Peristiwa Longsoran Sampah di TPST Bantargebang
Pada hari Minggu (8/3/2026), sebuah peristiwa tragis terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sebuah gunung sampah tiba-tiba longsor dan menimpa sejumlah truk pengangkut sampah yang sedang mengantre untuk membuang muatan. Peristiwa ini terjadi sekira pukul 14.30 WIB.
Saat itu, sejumlah truk dari Pemprov DKI Jakarta sedang berada di antrian untuk membuang sampah. Tiba-tiba, tumpukan sampah yang sangat besar longsor ke arah truk tersebut. Akibatnya, sopir truk sampah yang sedang menunggu tertimbun oleh longsoran sampah. Selain para sopir, pemulung serta warga yang berada di dekat warung juga menjadi korban dalam peristiwa ini.
Seorang saksi mata menyampaikan bahwa warga yang ada di warung juga ikut tertumpuk longsoran sampah. Dari informasi yang diperoleh, lima sopir truk sampah serta lima warga dan pemulung menjadi korban dalam kejadian tersebut. Dari lima sopir tersebut, dua orang dilaporkan selamat dan kini menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, dua orang warga perempuan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Mereka ditemukan di sekitar warung dalam kondisi tertimbun sampah.
Respons DLH DKI Jakarta
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto segera merespons kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa operasi tanggap darurat langsung diaktifkan setelah menerima laporan. Fokus utama dari operasi ini adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun material longsor.
Operasi penanganan dilakukan secara gabungan dengan melibatkan berbagai unsur seperti Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Polsek Bantargebang, serta Koramil 05/Bantargebang. Asep juga memimpin langsung operasi penanganan di lokasi kejadian.
DLH DKI Jakarta turut menyampaikan duka cita atas korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan data sementara, tiga orang meninggal dunia akibat longsor di TPST Bantargebang. Ketiganya yakni Sumini (60), pemilik warung di sekitar lokasi; Dedi Sutrisno, pengemudi truk Sudin LH Jakarta Pusat; serta Endah Widayati (25), seorang pemulung. Selain itu, seorang pengemudi truk Sudin LH Jakarta Selatan bernama Slamet mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
Proses Evakuasi dan Penanganan
Dalam proses evakuasi, dari total tujuh truk yang terdampak longsoran, sebanyak lima unit telah berhasil dikeluarkan dari timbunan material. Sementara dua truk lainnya masih dalam proses evakuasi. Tim gabungan hingga kini masih terus bekerja di lokasi untuk mempercepat proses evakuasi kendaraan yang tertimbun.
DLH DKI Jakarta juga memastikan seluruh Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang menjadi korban akan mendapatkan santunan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, biaya pengobatan korban luka akan ditanggung pemerintah daerah. Santunan sosial juga akan diberikan kepada korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang tidak berstatus PJLP.
Untuk mendukung proses penanganan, DLH bersama tim gabungan mengerahkan 13 unit ekskavator guna membuka timbunan material longsor. Dua unit ambulans dari DLH DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi juga disiagakan di lokasi.
Di sisi lain, upaya stabilisasi area juga langsung dilakukan untuk mencegah potensi longsor susulan. Penataan serta penguatan zona timbunan dilakukan secara bertahap agar kondisi kembali aman untuk aktivitas operasional.
Situasi Terkini
Meski proses penanganan masih berlangsung, DLH memastikan layanan pengelolaan sampah tetap berjalan. Salah satunya dengan membuka satu titik pembuangan sementara di TPST Bantargebang pada malam hari agar ritase truk sampah dari Jakarta tetap lancar. Sementara itu, dua titik buang lainnya masih dalam tahap perapihan.
DLH juga meminta jajaran Suku Dinas Lingkungan Hidup di wilayah DKI Jakarta untuk sementara menunda pengiriman sampah ke TPST Bantargebang hingga proses evakuasi selesai.
Empat Orang Ditemukan Tewas
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro menyatakan bahwa saat ini sudah empat orang yang dilaporkan tewas dalam kejadian tersebut. Keempat korban diketahui merupakan sopir truk pengangkut sampah. Saat ini, keempat jenazah korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











