Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Dua Tersangka Bacok Kitin Yogatama di Depan Istri dan Anak di Bantul

Penangkapan Dua Pelaku Pembunuhan Kitin Yogatama Rustamaji

Pihak kepolisian akhirnya berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan terhadap Kitin Yogatama Rustamaji (35), warga Kaliurang, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu Kabupaten Bantul. Kedua tersangka yang ditetapkan oleh Polres Bantul adalah SS (29) dan FS (22). Mereka kini menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengonfirmasi penangkapan ini dan menyampaikan hasil pemeriksaan awal terhadap kedua tersangka. Salah satu motif utama dari tindakan mereka adalah rasa sakit hati terhadap ucapan korban. “Motif tersangka karena sakit hati dengan ucapan korban,” ujar Iptu Rita saat dikonfirmasi.

SS, yang merupakan buruh harian lepas asal Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, ternyata adalah rekan korban. Kitin melontarkan kata-kata yang menyinggung perasaan SS hingga akhirnya membuat tersangka memiliki niat jahat untuk membacok korban. Kejadian ini terjadi saat korban sedang tidur bersama anak dan istri di rumah.

Sementara itu, FS, yang masih berstatus sebagai pelajar/mahasiswa, bertindak sebagai komplotan dengan mengantarkan pelaku ke tempat kejadian perkara (TKP). “FS bertindak sebagai pengendara dan membocengkan eksekutor saat kejadian masih dalam proses penyelidikan,” jelas Iptu Rita.

Meski demikian, Iptu Rita belum dapat membeberkan secara detail ancaman hukuman yang akan diterima oleh tersangka SS. Yang jelas, tersangka disangkakan dengan Pasal terkait pembunuhan.

Kronologi Kejadian

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kitin Yogatama Rustamaji tewas setelah dibacok orang tak dikenal (OTK) pada Rabu (25/2/2026) pagi. Ria Praditasari (33), istri korban, menceritakan kronologi kejadian tersebut. Saat itu, ia sedang tidur bersama korban dan anaknya di ruang tengah.

Tiba-tiba, ia mendengar suara orang membuka pintu, sehingga terbangun dan melihat OTK masuk serta mengayunkan senjata sejenis parang. “Ada orang yang enggak tahu itu siapa yang enggak begitu kelihatan mukanya karena tertutup sabo dan helm. Terus tahu bawa senjata,” ungkap Ria kepada wartawan.

Ria mencoba menangkis serangan tersebut dengan tangannya, namun tiga jari kanannya luka. Sementara itu, korban mengalami luka di wajah dan tubuh hingga meninggal dunia. Istri korban sempat berteriak, sehingga OTK bergegas kabur dan melewati pintu depan rumah korban.

Adapun OTK yang melakukan pembacokan hanya satu orang, sementara rekannya menunggu di kendaraan sepeda motor yang berada di bagian samping rumah korban.

Penangkapan Pelaku

Sebelumnya, polisi berhasil menangkap dua orang yang terlibat dalam pembacokan yang berujung pada kematian korban Kitin Yogatama Rustamaji. Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan bahwa dua orang tersebut adalah SS (29) dan FS (22).

Mereka merupakan warga Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. SS bertindak sebagai eksekutor dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara FS bertindak sebagai pengendara yang membocengkan eksekutor.

Penangkapan dilakukan oleh Resmob Polres Bantul bersama Tim Opsnal Jatanras Polda DIY dan Reskrim Poldek Sedayu di daerah Sedayu, Kabupaten Bantul pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Dari hasil penyelidikan, tersangka SS telah mengenal korban sebelum kejadian. Sementara itu, FS masih dalam tahap pemeriksaan. Motif pelaku juga masih dalam pendalaman.

“Untuk barang bukti tindak kejahatan masih dalam proses pencarian,” tambah Iptu Rita.

Tewas Setelah Sahur

Diberitakan sebelumnya, Kitin Yogatama Rustamaji (36) tewas seusai dibacok orang tak dikenal (OTK) pada Rabu (25/2/2026) pagi. Dukuh Kaliurang, Aprilia Putranto, mengungkapkan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 05.00 WIB. Ia diberi informasi oleh warga setempat tentang kejadian pembunuhan dan diminta untuk datang ke lokasi kejadian.

Saat tiba di TKP, korban sudah tidak bernyawa. Aprilia langsung menghubungi pihak kepolisian untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.


Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *