Penangkapan Pelaku Pencurian dengan Modus Pecah Kaca Mobil di Palangka Raya
Beberapa waktu terakhir, masyarakat Kota Palangka Raya dihebohkan oleh aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil. Aksi tersebut terjadi di berbagai titik di kota ini, namun akhirnya berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. Seorang pria berinisial H (21) ditangkap oleh Satreskrim Polresta Palangka Raya setelah diduga terlibat dalam beberapa kasus pencurian dari kendaraan yang diparkir di lokasi berbeda.
Salah satu kejadian yang dilaporkan terjadi pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Brigjen Katamso, samping Kantor DPRD Kalimantan Tengah, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut. Korban berinisial A.U.A (49), seorang wiraswasta, saat itu memarkirkan mobilnya ketika menghadiri kegiatan di Istana Isen Mulang. Namun setelah kegiatan selesai, korban mendapati kaca mobilnya pecah dan sebuah tas yang sebelumnya berada di dalam kendaraan telah hilang.
Tas tersebut berisi satu unit laptop Acer Aspire One, flashdisk, harddisk eksternal, serta power bank dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 10.350.000. Kejadian ini menjadi salah satu dari beberapa aksi pencurian yang dilakukan oleh pelaku.
Proses Pengungkapan Kasus
Kanit Jatanras Polresta Palangka Raya, Iptu Helmi Hamdani mengatakan, pengungkapan kasus dilakukan setelah petugas mengumpulkan sejumlah petunjuk di lapangan dan keterangan saksi. “Bisa terungkap karena kami melakukan penyelidikan berdasarkan petunjuk-petunjuk yang kami dapatkan di lapangan dan keterangan saksi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (14/3/2026).
Setelah rangkaian penyelidikan dilakukan, polisi akhirnya menangkap terduga pelaku di kawasan Jalan Lintas Palangka Raya–Bukit Rawi, Kelurahan Pahandut Seberang, Kecamatan Pahandut. Saat diamankan, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan maupun berkaitan dengan aksi pencurian tersebut. Di antaranya sepeda motor Honda Vario warna merah maroon, dua helm, tas selempang, obeng, uang tunai Rp750 ribu, serta pakaian yang diduga digunakan saat menjalankan aksinya.
Riwayat Aksi Pelaku
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga pelaku telah berulang kali menjalankan aksi pecah kaca mobil di sejumlah titik berbeda di Kota Palangka Raya. Salah satu aksi yang terungkap terjadi pada 17 Februari 2026 sekitar pukul 14.30 WIB di Jalan D.I. Pandjaitan. Saat itu pelaku diduga memecah kaca mobil Toyota Ayla dan membawa kabur uang tunai sebesar Rp1,6 juta.
Aksi serupa kembali terjadi pada 10 Maret 2026 sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Brigjen Katamso. Pelaku diduga memecah kaca mobil Toyota Rush warna putih dan mengambil satu unit laptop Acer E11. Masih di lokasi yang sama pada hari itu, pelaku juga diduga memecah kaca mobil Toyota warna biru dan mengambil sejumlah kartu berharga, lalu memecah kaca mobil Xenia dan membawa uang tunai Rp1,3 juta.
Selain itu, pelaku sempat merusak kaca mobil Honda Brio hitam di Jalan D.I. Pandjaitan, namun tidak membawa barang apa pun dari dalam kendaraan. Aksi terakhir yang terungkap terjadi pada 12 Maret 2026 sekitar pukul 11.00 WIB di Jalan D.I. Pandjaitan. Dalam kejadian tersebut, pelaku diduga memecah kaca mobil Toyota Calya hitam dan mengambil tas hitam berisi uang kuno serta sejumlah barang lainnya.
Proses Penyidikan dan Imbauan untuk Masyarakat
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya, AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol mengatakan, pelaku saat ini masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut. “Pelaku berhasil diamankan setelah dilakukan serangkaian penyelidikan oleh tim Satreskrim,” katanya.
Menurut Eka, penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya barang bukti lain yang belum ditemukan. “Saat ini pelaku masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut dan kami juga terus melakukan pengembangan untuk menelusuri barang bukti hasil kejahatan yang belum ditemukan,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan saat diparkir. “Lebih waspada dan tidak meninggalkan barang berharga di dalam mobil untuk menghindari kejadian serupa,” pungkasnya.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











