Kualitas udara di beberapa kota besar di Indonesia tercatat dalam kondisi sehat pada pagi hari ini, Selasa (3/3). Berdasarkan data dari situs IQAir yang diakses pukul 07.10 WIB, wilayah-wilayah seperti Batam, Bandung, Tangerang, dan beberapa daerah lainnya memiliki indeks kualitas udara (AQI) di bawah 50.
Menurut penjelasan IQAir, kualitas udara yang baik menjadi waktu yang ideal untuk melakukan aktivitas di luar ruangan tanpa adanya risiko signifikan terhadap kesehatan. Hal ini sangat penting karena kualitas udara yang baik dapat membantu mencegah paparan polutan berbahaya yang bisa memengaruhi sistem pernapasan.
Berikut adalah daftar kota-kota di Indonesia dengan kualitas udara terbaik pada pagi hari ini:
- Batam, Kepulauan Riau – AQI 0 (kategori baik)
- Bandung, Jawa Barat – AQI 17 (kategori baik)
- Tangerang, Banten – AQI 37 (kategori baik)
- Tangerang Selatan, Banten – AQI 42 (kategori baik)
- Serpong, Banten – AQI 43 (kategori baik)
- Badung, Bali – AQI 44 (kategori baik)
- Jakarta – AQI 44 (kategori baik)
Di sisi lain, kota Pontianak, Kalimantan Barat, menjadi wilayah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada pagi hari ini. Dengan skor AQI mencapai 193, kualitas udara di Pontianak termasuk dalam kategori “tidak sehat”.
Dalam kondisi kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung atau paru-paru, dapat mengalami dampak negatif terhadap kesehatan. Untuk itu, IQAir menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika diperlukan.
Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memberikan imbauan serupa, terutama bagi mereka yang tinggal di area dengan tingkat pencemaran udara tinggi.
Secara global, beberapa kota besar memiliki kualitas udara yang lebih buruk dibandingkan Indonesia. Di antaranya adalah:
- Lahore, Pakistan – AQI 358 (kategori berbahaya)
- Dhaka, Bangladesh – AQI 220 (kategori sangat tidak sehat)
- Beijing, Cina – AQI 195 (kategori tidak sehat)
- Delhi, India – AQI 192 (kategori tidak sehat)
- Kinshasa, Republik Demokratik Kongo – AQI 172 (kategori tidak sehat)
Sementara itu, kota Batam di Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan kualitas udara terbaik di dunia, dengan skor AQI 0. Diikuti oleh Canberra, Australia (AQI 4), dan Lake City, Amerika Serikat (AQI 5).
Indeks AQI merupakan alat pengukuran yang digunakan untuk menilai kualitas udara berdasarkan konsentrasi polutan. Indeks ini biasanya menghitung enam jenis polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.
Adapun kategori kualitas udara berdasarkan skor AQI adalah sebagai berikut:
- Baik: 0–50
- Sedang: 51–100
- Tidak sehat untuk kelompok sensitif: 101–150
- Tidak sehat: 151–200
- Sangat tidak sehat: 200–299
- Berbahaya: 300–500
Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan populasi tertentu, sedangkan kualitas udara berbahaya dapat menyebabkan efek kesehatan yang serius bagi seluruh populasi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap memperhatikan informasi kualitas udara dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











