Mengapa Lutut Bunyi Saat Melakukan Squat dan Apa yang Harus Dilakukan?
Squat adalah salah satu gerakan dasar dalam latihan kekuatan dan fungsional. Namun, tidak sedikit orang yang mengalami bunyi “klik” atau “pop” di lutut saat melakukan squat, yang kadang disertai nyeri dan ketidaknyamanan. Suara ini bisa terdengar seperti retak, letupan kecil, atau gesekan mekanis di dalam sendi lutut.
Suara pada lutut semacam ini bisa membuat seseorang khawatir, terutama jika disertai sensasi nyeri atau muncul tiba-tiba saat melakukan repetisi squat. Pada saat yang sama, suara lutut bisa terjadi pada orang yang sehat dan aktif tanpa menunjukkan adanya kerusakan serius. Namun, jika tidak diperhatikan, nyeri saat squat bisa menjadi tanda masalah yang perlu ditangani.
1. Kenapa Lutut Bunyi Saat Squat?
Lutut bunyi saat squat lebih seringnya bukan tanda kerusakan serius. Mekanisme fisiologis normal dapat menghasilkan suara ketika sendi bergerak:
- Di dalam sendi lutut terdapat cairan sinovial atau cairan pelumas. Perubahan tekanan mendadak saat lutut ditekuk dapat memicu terbentuknya gelembung gas kecil, yang kemudian meletus dan menghasilkan bunyi “pop”. Proses ini dikenal sebagai kavitasi dan umumnya tidak berbahaya.
- Tendon atau ligamen yang menggeser permukaan tulang saat fleks dan ekstensi juga bisa menciptakan suara ketika “melewati” tonjolan tulang, tetapi tanpa rasa sakit.
- Bunyi ini disebut krepitus, dan banyak orang mengalaminya saat berbagai aktivitas, termasuk squat, berjalan, atau bangun dari duduk. Selama tidak disertai nyeri, pembengkakan, atau keterbatasan gerak, suara lutut semacam ini biasanya merupakan fenomena mekanis normal.
Namun, ketika suara disertai nyeri, terutama yang tajam, seperti tertarik atau menusuk, itu bisa menandakan adanya masalah struktural.
2. Penyebab Lutut Bunyi yang Disertai Nyeri
Jika lutut kamu berderit atau berbunyi “pop” saat squat dan disertai nyeri, ini tidak boleh diabaikan. Beberapa penyebab yang perlu diwaspadai meliputi:
-
Robekan meniskus
Meniskus adalah struktur kartilago berbentuk C yang berfungsi sebagai peredam benturan. Robekan meniskus, baik karena trauma atau penggunaan berulang, dapat menyebabkan suara “klik” atau “pop” yang tajam serta nyeri dan kadang sensasi seperti terkunci pada lutut. -
Patellofemoral pain syndrome (PFPS)
PFPS sering disebut sebagai runner’s knee, yaitu nyeri di sekitar atau di bawah patella (tempurung lutut). Penyebabnya berkisar dari ketidakseimbangan otot paha depan dan belakang (quad dan hamstring), hingga alur patella yang kurang ideal. Suara bisa muncul akibat gesekan tidak sempurna antara patella dan tulang paha. -
Penipisan kartilago dan osteoartritis
Dengan bertambahnya usia atau akibat penggunaan berulang, lapisan kartilago bisa menipis, menyebabkan permukaan tulang bergesekan dan menghasilkan suara gesekan atau krepitus, sering disertai nyeri dan kekakuan. Gejala waspada lain yang perlu diperhatikan adalah pembengkakan, lutut sulit ditekuk, atau sensasi lutut tidak stabil/goyah saat menggunakan beban.
3. Pertolongan Pertama Saat Lutut Bunyi dan Nyeri
Berikut ini langkah-langkah pertolongan pertama saat lutut bunyi dan nyeri:
-
Perhatikan gejala
Pertama, bedakan apakah bunyi tersebut tanpa nyeri atau dengan nyeri. Bunyi tanpa nyeri yang muncul sesekali biasanya tidak perlu dikhawatirkan dan bisa dianggap bagian dari variasi normal sendi. Namun, jika suara tersebut disertai nyeri, berhenti dulu latihan berat, dan lakukan pendekatan berikut ini: -
RICE: Rest, Ice, Compression, Elevation
Metode klasik RICE tetap berlaku sebagai pertolongan awal: - Rest (istirahat): Hentikan squat atau aktivitas berat terlebih dahulu.
- Ice (kompres dingin): Kompres area lutut selama 10–15 menit beberapa kali sehari untuk mengurangi inflamasi.
- Compression (kompresi): Gunakan perban atau bebat elastis untuk mengurangi bengkak.
-
Elevation (meninggikan): Tinggikan kaki saat beristirahat untuk membantu aliran darah dan menurunkan pembengkakan.
-
Evaluasi teknik dan beban latihan
Sering kali, nyeri saat squat muncul karena teknik yang kurang tepat, seperti lutut yang condong terlalu jauh atau menutup jalur ideal gerak. Pola squat yang buruk dapat memberikan tekanan berlebih pada sendi lutut. Sesuaikan beban dan kedalaman squat, serta pertimbangkan latihan progresif beban yang ringan sambil memperbaiki teknik. -
Peregangan dan penguatan otot penyangga
Menguatkan otot paha depan, hamstring, bokong, dan pinggul membantu stabilisasi sendi lutut, yang dapat mengurangi tekanan berlebih pada permukaan sendi. Latihan seperti straight-leg raises, clamshells, dan hip bridges direkomendasikan sebelum kembali ke squat.
4. Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?

Jika setelah istirahat dan modifikasi latihan nyeri tidak berkurang dalam 1–2 minggu, atau jika kamu mengalami pembengkakan yang menetap, kesulitan menekuk atau meluruskan lutut, atau sensasi lutut tiba-tiba terasa goyah atau ambruk, segera konsultasikan fisioterapis atau dokter ortopedi. Nyeri yang terjadi saat squat, terutama jika terkait dengan sendi yang tampak terkunci, nyeri tajam, atau gangguan fungsi, dapat menunjukkan kerusakan struktur meniskus, ligamen, atau tulang rawan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Lutut bunyi saat squat umum terjadi dan sering kali tidak berbahaya selama tidak disertai nyeri atau gejala lain yang mengganggu. Namun, ketika lutut bunyi disertai nyeri, pembengkakan, atau instabilitas, itu adalah alarm tubuh yang perlu ditanggapi dengan lebih serius. Pertolongan pertama dengan istirahat, kompres, evaluasi teknik, dan penguatan otot dapat membantu meredakan gejala ringan. Jika gejala berlanjut atau memburuk, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk memastikan bahwa lutut kamu mendapatkan perawatan yang tepat.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











