit serta adanya trauma inhalasi akibat menghirup asap.

Kronologi Ledakan

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Non Kebakaran dari Damkar Trenggalek, Wasis Widodo, menjelaskan bahwa ledakan terjadi pada pukul 05.00 WIB. Saat itu, gas elpiji yang bocor sudah terdeteksi oleh Marini. Ia meminta Sulastri untuk memeriksa sumber kebocoran. Namun, Sulastri salah mengerti dan menyalakan pemantik kompor.

Menurut Wasis, regulator kompor gas di dapur tersebut sudah tidak layak pakai dan banyak dimodifikasi agar bisa digunakan kembali. Diduga, kebocoran gas terjadi karena kondisi regulator yang rusak.

Kebocoran Gas Sejak Malam Hari

Wasis juga menyatakan bahwa kebocoran gas diduga sudah terjadi sejak malam hari. Karena ruangan dapur memiliki ventilasi yang sangat minim, gas yang bocor menumpuk di dalam ruangan. Akibatnya, saat percikan api dari kompor menyentuh gas yang menumpuk, terjadilah ledakan besar.

Meski ledakan terjadi, tidak ada kerusakan berarti di ruangan tersebut. Kaca dan plafon masih utuh. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan tidak menemukan kobaran api setelah ledakan, sehingga korban segera dievakuasi ke rumah sakit.

Penanganan Medis Korban

Para korban sebelumnya mendapatkan penanganan awal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soedomo Trenggalek. Namun, karena kondisi luka bakar yang cukup parah, pihak rumah sakit memutuskan untuk merujuk mereka ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sujiono, menjelaskan bahwa ketiga korban masuk IGD sekitar pukul 05.30 WIB dengan luka bakar luas di beberapa bagian tubuh. Luka bakar yang dialami oleh Marini mencapai 67 persen, Winarni 70 persen, dan Sulastri 22,5 persen.

Seluruh luka bakar termasuk dalam kategori derajat 2A–2B, yang berarti luka tidak hanya mengenai lapisan kulit luar, tetapi juga sampai jaringan subkulit.

Trauma Inhalasi dan Penanganan Lanjutan

Selain luka bakar, ketiga korban juga mengalami trauma inhalasi akibat menghirup asap selama ledakan. Hal ini membutuhkan penanganan medis lanjutan dengan fasilitas yang lebih lengkap.

Akibatnya, dua pasien dengan luka bakar paling luas, yakni Marini dan Winarni, langsung dirujuk ke Surabaya. Sementara Sulastri sempat menjalani observasi terlebih dahulu sebelum akhirnya ikut dirujuk.

“Karena pertimbangan kondisi luka bakar dan kebutuhan penanganan lanjutan, seluruh pasien akhirnya dirujuk ke Surabaya,” tambah Sujiono.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *