Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Kematian Cucu Mpok Nori Dengan Pisau Terungkap, WNA Irak Ditangkap

Kasus Pembunuhan Dwintha Anggary: Tersangka Rashad Fouad Tareq Jameel Menghadapi Ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara

Rashad Fouad Tareq Jameel, yang dikenal dengan nama Fuad, kini menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Dwintha Anggary. Pria asal Irak ini terancam hukuman maksimal selama 15 tahun penjara berdasarkan pasal yang diterapkan oleh pihak kepolisian.

Status Tersangka dan Penahanan

Fuad telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolda Metro Jaya. Keputusan ini dilakukan setelah penyidik menemukan bukti-bukti yang cukup untuk menjeratnya dalam kasus pembunuhan tersebut. Panit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Fechy J. Ataupah, menyatakan bahwa Fuad dijerat dengan Pasal 458 subsider 468 KUHP tentang pembunuhan.

“Sejauh ini yang kami terapkan dengan ancaman hukuman kurungan penjara 15 tahun,” ujar Fechy saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/3/2026). Meski demikian, polisi masih mendalami kemungkinan adanya unsur pembunuhan berencana.

Bukti dari CCTV dan Pengakuan Pelaku

Berdasarkan temuan rekaman CCTV, Fuad beberapa kali keluar masuk lokasi kejadian, termasuk ke rumah korban. Menurut Fechy, terdapat jeda waktu yang cukup panjang setelah Fuad kembali dari kediaman korban pada malam sebelum kejadian. Selain itu, Fuad juga mengaku membawa sebilah pisau dari rumahnya ke lokasi kejadian.

“Berdasarkan keterangan pelaku yang kami periksa tadi malam, dia mengatakan bahwa pisau memang dia bawa dari rumah,” ungkap Fechy. Usai melakukan aksinya, pisau tersebut ditinggalkan di rumah korban. Fuad juga membawa kabur ponsel dan paspor milik korban.

Perjalanan Pelarian dan Penangkapan

Setelah melakukan pembunuhan, Fuad melarikan diri ke beberapa daerah, termasuk Bogor dan Sukabumi. Di Sukabumi, ia sempat berniat mengakhiri hidupnya, namun mengurungkan niat tersebut. Pelariannya berlanjut ke Pulau Sumatera dengan rencana menuju negara asalnya, Irak. Namun, Fuad akhirnya ditangkap di ruas Tol Tangerang–Merak sebelum mencapai Pelabuhan Merak pada Sabtu (21/3/2026).

Latar Belakang Korban dan Keluarga

Dewhinta Anggary (37), cucu dari seniman Betawi legendaris Mpok Nori, meninggal dunia dalam keadaan tragis. Di lingkungan keluarga, Anggi dikenal sebagai pribadi yang penurut, penyayang, dan murah senyum. Kakaknya, Dian Puspitasari (40), menyebut Anggi sebagai sosok yang selalu mengalah, bahkan ketika mendapat teguran.

“Korban itu baik banget, penurut, dan suka mengalah. Soalnya kadang kalau kita omelin atau sindir-sindir, dia cuma nyengir saja, murah senyum orangnya,” kenang Dian. Selain itu, Anggi juga dikenal dekat dengan anak-anak di keluarganya. Sifatnya yang lembut membuatnya mudah berinteraksi dan menjalin kedekatan dengan para keponakannya.

Persoalan dalam Hubungan Rumah Tangga

Meski telah berpisah dengan mantan suami siri, FD (49), Anggi memilih tinggal sendiri di rumah kontrakan. Meskipun telah ditalak pada awal Februari 2026, pelaku diduga masih berada di sekitar tempat tinggal korban untuk mengawasi aktivitasnya. Keluarga menilai, perubahan aktivitas Anggi sejak bekerja dan memiliki lebih banyak interaksi sosial diduga memicu kecemburuan dari pelaku.

“Sejak adik saya kerja, temannya jadi banyak, ada aktivitas di luar dan banyak interaksi. Mungkin dia (pelaku) cemburu,” ujarnya. Dian juga mengungkap bahwa selama ini Anggi seolah dibatasi ruang geraknya, termasuk dalam berinteraksi dengan orang lain.

Kontak Terakhir dan Dugaan Pengawasan

Kontak terakhir keluarga dengan Anggi terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB, sebelum komunikasi terputus karena kesibukan menjelang Lebaran. Dian sempat bertemu Anggi pada hari yang sama saat hendak ke pasar. Namun, ia baru menyadari bahwa pada momen tersebut pelaku diduga berada di belakang dan membuntuti korban. Peristiwa ini semakin menguatkan dugaan bahwa aktivitas korban telah dipantau sebelum kejadian tragis tersebut terjadi.


Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *