Aksi Solidaritas Warga Makassar untuk Palestina
Sekitar 500 warga Makassar akan melakukan aksi solidaritas bela Palestina pada Jumat (13/3/2026) sore ini. Aksi ini digelar oleh Poros Al Quds Makassar sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dan Republik Islam Iran di tengah dinamika konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Massa aksi akan longmarch menuju Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat di Jl Jenderal Sudirman untuk menyampaikan pesan-pesan solidaritas. Titik kumpul peserta di Masjid Aisyah, Jl Sungai Tangka, sekitar Rujab Gubernur Sulsel. Dari lokasi tersebut, massa akan bergerak menuju Monumen Mandala.
Sepanjang perjalanan, peserta aksi akan berorasi dan membawa berbagai pesan solidaritas terhadap perjuangan Palestina. Setibanya di Monumen Mandala, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan orasi, pembacaan puisi, aksi teatrikal, hingga doa bersama menjelang waktu berbuka puasa.
Panitia menargetkan 500 peserta ikut dalam kegiatan ini. Peserta berasal dari berbagai elemen, mulai dari organisasi kemahasiswaan, organisasi masyarakat, akademisi, hingga masyarakat sipil. Nur Ramadlan La Udu, Jenderal Lapangan aksi, mengatakan bahwa Poros Al Quds Makassar secara tegas berpihak pada perjuangan Palestina dan Iran.
Menurutnya, konflik yang terjadi di kawasan tersebut adalah bentuk perlawanan terhadap tekanan militer dan ketidakadilan global. Ia menjelaskan, Masjid Aisyah dipilih sebagai titik awal aksi karena lokasinya strategis dan dekat dengan domisili panitia, sehingga memudahkan koordinasi sebelum massa bergerak menuju titik aksi utama.
Nur menegaskan bahwa aksi solidaritas ini merupakan inisiatif masyarakat dan tidak secara resmi mengundang Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Melalui aksi ini, Poros Al Quds Makassar juga menyuarakan kecaman terhadap berbagai kebijakan militer dan agresi yang dinilai merugikan rakyat Palestina dan Iran.
Mereka juga mendorong pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas terhadap konflik di Timur Tengah serta menyerukan solidaritas umat dan masyarakat dunia bagi bangsa-bangsa yang terdampak konflik.
Sembilan Sikap Politik Poros Al Quds Makassar
Poros Al Quds Makassar menyampaikan sembilan sikap politik dalam aksi solidaritas yang digelar untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina dan merespons dinamika konflik di Timur Tengah. Sikap tersebut disampaikan sebagai bentuk pernyataan sikap terhadap berbagai perkembangan geopolitik yang dinilai berdampak pada perjuangan Palestina dan kedaulatan sejumlah negara di kawasan tersebut.
Berikut adalah sembilan sikap politik yang disampaikan:
-
Dukungan penuh terhadap perjuangan rakyat Palestina
Poros Al Quds Makassar menegaskan dukungan penuh terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk membebaskan tanah mereka dari penjajahan Israel. Mereka menilai rakyat Palestina masih menghadapi praktik apartheid dan kekerasan yang berkepanjangan. -
Kritik terhadap sikap dunia internasional
Mereka mengkritik sikap dunia internasional yang dinilai menerapkan standar ganda terhadap konflik tersebut. Menurut mereka, sebagian negara dianggap tidak menunjukkan sikap tegas terhadap kekerasan yang menimpa rakyat Palestina. -
Seruan solidaritas global
Poros Al Quds Makassar menyerukan solidaritas global dari berbagai bangsa dan kelompok masyarakat untuk mendukung perjuangan Palestina serta memperkuat gerakan dukungan internasional. -
Mengutuk agresi militer AS dan Israel terhadap Iran
Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional. -
Mengecam tindakan kekerasan terhadap tokoh pemimpin Iran
Mereka mengecam tindakan kekerasan terhadap tokoh pemimpin Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, yang disebut sebagai bentuk tindakan terorisme negara. -
Solidaritas kepada rakyat dan pemerintah Iran
Poros Al Quds Makassar menyatakan solidaritas kepada rakyat dan pemerintah Iran dalam mempertahankan kedaulatan nasional di tengah tekanan geopolitik global. -
Desakan evaluasi keterlibatan Indonesia dalam forum internasional
Mereka mendesak pemerintah Indonesia untuk mengevaluasi keterlibatan dalam sejumlah forum internasional yang dinilai berpotensi bertentangan dengan prinsip kedaulatan dan kepentingan nasional. -
Minta pemerintah Indonesia bersikap tegas
Poros Al Quds Makassar meminta pemerintah Indonesia bersikap tegas dalam menyikapi konflik di Timur Tengah, khususnya terkait agresi militer terhadap Iran serta situasi kemanusiaan di Palestina. -
Pembukaan UUD 1945
Mereka mengingatkan bahwa Pembukaan UUD 1945 menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Karena itu, pemerintah Indonesia dinilai perlu konsisten berada di garis depan dalam mendukung perjuangan melawan penjajahan dan ketidakadilan global.
Doa Bersama untuk Palestina
Selain aksi longmarch, sekitar 500 orang juga menghadiri buka puasa bersama dan doa bersama untuk Palestina yang digelar PT Meida Wisata di Swiss-Belinn Panakkukang Makassar, Kamis (26/2/2026). Acara ini mengusung tema “Tebarkan Kebahagiaan dan Tingkatkan Persaudaraan di Bulan Suci Ramadan.”
Acara ini turut dihadiri Meity Rahmatia, anggota DPR RI Fraksi PKS yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Meida Wisata. Hadir pula Direktur Utama PT Meida Wisata Abdul Samad Hamid serta sejumlah tokoh lain seperti anggota DPRD Sulawesi Selatan Yeni Rahman dan anggota DPRD Makassar A Ibrahim Baso.
Buka puasa bersama berlangsung khidmat dengan rangkaian tausiyah dan doa bersama untuk rakyat Palestina. Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti ratusan peserta. Para peserta hadir mengenakan busana putih dan atribut Palestina sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia.
Meity Rahmatia mengatakan, kegiatan buka puasa bersama tersebut merupakan agenda rutin tahunan PT Meida Wisata. Tujuan acara ini adalah mempererat silaturahmi dengan para mitra dan jamaah. Ia menjelaskan, tema Palestina dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan yang tengah terjadi di wilayah tersebut.
Ia juga menyinggung kondisi kemanusiaan yang dialami masyarakat di wilayah tersebut, termasuk anak-anak yang mengalami kelaparan dan banyak keluarga yang kehilangan anggota keluarga akibat konflik. “Ini semua fenomena yang sangat menyedihkan,” jelasnya.
Menurut Meity, momentum Ramadan seharusnya menjadi sarana tazkiyah atau peningkatan kualitas iman bagi umat Islam, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan. “Dengan adanya kita saling membahu, karena muslim dengan muslim lainnya merupakan satu batang tubuh yang tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.
Ia juga mengajak umat Islam untuk meningkatkan empati dan kepedulian, baik melalui doa maupun dukungan materi. “Lewat doa yang ikhlas, mudah-mudahan bulan suci Ramadan ini membawa keberkahan, munajat kita terkabul. Allah memberi kedamaian dan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita di Palestina,” katanya.











