Presiden Prabowo Subianto Tunaikan Salat Id di Aceh Tamiang

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan salat Idul Fitri di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, pada hari Sabtu (21/3) lalu. Dalam momen tersebut, ia hadir bersama sejumlah pejabat penting, seperti Seskab Teddy Indra Wijaya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang lebih dikenal sebagai Mualem.
Berikut adalah rangkaian kegiatan dan momen penting dalam perayaan salat Id Presiden Prabowo di Aceh Tamiang:
Prabowo: Saya Mohon Maaf Lahir Batin

Setelah menunaikan salat Id, Prabowo menyampaikan rasa syukur karena telah mampu menyelesaikan bulan suci Ramadan 2026. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat.
“Alhamdulillah ya, kita sampai ke hari Idul Fitri ini. Saya mohon maaf lahir batin, minal aidzin wal faizin,” ujar Prabowo setelah melaksanakan salat Id di Masjid Darussalam.
Ia berharap agar tahun mendatang dapat berjalan lebih baik dari tahun ini. “Mudah-mudahan tahun akan datang, tahun yang baik untuk kita semua,” tambahnya.
Selama salat Id, Prabowo berada di saf paling depan. Ia ditemani oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Seskab Teddy Indra Wijaya.
Bagikan Sembako

Setelah salat Id dan halal bihalal, Prabowo menyapa warga di luar masjid dan membagikan paket sembako kepada mereka. Lokasi masjid ini berdekatan dengan hunian bagi korban bencana. Sebanyak sekitar 1.300 masyarakat dari penghuni hunian sementara dan warga sekitar menghadiri ibadah tersebut.
Dalam keterangannya setelah membagikan paket sembako, Prabowo menyampaikan rasa syukur karena bisa merayakan Idul Fitri bersama masyarakat, terutama warga di kawasan hunian sementara akibat bencana.
Pemulihan Aceh Tamiang Sangat Cepat

Prabowo menyebutkan bahwa proses pemulihan kawasan Aceh Tamiang berjalan sangat cepat. Ia menyatakan bahwa persentase pemulihannya hampir mencapai 100 persen.
Aceh Tamiang merupakan salah satu daerah yang terdampak bencana banjir bandang pada akhir 2025 lalu. “Pemulihannya sangat cepat, alhamdulillah hampir 100 persen,” ujar Prabowo.
Menurutnya, kehidupan masyarakat pasca-bencana sudah jauh lebih baik. Tidak ada lagi warga yang mengungsi di tenda. Semua mulai tinggal di hunian sementara maupun hunian tetap yang disediakan pemerintah.
Meski begitu, ia mengakui masih ada sebagian kecil wilayah yang belum pulih sepenuhnya. “Alhamdulillah situasinya makin baik. Listrik hampir semuanya sudah menyala, hampir 100 persen. Hanya sekitar lima desa dari seluruh Aceh yang memang masih sulit,” katanya.
Prabowo juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pemulihan di daerah terdampak bencana. “Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada semua petugas, aparat TNI, Polri, BNPB, PU, pemerintah daerah, serta seluruh K/L yang bekerja luar biasa,” tuturnya.
Muzani: Presiden Salat Id di Aceh Bentuk Solidaritas

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani, menyebut kehadiran Prabowo di Aceh saat salat Idul Fitri sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Hal ini disampaikan Muzani usai pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada hari Sabtu (21/3).
Menurut Muzani, langkah Presiden menunjukkan kepedulian pemerintah pusat kepada warga di wilayah Sumatera yang dilanda bencana banjir dan longsor pada November 2025.
“Hari ini Presiden salat Id di Aceh. Itu bentuk solidaritas yang ditunjukkan oleh Presiden kepada saudara-saudara kita di Sumatera yang pada bulan November terkena musibah,” ujar Muzani kepada wartawan.
Menurut dia, perhatian pemerintah terhadap penanganan bencana di wilayah seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh sudah dilakukan sejak awal. Saat ini, proses pemulihan masih terus berjalan.
“Tekad Presiden untuk kembali membangun Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh menjadi provinsi yang kembali seperti sedia kala juga sudah dilakukan dengan baik. Sekarang ini sedang dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi,” lanjut Muzani.
Muzani menambahkan, kehadiran Presiden di Aceh juga menjadi simbol kebersamaan dengan masyarakat yang hingga kini masih tinggal di hunian sementara pascabencana yang menghantam akhir tahun lalu.
“Hari ini Presiden salat di sana untuk menunjukkan solidaritas dan kebersamaan dengan saudara-saudara di Aceh yang sampai sekarang masih tinggal di berbagai hunian sementara,” katanya.











