Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Kematian Mahasiswi DPRD Tebingtinggi Mencurigakan, Area Intim Berdarah

Kejanggalan dalam Kematian Mahasiswi UNIMED yang Menarik Perhatian

Kematian Maria Agustina Naibaho (23), seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan (UNIMED), menimbulkan banyak pertanyaan dan kecurigaan. Beberapa hal aneh yang terjadi di sekitar kematian korban menjadi perhatian masyarakat dan keluarga.

Luka Memar dan HP Terbelah

Menurut salah satu anggota keluarga korban, saat jenazah ditemukan di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan, tubuh Maria mengalami luka memar. Luka tersebut terdapat di bawah ketiak kiri, lutut, hingga bagian organ vitalnya yang berdarah. Selain itu, handphone korban disebut rusak terbelah. Hal ini menunjukkan adanya kejanggalan yang tidak biasa.

Pengakuan dari Keluarga

Mangatur Naibaho, ayah Maria, yang juga merupakan anggota DPRD Tebingtinggi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuat laporan resmi ke polisi. Tujuan dari laporan ini adalah untuk mengungkap penyebab pasti kematian putrinya. Ia menyatakan bahwa ada sedikit keraguan tentang kematian anaknya, karena beberapa tanda-tanda tidak wajar terlihat.

Pernah Mengeluh Sakit

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Maria sempat mengirim pesan kepada ibunya melalui WhatsApp. Dalam pesan tersebut, ia mengeluh sakit kepala dan suaranya menghilang. Namun, Mangatur tidak menjelaskan secara rinci isi pesan tersebut. Menurutnya, anak perempuannya tidak memiliki riwayat penyakit serius.

Penemuan Jasad di Kamar Kos

Penghuni indekos dan warga sekitar Jalan Rela, Kecamatan Medan Perjuangan, akhirnya heboh setelah mengetahui adanya penemuan jasad. Sanggam Elroi Marbun, pacar Maria, mendatangi kost korban di Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, ia tidak mendapatkan jawaban dari dalam kamar dan pintu dalam keadaan terkunci.

Sanggam kemudian meminta dua temannya untuk mendobrak pintu kamar. Setelah pintu terbuka, ia menemukan korban sudah meninggal dan tercium bau busuk dari kamar tersebut. Selanjutnya, Sanggam dan temannya memanggil Ibu Kost dan melaporkan kejadian tersebut kepada Pihak Kelurahan dan Polsek Medan Tembung.

Tidak Ada Tanda Kekerasan

Menurut Kompol Ras Maju Tarigan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah korban. Meskipun begitu, keluarga tetap merasa curiga dengan kejadian ini.

Peristiwa yang Membuat Syok

Mangatur Naibaho mengaku syok mendengar kabar kematian putrinya. Ia mendapatkan informasi tersebut saat sedang dalam perjalanan di bus dari Pekanbaru. Telepon dari sahabatnya memberikan kabar bahwa Maria sudah meninggal dunia di dalam kamar indekosnya.

Kesimpulan

Peristiwa kematian Maria Agustina Naibaho masih menjadi misteri. Banyak hal yang tidak biasa terjadi, mulai dari luka memar hingga handphone yang rusak. Keluarga dan pihak berwajib terus mencari kebenaran di balik kematian ini. Semoga investigasi dapat memberikan jawaban yang jelas dan memuaskan bagi semua pihak yang terlibat.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *