Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Polisi Selidiki Kelangkaan Gas LPG 3 Kg Jelang Lebaran di Tuban, Pertamina Klaim Stok Tambah

Tim Satreskrim Polres Tuban Lakukan Pemeriksaan Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban telah menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan terkait kelangkaan gas LPG atau elpiji 3 kilogram di Kabupaten Tuban menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pengecekan ini dilakukan guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam pendistribusian gas elpiji 3 kilogram di wilayah tersebut.

Pada Jumat, 20 Maret 2026, tim dari Satreskrim Polres Tuban langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan sampel di sejumlah agen dan pangkalan elpiji. Langkah ini diambil setelah adanya keluhan dari masyarakat di beberapa wilayah yang kesulitan mendapatkan gas subsidi 3 kilogram.

Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam, mengatakan bahwa pengecekan ini dilakukan untuk memastikan distribusi gas elpiji berjalan sesuai aturan dan tidak ada penyimpangan. Dari hasil sementara pengecekan, stok gas LPG 3 kilogram dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

“Alhamdulillah, sementara dari hasil pengecekan, kebutuhan elpiji menjelang Lebaran masih aman,” ujar Bobby.

Menurutnya, kelangkaan yang terjadi di beberapa wilayah disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat. Meski demikian, distribusi elpiji subsidi tetap berjalan sesuai alokasi yang telah ditetapkan.

Sebagai langkah antisipasi, PT Pertamina Patra Niaga akan kembali menambah pasokan elpiji 3 kilogram ke wilayah Tuban. Penambahan pasokan ini akan dilakukan pada tanggal 21 Maret 2026.

Pihak kepolisian juga memastikan akan terus melakukan pemantauan guna mengantisipasi adanya penyelewengan distribusi serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama momen Lebaran.

Pertamina Tambah Pasokan Elpiji 3 Kilogram

Beberapa wilayah di Kabupaten Tuban mengalami kelangkaan elpiji subsidi 3 kilogram menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Berdasarkan pantauan di lapangan, kelangkaan terjadi di beberapa kecamatan seperti Soko, Parengan, Palang, dan Rengel. Warga mengaku kesulitan mendapatkan elpiji baik di tingkat pengecer maupun pangkalan.

“Dari kemarin cari elpiji sulit, di pengecer atau pangkalan juga kosong,” ujar Narto (45), warga Kecamatan Rengel.

Kondisi ini bertolak belakang dengan langkah PT Pertamina Patra Niaga yang sebelumnya telah menyalurkan tambahan pasokan elpiji 3 kg melalui mekanisme fakultatif dan extra dropping sebesar 8 persen atau setara 104.367 tabung di Kabupaten Tuban.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa kelangkaan umumnya terjadi di tingkat pengecer. Sementara jika terjadi kekosongan di pangkalan, hal tersebut disebabkan proses distribusi yang masih berlangsung.

“Kekosongan di pengecer itu umum, kalau di pangkalan kosong biasanya karena proses pengiriman,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara prinsip ketersediaan elpiji subsidi di tingkat agen maupun pangkalan resmi masih dalam kondisi aman dan tetap disalurkan sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, ketersediaan elpiji subsidi di sejumlah pangkalan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Secara umum pasokan elpiji dalam kondisi normal,” imbuhnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina terus memperkuat koordinasi dengan dinas terkait serta meningkatkan pengawasan distribusi. Prioritas pengiriman juga diberikan kepada pangkalan yang stoknya mulai menipis agar penyaluran tetap lancar.

Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli elpiji subsidi sesuai kebutuhan serta peruntukannya. Apabila masyarakat menemukan indikasi pelanggaran dalam penyaluran elpiji subsidi atau mengalami kendala, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135 untuk ditindaklanjuti.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *