Penangkapan Pria yang Diduga Menyerang Anggota Brimob di Manado
Pada dini hari Kamis (12/2/2026), sebuah peristiwa kekerasan terjadi di Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado. Seorang pria berinisial J.D. (21) ditangkap oleh Tim Delta Resmob Polresta Manado bersama Resmob Polda Sulut setelah diduga melakukan penyerangan terhadap anggota Brimob Bripda Daniel Yohanes menggunakan panah wayer. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran terkait tindakan kekerasan yang kian marak di wilayah tersebut.
Pelaku saat ini sedang dalam proses hukum di Satreskrim Polresta Manado. Penangkapan dilakukan setelah tim operasional berhasil mengamankan J.D. dan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi tersebut. Barang bukti yang diamankan antara lain satu buah anak panah wayer, jaket hoodie warna biru navy, kaus hijau penutup wajah, celana training warna hijau, serta satu helm hitam bertuliskan Honda.
Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto menjelaskan bahwa pelaku diduga melakukan penganiayaan dengan senjata tajam jenis panah wayer terhadap korban yang merupakan anggota Polri. Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Polresta Manado untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Terhadap pelaku diberikan tindakan tegas terukur sebagai bagian dari penegakan hukum,” ujar AKP Elwin dalam keterangan resmi.
Sebelum diserahkan ke penyidik, J.D. lebih dulu diamankan oleh Tim Resmob Polda Sulawesi Utara. Anggota juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi tersebut. Saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.
Upaya Polisi dalam Mengantisipasi Tawuran
Beberapa hari terakhir, Kota Manado sering dilaporkan mengalami tawuran antar kelompok warga. Untuk mengantisipasi hal tersebut, polisi tidak tinggal diam. Anggota dari Polresta Manado, dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Elwin Kristanto, melakukan patroli rutin di lokasi-lokasi yang sering menjadi tempat tawuran.
Patroli dilakukan setiap malam oleh anggota Resmob yang piket. Bahkan, AKP Elwin turun langsung untuk mengecek dan melakukan langkah-langkah pencegahan. Beberapa lokasi yang sering menjadi sasaran patroli antara lain:
- Sindulang
- Kampung Mayondi
- Pasar Unyil
- Karombasan
Jarak antara kantor Polresta Manado ke Pasar Karombasan adalah 5,8 km atau bisa ditempuh dengan 18 menit menggunakan kendaraan via Jl. Sam Ratulangi. Sementara jarak Polresta Manado ke Pasar Unyil Singkil adalah 2,3 km atau bisa ditempuh dengan 8 menit naik kendaraan lewat Jl. Walanda Maramis.
AKP Elwin menjelaskan bahwa salah satu lokasi yang paling rawan adalah Pasar Unyil Singkil. “Seperti dilihat sendiri meskipun ada anggota tetap saja terjadi tawuran, di sini kita butuh kerja sama dengan masyarakat. Kalau ada anak-anak muda yang mulai kumpul-kumpul kami mohon para orang tua langsung bubarkan saja agar tidak ada yang provokasi,” ungkapnya.
Imbauan kepada Masyarakat
Kasi Humas Polresta Manado mengimbau masyarakat agar tidak membawa senjata tajam dan tidak melakukan tindakan kekerasan. “Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membawa senjata tajam dan tidak melakukan tindakan melawan hukum. Mari bersama menjaga keamanan dan ketertiban. Mapalus Torang Jaga Manado Aman,” tegasnya.
Polisi juga memastikan akan terus melakukan patroli dan penindakan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Manado tetap aman dan kondusif.
Profil Kota Manado
Kota Manado adalah ibu kota dari Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Kota ini memiliki 11 kecamatan serta 87 kelurahan dan desa. Manado terletak di Teluk Manado, dan dikelilingi oleh daerah pegunungan serta pesisir pantainya merupakan tanah reklamasi.
Kota ini memiliki populasi penduduk sekitar 459.409 jiwa pada akhir tahun 2024, dengan kepadatan penduduk mencapai 2.800 jiwa/km². Dengan jumlah penduduk yang cukup besar, Manado menjadi salah satu kota terbesar di Pulau Sulawesi setelah Kota Makassar.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











