Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

KPK tangkap Bupati Cilacap dan pejabat, uang tunai disita

Operasi Tangkap Tangan KPK di Cilacap: 27 Orang Diamankan, Termasuk Bupati dan Pejabat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang menarik perhatian publik. Kali ini, giliran Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap yang diamankan.

Penangkapan berlangsung pada Jumat (13/3/2026) siang dan berlanjut hingga malam hari. Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap, Sadmoko Danardono, serta beberapa pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dibawa ke Mapolresta Banyumas, Jawa Tengah. Mereka menjalani pemeriksaan awal selama kurang lebih lima jam, sejak pukul 16.15 WIB hingga 21.37 WIB.

Saat keluar dari gedung pemeriksaan, Syamsul tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang dan masker. Tanpa memberikan keterangan kepada awak media, ia langsung menuju kendaraan Daihatsu Xenia bernomor polisi F 1203 FBK yang telah disiapkan. Sejumlah pejabat Pemkab Cilacap lainnya juga digiring menuju Stasiun Purwokerto menggunakan tujuh mobil yang disiapkan untuk membawa mereka yang sebelumnya menjalani pemeriksaan.

Setibanya di stasiun, rombongan ditempatkan di ruang tunggu VIP. Tim penyidik KPK terlihat membawa tas ransel dan koper, sebelum akhirnya mereka diberangkatkan ke Jakarta menggunakan KA Purwojaya jurusan Gambir, Jakarta Pusat.

Momen Shalat Ashar

Di tengah proses pemeriksaan, Sekda Cilacap Sadmoko Danardono sempat keluar menuju masjid di kompleks Polresta Banyumas untuk melaksanakan Shalat ashar. Sadmoko didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Diskominfo Buddy Haryanto, Kepala Dispermades Heru Kurniawan, Kepala DPKUKM Oktrivianto Subekti, dan Kepala Dinsos Ichlas Riyanto.

Saat ditanya mengenai OTT KPK, Sadmoko hanya menjawab singkat, “Ikuti saja,” menandakan bahwa dirinya akan menjalani seluruh proses hukum yang berlaku.

27 Orang Diamankan

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa total ada 27 orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan di Cilacap. “Benar hari ini KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Kabupaten Cilacap. Di mana hari ini tim mengamankan sejumlah 27 orang, salah satunya adalah Bupati Cilacap,” kata Budi di hadapan awak media, Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).

Mereka terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari penyelenggara negara, aparatur sipil negara (ASN), hingga pihak swasta. Menurut Budi, penindakan ini berkaitan dengan dugaan praktik korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Cilacap.

Barang Bukti Uang Tunai

Dalam operasi tersebut, KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai. Meski belum dijelaskan secara rinci jumlahnya, uang tersebut diduga terkait dengan aliran dana proyek atau bahkan Tunjangan Hari Raya (THR). Namun, KPK menegaskan bahwa hal ini masih dalam proses pendalaman.

“Barang bukti yang diamankan salah satunya adalah dalam bentuk uang tunai. Saat ini yang teridentifikasi rupiah,” ujar Budi.

Profil Singkat Bupati Syamsul Auliya Rachman

Syamsul Auliya Rachman merupakan kepala daerah yang baru setahun menjabat. Syamsul Auliya Rachman lahir pada 30 November 1985, ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025–2030.

Syamsul dikenal sebagai politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan menjabat sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Cilacap periode 2021–2026. Penangkapan ini tentu menjadi sorotan, mengingat usianya yang relatif muda dan karier politiknya yang tengah menanjak.

Sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring OTT. Hingga kini, seluruh pihak masih menjalani pemeriksaan intensif sebelum dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.

“Ini masih dilakukan pemeriksaan di sana ya, nanti akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Nanti kami akan sampaikan progresnya seperti apa,” tambah Budi.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *