Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Jaga kebugaran saat puasa! Waktu dan tips olahraga aman

Waktu Terbaik untuk Berolahraga Saat Puasa

Bulan Ramadhan telah tiba, dan dengan itu kembali berlakunya kewajiban menjalankan ibadah puasa. Selama masa ini, menjaga kesehatan dan kebugaran menjadi hal yang sangat penting agar aktivitas harian tetap lancar. Salah satu cara untuk menjaga kondisi tubuh adalah dengan tetap rutin berolahraga. Namun, karena pola hidup selama puasa berbeda dari biasanya, kita perlu memperhatikan waktu dan intensitas olahraga agar tidak membahayakan kesehatan.

Secara umum, ada tiga waktu yang sering dipilih untuk berolahraga saat puasa: setelah sahur, sebelum buka puasa, dan setelah buka puasa. Setiap waktu memiliki manfaat dan risiko masing-masing. Berikut penjelasan mengenai ketiganya.

Olahraga Setelah Sahur

Olahraga setelah sahur bisa menjadi pilihan yang baik karena tubuh masih memiliki energi dari makanan yang dikonsumsi saat sahur. Namun, jarak antara waktu sahur dan buka puasa cukup jauh, sehingga energi yang digunakan selama olahraga bisa terkuras lebih cepat. Hal ini dapat menyebabkan tubuh menjadi lelah dan menurunkan produktivitas sepanjang hari.

Olahraga Sebelum Buka Puasa

Beberapa orang memilih berolahraga sebelum buka puasa karena waktu berbuka lebih dekat, sehingga energi yang hilang bisa segera tergantikan. Namun, tubuh yang sudah lemas akibat puasa sepanjang hari mungkin tidak mampu mencapai intensitas olahraga yang diinginkan. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan jenis dan durasi olahraga agar tetap bermanfaat tanpa membebani tubuh.

Olahraga Setelah Buka Puasa

Olahraga setelah buka puasa dianggap sebagai waktu terbaik menurut penelitian karena tubuh sudah mendapatkan energi dari makanan. Namun, kekurangan dari waktu ini adalah jaraknya yang dekat dengan waktu tidur, sehingga dapat meningkatkan risiko gangguan tidur di malam hari. Untuk mencegah hal ini, disarankan memberikan jeda sekitar 1-2 jam antara waktu olahraga dan tidur malam, agar tubuh memiliki kesempatan untuk menurunkan suhu tubuh dan menormalkan detak jantung.

Jika ingin berolahraga setelah berbuka puasa, konsumsi makanan yang sederhana terlebih dahulu, seperti buah potong, biskuit, atau kurma, agar tubuh mendapat energi tanpa membebani pencernaan. Saat berolahraga, Anda dapat mengonsumsi camilan seperti protein bar atau minuman elektrolit untuk menjaga stamina. Lalu, konsumsi makanan besar yang seimbang setelah selesai berolahraga agar pemulihan tubuh optimal.

Jenis Olahraga yang Disarankan

Selain menentukan waktu olahraga, olahraga yang dilakukan selama bulan puasa juga sebaiknya tetap memperhatikan unsur olahraga yang baik meliputi latihan cardio, latihan kekuatan (beban), dan kelenturan. Intensitas dan volume olahraga selama bulan puasa perlu dikurangi dan disesuaikan, terutama pada minggu pertama. Pada minggu ketiga dan keempat, intensitas olahraga dapat ditingkatkan secara bertahap sampai kembali seperti semula.

Penyesuaian ini penting dilakukan, mengingat selama bulan puasa tubuh mengalami banyak perubahan akibat pola makan, pola tidur, serta waktu latihan dan beraktivitas.

Fokus pada Kesehatan, Bukan Performa

Dokter Taufan Favian Reyhan, Sp.KO dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, menegaskan bahwa olahraga selama bulan puasa sebaiknya tidak ditargetkan untuk meningkatkan performa, namun lebih difokuskan pada pemeliharaan kebugaran tubuh dan menjaga agar berat badan tidak naik. Dengan demikian kondisi kesehatan tubuh dapat tetap optimal dan ibadah puasa dapat tetap berjalan lancar.

Layanan Komprehensif untuk Kesehatan Olahraga

Untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima, konsultasi dengan ahli gizi, pemeriksaan kesehatan (MCU), serta konsultasi persiapan olahraga dapat membantu menentukan pola latihan yang tepat. Sport Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) Mayapada Hospital menawarkan layanan komprehensif, mulai dari program pencegahan cedera olahraga, skrining sebelum olahraga, hingga peningkatan performa olahraga.

Dilengkapi dengan tim dokter multidisiplin dan fisioterapis profesional serta fasilitas modern seperti gym, VO2 Max, dan Body Composition Analysis, SITPEC membantu mengoptimalkan program latihan agar olahraga tetap aman dan efektif selama bulan puasa.

Mayapada Hospital juga menyediakan aplikasi MyCare yang memudahkan pasien untuk menentukan jadwal pemeriksaan, konsultasi dokter, hingga mengakses layanan kegawatdaruratan. Aplikasi ini juga memiliki fitur Health Articles & Tips yang berisikan informasi dan tips untuk mendukung gaya hidup sehat Anda, ditambah dengan fitur Personal Health yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit untuk memantau aktivitas olahraga serta kebugaran Anda, seperti jumlah langkah harian, kalori yang terbakar, detak jantung, hingga Body Mass Index (BMI).

Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *