Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Untuk membantah penimbunan BBM, pria Thailand bawa jenazah kremasi ke SPBU

Aksi Nekat Petugas Kremasi di Chonburi untuk Buktikan Tidak Menimbun BBM

Krisis energi yang melanda Thailand memicu berbagai aksi tidak biasa, termasuk tindakan seorang petugas kremasi di Provinsi Chonburi yang akhirnya viral di media sosial. Aksi ini dilakukan oleh Preecha (48), seorang petugas kremasi di sebuah kuil di kawasan rute 344, Kota Madya Ban Bueng.

Preecha melakukan aksi tersebut karena merasa frustrasi dengan aturan pembatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang diberlakukan selama krisis energi global. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya tidak sedang menimbun BBM, meskipun saat itu ia menghadapi kesulitan mendapatkan solar untuk keperluan kremasi.

Pengalaman Awal dan Penolakan dari SPBU

Awalnya, Preecha mencoba membeli solar menggunakan tiga jeriken berkapasitas 18 liter guna keperluan kremasi. Namun, petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menolak permintaannya karena adanya aturan rasioning ketat selama krisis BBM. Meski telah menjelaskan kegunaannya secara berulang kali, pihak SPBU tetap bersikeras menolak.

“Saya sudah bilang kepada mereka bahwa ini untuk keperluan kremasi, tetapi mereka tetap tidak mengizinkannya,” ujar Preecha seperti yang dilansir dari Thairath.

Bawa Jenazah ke SPBU sebagai Bukti

Untuk mematahkan kecurigaan penimbunan, Preecha kembali ke SPBU tersebut dengan membawa mobil jenazah. Di dalamnya terdapat peti mati berisi jasad yang baru saja ia jemput dari rumah sakit, lengkap dengan tiga jeriken kosong yang biasa ia beli di sana.

Di area parkir pompa bensin, ia membuka peti mati tersebut untuk menunjukkan bukti nyata jenazah di dalamnya. Kepada petugas, Preecha menjelaskan bahwa solar tersebut dibutuhkan secara mendesak untuk segera digunakan dalam ritual kremasi.

Menurut Preecha, pihak keluarga almarhum telah setuju untuk segera melakukan kremasi karena keterbatasan biaya. Selain itu, pihak rumah sakit membutuhkan ruang penyimpanan untuk jenazah baru yang terus berdatangan, sementara opsi pemakaman tidak memungkinkan karena area pemakaman sedang dalam proses pembersihan oleh unit penyelamat setempat.

Beruntung, ada seorang dermawan yang bersedia membiayai kebutuhan solar untuk prosesi tersebut. Setelah melihat langsung jenazah di dalam peti, petugas SPBU tampak berkonsultasi dengan manajer selama 1-2 menit sebelum akhirnya bersedia mengisi jeriken milik Preecha.

Peran Pemerintah dalam Mengatasi Krisis BBM

Krisis BBM yang berdampak ke masyarakat umum seperti yang dialami Preecha mencerminkan tantangan besar di lapangan, kontras dengan laporan mengenai kendaraan dan mesin yang juga kesulitan mendapatkan BBM.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Thailand memastikan stok BBM mencukupi untuk kebutuhan libur panjang Songkran melalui percepatan distribusi nasional. Songkran adalah perayaan Tahun Baru tradisional Thailand yang dirayakan setiap bulan April.

Pada tahun ini, Perayaan Songkran dihelat dari Senin, 13 April hingga Rabu, 15 April 2026. Pemerintah Thailand sendiri telah menetapkan Songkran sebagai hari libur nasional resmi dengan durasi cukup panjang sekitar seminggu.

Guna mengantisipasi libur panjang tersebut, Rachada Dhnadirek, asisten menteri di Kantor Perdana Menteri, menyatakan bahwa Perdana Menteri Anutin Charnvirakul telah memerintahkan penyaluran sekitar 7 juta liter BBM per hari kepada distributor grosir. Kebijakan ini dilakukan guna mengurangi antrean selama periode hari raya Songkran.

Pemerintah juga menurunkan kewajiban cadangan BBM dari 3 persen menjadi 1 persen untuk mempermudah impor minyak olahan dari negara produsen seperti Brasil, Azerbaijan, dan Nigeria. Data menunjukkan sekitar 24 juta barel minyak dijadwalkan tiba di Thailand pada April ini untuk menutupi lonjakan permintaan perjalanan.

Selain itu, otoritas keamanan seperti Departemen Investigasi Khusus (DSI) terus melakukan inspeksi mendadak, termasuk penggerebekan tiga lokasi penyimpanan ilegal di Saraburi yang menimbun lebih dari 31.000 liter bahan bakar tanpa izin.

Kesimpulan

Aksi Preecha mencerminkan kondisi sulit yang dihadapi masyarakat Thailand akibat krisis BBM. Meskipun tindakannya sempat menimbulkan kontroversi, aksi tersebut berhasil memberikan bukti bahwa dirinya tidak menimbun BBM. Sementara itu, pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan BBM selama libur Songkran, salah satunya dengan menurunkan kewajiban cadangan dan mempercepat distribusi BBM ke seluruh wilayah.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *