Kematian Dwhinta Anggary: Tragedi yang Mengguncang Keluarga dan Masyarakat
Kasus kematian Dwhinta Anggary, seorang perempuan berusia 37 tahun, mengundang duka mendalam di kalangan keluarga dan masyarakat. Peristiwa tragis ini terjadi di kontrakannya di Jalan Daman I, RT 08/RW 02, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3/2026). Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di atas kasur kamar kontrakannya dengan luka di leher.
Dwhinta Anggary, cucu dari komedian legendaris Mpok Nori, dikenal sebagai sosok yang lembut dan penyayang. Kematian tragisnya menimbulkan tanda tanya besar di tengah publik, terutama karena diduga dilakukan oleh mantan suami sirinya sendiri.
Hubungan yang Retak dan Perceraian
Dwhinta Anggary diketahui telah menikah siri dengan FD (49), warga negara Irak, sejak 2019. Hubungan mereka akhirnya berakhir setelah korban ditalak secara lisan pada awal Februari 2026. Kakak kandung korban, Dian Puspitasari (40), mengungkapkan bahwa hubungan antara Dwhinta dan FD mulai retak setelah korban aktif bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurut Dian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tidak pernah terdengar secara langsung. Namun, ia melihat adanya perubahan hubungan setelah korban mulai memiliki lebih banyak interaksi di luar rumah. “Mungkin pelaku cemburu,” ujar Dian. Pelaku disebut sering membatasi pergaulan korban dan memiliki karakter komunikasi yang keras.
Selama pernikahan, Dwhinta sempat mengalami tiga kali keguguran. Dian mengatakan bahwa FD tidak pernah mendampingi korban selama masa-masa sulit tersebut. Bahkan, saat korban meninggal, Dian yang merupakan saudara laki-laki korban yang selalu mengazani dan mengurus semua kebutuhan jenazah.
Kejadian Malam Hari yang Menyedihkan
Sebelum kejadian, warga sempat melihat FD dan Dwhinta terlibat cekcok pada Kamis (19/3/2026) malam. Dian mengungkapkan bahwa dirinya berkomunikasi terakhir dengan korban pada pukul 21.30 WIB. Pada hari Jumat, mereka tidak bertemu karena sibuk menyambut Lebaran.
Dian menduga FD telah memantau korban sebelum aksi keji terjadi. Saat melintas di dekat rumah korban, ia melihat FD berada di belakang. Rekaman CCTV menunjukkan FD mondar-mandir sebelum melancarkan aksinya. Tersangka sempat bolak-balik menggunakan motor, kemudian datang kembali membawa karpet, gagang pacul, dan lakban.
FD terlihat datang sekitar pukul 00.03 WIB dengan membawa senjata tajam dan keluar sekitar pukul 00.09 WIB. Baju yang dikenakan FD berubah setelah aksi tersebut. Pisau yang diduga digunakan dalam aksi tersebut sempat disembunyikan di kontrakan pelaku sebelum akhirnya ditemukan.
Sosok Dwhinta di Mata Keluarga
Di mata keluarga, Dwhinta dikenal sebagai sosok yang baik, penurut, dan mudah mengalah. Dian menggambarkan korban sebagai orang yang murah senyum dan sering tersenyum ketika diberi sindiran atau omelan. Korban juga sangat menyayangi anak-anak, terutama keponakan di lingkungan keluarga.
Atas peristiwa tersebut, keluarga berharap pelaku mendapat hukuman setimpal. “Kalau pelaku ya hukum seadil-adilnya saja, seberat mungkin. Tapi, kita ikuti prosedur dari kepolisian saja,” kata Dian.
Penangkapan Pelaku
Polisi berhasil menangkap FD saat berusaha kabur menuju Bandara Soekarno-Hatta lewat tol Merak. Penangkapan dilakukan setelah petugas melacak keberadaan pelaku yang sempat berada di kawasan Puncak, Bogor. FD, yang masih berstatus WNA, bahasa Indonesia belum lancar.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini tidak hanya menjadi tragedi keluarga, tetapi juga membuka kembali sorotan terhadap kasus kekerasan dalam hubungan personal.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











