Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Detik-detik Bocah Sukabumi Tewas, Tubuh Melepuh Diduga Disiram Air Panas oleh Ibu Tiri

Video Bocah 12 Tahun dengan Luka Bakar Viral di Sukabumi

Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah berusia 12 tahun, NS, dalam kondisi kritis akibat luka bakar hampir di seluruh tubuhnya viral di media sosial. Kejadian ini menimbulkan kekecewaan dan rasa prihatin dari masyarakat luas, terutama setelah ditemukan bahwa korban sempat menunjuk ibu tirinya saat ditanya penyebab luka yang dialaminya.

Dalam video yang dibagikan oleh akun Instagram @fyiindonesian, NS terlihat terbaring lemah di ruang IGD RSUD Jampang Kulon. Pada tubuhnya terdapat luka bakar yang diduga akibat siraman air panas. Saat ditanya mengapa tubuhnya penuh luka, NS dengan sisa tenaga mengarahkan telunjuknya ke arah sang ibu tiri yang ada di ruangan tersebut. Ucapan lirihnya, “Tuh, tuh…”, menjadi bukti bahwa ia menyadari adanya perbuatan tidak wajar dari orang terdekatnya.

Reaksi Emosional Ayah Korban

Tindakan NS yang menunjuk ibu tirinya membuat ayah kandungnya, Anwar Satibi, emosi. Di hadapan petugas kepolisian, Anwar langsung meledak dan memukul istrinya. Isak tangis dan amarah meluap di ruangan itu, namun petugas polisi langsung menghardik sang ayah agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Anwar hanya bisa menangis dan merutuki kenyataan bahwa anak sulungnya menderita di tangan orang terdekat. NS meninggal dunia tak lama setelah memberikan kesaksian tersebut, meninggalkan pertanyaan besar tentang penyebab kematian yang masih dalam penyelidikan.

Hasil Autopsi dan Penyelidikan

Hasil autopsi menemukan luka bakar di beberapa bagian tubuh korban, termasuk lengan, kaki, punggung, bibir, dan hidung. Namun, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan karena luka-luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian. Tim forensik masih menunggu hasil uji laboratorium lanjutan untuk mengetahui apakah ada zat-zat lain di dalam organ korban.

Kepala Instalasi Forensik RS Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Sukabumi, Kombes dr. Carles Siagian, menjelaskan bahwa proses autopsi berlangsung sekitar 2,5 hingga 3 jam. Beberapa organ vital seperti jantung dan paru-paru juga diperiksa. Ditemukan sedikit pembengkakan pada paru-paru, namun belum diketahui apakah itu disebabkan oleh penyakit bawaan atau tidak.

Carles juga menyebutkan bahwa tidak ditemukan tanda kekerasan tumpul pada tubuh korban. Namun, ada luka lama di area bibir atas dan dekat hidung yang sudah menjadi luka permanen, meskipun belum bisa dipastikan apakah sebelumnya akibat benda tumpul yang tidak sembuh.

Proses Penyelidikan Masih Berlangsung

Kasus ini menjadi perhatian serius karena korban masih berusia anak-anak. Pihak rumah sakit akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyampaikan perkembangan lebih lanjut kepada publik. Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.




Zaiful Aryanto

Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *