Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Opini  

Kepercayaan diri untuk bergerak dan berkembang bersama

Pengalaman Aktif dan Kepemimpinan Mahasiswa Hukum ULM

Nabila Ramadhina, yang akrab dipanggil Abil, adalah seorang mahasiswa jurusan hukum di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang memiliki pengalaman aktif dalam berbagai organisasi dan kepanitiaan. Ia terbiasa bekerja baik secara kolaboratif dalam tim maupun mandiri, dengan kemampuan problem solving yang baik.

Abil memiliki kemampuan public speaking, komunikasi persuasif, serta manajemen tim yang kuat. Hal ini didukung oleh sertifikasi profesional di bidang komunikasi. Ia juga berkomitmen untuk mengembangkan kapasitasnya dalam bidang hukum, advokasi, kepemimpinan strategis, serta penguatan tata kelola dan pengembangan sumber daya manusia.

Motivasi Abil memilih jurusan hukum berasal dari lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia hukum. Kedua orangtuanya merupakan alumni hukum, sehingga sejak kecil ia terbiasa melihat bagaimana hukum dipahami sebagai cara untuk memandang persoalan di masyarakat serta nilai-nilai advokasi dan keadilan.

Ketertarikan itu semakin kuat ketika ia aktif di Majelis Perwakilan Kelas (MPK) sebagai Koordinator Komisi A selama SMA. Pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin bahwa hukum bukan hanya tentang aturan, tetapi juga tentang bagaimana menyuarakan kepentingan dan memperjuangkan keadilan.

Selama menjadi Kepala Biro Kesekretariatan dan Administrasi BEM ULM, tantangannya adalah menuntut ketelitian dan fokus tinggi dalam mengelola serta mengarsipkan berbagai data dan administrasi program kerja dari beragam bidang dan biro di dalam organisasi. Ia biasanya membagi tugas dan fungsi sesuai dengan porsi masing-masing anggota agar pekerjaan lebih optimal dan tidak menumpuk pada satu pihak.

Salah satu program kerja yang dirancang adalah administration checkpoint, di mana setiap bidang memiliki penanggung jawab yang berperan sebagai gerbang transit bagi surat-surat dari sekretaris bidang maupun kegiatan. Dengan sistem ini, alur administrasi dapat berjalan lebih rapi, terkontrol, dan sistematis.

Sebagai Ketua KOHATI HMI Komisariat Hukum ULM, strategi Abil dalam meningkatkan partisipasi dan kepercayaan diri perempuan dalam organisasi adalah menciptakan ruang yang aman, suportif, dan inklusif. Salah satu strategi yang ia lakukan adalah mendorong keterlibatan aktif para HMI-Wati dalam berbagai forum diskusi, proses kaderisasi, hingga pengambilan keputusan agar mereka memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan dan perspektifnya.

Mereka juga mengadakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan keperempuanan yang dapat mendukung minat dan potensi para HMI-Wati di komisariat. Selain itu, ia berupaya membangun pendekatan yang komunikatif dan diplomatis serta selalu melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan maupun kepanitiaan di HMI Komisariat.

Diakui, terkadang masih ada perempuan yang merasa sungkan untuk mengambil peran karena adanya rasa pesimis terhadap kemampuan diri. Namun, bagi Abil, ketika perempuan diberikan ruang, dukungan, dan kepercayaan, mereka tidak hanya mampu berpartisipasi, tetapi juga dapat menjadi penggerak perubahan dalam organisasi dan masyarakat.

Manfaat pengalaman organisasi bagi Abil adalah membentuk kemampuan kepemimpinan dan cara mengambil keputusan dalam tim. Pengalaman organisasi sangat berperan dalam membentuk cara ia memimpin dan mengambil keputusan dalam tim. Sejak SMA ia sudah terbiasa aktif berorganisasi, sehingga banyak belajar bagaimana membangun komunikasi, bekerjasama, dan memahami dinamika dalam sebuah tim.

Dalam memimpin, ia biasanya menggunakan pendekatan yang santai namun tetap diplomatis dan terarah. Bagi Abil, penting untuk menciptakan suasana yang nyaman agar setiap anggota tim dapat memposisikan diri, menyampaikan pendapat, dan berkontribusi tanpa merasa tertekan.

Nilai kepemimpinan yang paling ia pegang adalah tanggungjawab, kepercayaan, dan pendekatan yang diplomatis. Bagi Abil, memimpin tidak selalu harus dengan cara yang kaku atau terlalu tegas, tetapi bagaimana seorang pemimpin mampu membangun komunikasi yang baik dan menciptakan suasana yang nyaman bagi tim.

Dari berbagai kepanitiaan yang pernah diikuti, pengalaman yang paling membentuk kemampuan manajemen dan koordinasi Abil adalah ketika menjadi Koordinator Acara pada LK 1 HMI Komisariat Hukum serta Koordinator Marketing dalam kegiatan Law Festival di BEM Fakultas Hukum ULM.

Saat menjadi Koordinator Acara LK 1, ia banyak belajar tentang bagaimana merancang konsep kegiatan, mengatur alur acara, serta mengelola waktu agar setiap rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik. Selain itu, ia juga belajar menghadapi berbagai kendala di lapangan dan mencari solusi secara cepat bersama tim.

Sementara itu, ketika menjadi Koordinator Marketing Law Festival, tantangan yang ia hadapi lebih pada bagaimana mengoordinasikan anggota tim dan berbagai talent yang terlibat, sekaligus menyusun strategi promosi yang menarik perhatian audiens.

Dari pengalaman tersebut, ia belajar bahwa manajemen yang baik tidak hanya soal perencanaan, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, berkoordinasi, dan beradaptasi dengan dinamika tim.

Dalam kegiatan organisasi maupun advokasi, kemampuan public speaking menjadi salah satu hal penting untuk menyampaikan gagasan dan membangun pemahaman bersama. Meskipun kemampuan public speaking Abil masih belum terlalu advance, ia mencoba berani memanfaatkan kesempatan berbicara tersebut dalam forum diskusi, rapat, maupun kegiatan organisasi untuk menyampaikan ide dengan jelas sekaligus mengajak anggota tim memahami tujuan yang ingin dicapai.

Komunikasi yang baik juga membantu dalam membangun koordinasi serta mendorong partisipasi anggota agar lebih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan. Abil juga berusaha merangkul anggota yang cenderung pasif dengan mendekatkan mereka tidak hanya di forum formal, tetapi juga melalui obrolan santai di luar kegiatan agar mereka merasa lebih nyaman dan percaya diri untuk berpartisipasi.

Bagi Abil, berbicara di depan umum bukan hanya tentang menyampaikan pendapat, tetapi bagaimana sebuah pesan dapat dipahami, diterima, dan mampu menggerakkan orang lain untuk berkontribusi bersama.

Belajar Disiplin Dan Komitmen

Sebagai mahasiswa yang aktif di banyak kegiatan, dalam mengelola waktu antara akademik, organisasi, dan pengembangan diri, diakui banyak kewalahan. Ia menyadari bahwa ada kalanya ia merasa kewalahan bahkan mengalami burn out karena padatnya jadwal antara akademik, organisasi, dan aktivitas lainnya.

Dari situ ia belajar pentingnya melakukan evaluasi dan menyusun kembali perencanaan yang lebih jelas agar setiap tanggung jawab dapat dijalankan secara seimbang. Ia biasanya mengelola waktu dengan menetapkan skala prioritas serta menyusun jadwal kegiatan secara lebih terarah di kalender dan notes, sehingga tugas akademik, organisasi, dan kegiatan lainnya tetap dapat berjalan dengan baik.

Bagi Abil, pengalaman tersebut justru menjadi proses belajar untuk melatih disiplin, manajemen waktu, serta tanggung jawab dalam menjalankan setiap komitmen yang diambil dan kita harus belajar untuk bersikap tenang dalam mengelola waktu.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *