Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Kasal Muhammad Ali Ungkap Modus Baru Penyelundupan Timah di Bangka Belitung

Kepala Staf TNI AL Ungkap Modus Penyelundupan Timah yang Semakin Canggih

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Muhammad Ali mengungkapkan bahwa praktik penyelundupan timah di wilayah Kepulauan Bangka Belitung semakin canggih dan berubah modus. Para pelaku menggunakan berbagai cara untuk menyamarkan muatan timah agar lolos dari pemeriksaan petugas.

Modus yang terdeteksi adalah dengan mengamuflase timah dan mineral ikutan di antara hasil laut seperti udang dan ikan. Hal ini dilakukan agar muatan terlihat seperti komoditas perikanan biasa saat diperiksa di pelabuhan maupun di laut. Dengan demikian, para pelaku bisa menghindari pemeriksaan yang ketat.

Upaya Pencegahan Penyelundupan

Menurut Kasal, upaya penyelundupan melalui jalur laut semakin variatif setelah sejumlah pengungkapan kasus berhasil dilakukan oleh aparat TNI AL. “Penyelundupan ini berbagai macam upaya, modusnya berubah-ubah. Setelah kita berhasil menggagalkan beberapa jenis penyelundupan lewat laut, pelaku meng-cover dengan berbagai cara,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara Satgas Khusus Timah Pusat Intelijen Angkatan Laut (Pusintelal), Satlap Tri Cakti, dan Lanal Bangka Belitung dinilai mampu membongkar berbagai upaya penyelundupan tersebut. “Alhamdulillah para petugas sangat jeli sehingga bisa menggagalkan aksi-aksi itu. Kita hanya menindak dan mencegah setiap upaya penyelundupan. Jangan sampai terjadi lagi,” tegasnya.

Perintah Langsung Presiden

Operasi pencegahan penyelundupan timah merupakan perintah langsung dari Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan, serta Panglima TNI. Karena itu, TNI AL diminta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan BUMN sektor pertambangan seperti PT Timah.

Bangka Belitung disebut sebagai daerah yang sangat kaya sumber daya alam, khususnya timah dan logam tanah jarang (LTJ). Menurut Kasal, praktik penyelundupan hanya akan merugikan negara dan menguntungkan pihak asing. “Sayang sekali kalau diselundupkan dan bahkan menguntungkan negara lain, sementara negara kita sendiri dirugikan,” katanya.

Pendekatan Pembinaan kepada Masyarakat

Selain penindakan, TNI AL juga melakukan pendekatan pembinaan kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas tambang dan distribusi ilegal. Edukasi dilakukan bersama pemda dan perusahaan resmi agar masyarakat bisa memperoleh penghasilan melalui jalur yang sah.

Sitaan Ratusan Ton Timah dan LTJ

Berdasarkan data Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal), sepanjang 2025 hingga awal 2026, Operasi Keamanan Laut (Opskamla) TNI AL bersama Satlap Tri Cakti berhasil menyita total 496,892 ton komoditas timah. Rinciannya meliputi:

  • Balok timah siap jual: 183,142 ton.
  • Biji timah: 313,209 ton.
  • Timah cetak: 0,541 ton.
  • Timah koin: 0,121 ton.

Seluruh komoditas tersebut ditaksir bernilai sekitar Rp173,6 miliar.

Selain timah, aparat juga mengamankan 10.762,117 ton logam tanah jarang (LTJ), terdiri dari 9.380,784 ton monazite dan 1.381,333 ton zircon, sementara ilmenite masih dalam proses perhitungan.

Penggerebekan Gudang di Pangkal Balam

Upaya terbaru dilakukan pada Kamis malam (12/2/2026) di kawasan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang. Operasi ini merupakan pengembangan dari informasi intelijen terkait rencana pengiriman pasir timah dan mineral ikutan menuju Pulau Jawa melalui jalur laut.

Tim gabungan menemukan aktivitas pemuatan karung-karung mineral ke dalam dua unit truk ekspedisi. Satu truk bermuatan sekitar 15 ton monazite dan zircon, sementara satu truk lainnya masih kosong. Di dalam gudang juga ditemukan sekitar lima ton timah kering dan material mineral lain yang diperkirakan mencapai 200 ton dan masih dalam proses pendataan.

Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan dokumen resmi yang membuktikan asal-usul material tersebut dari pemegang izin pertambangan sah. Tidak ada pula dokumen pengangkutan maupun izin penyimpanan yang sesuai ketentuan. Seluruh barang bukti kemudian diamankan ke Denpom Lanal Bangka Belitung untuk proses hukum lebih lanjut.

Gudang tersebut diduga menjadi bagian dari rantai distribusi mineral ilegal sebelum dikirim ke luar Pulau Bangka melalui pelabuhan.

Komitmen Jaga Kedaulatan Maritim

TNI AL menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan maritim nasional. Penindakan terhadap penyelundupan timah dan mineral ikutan disebut sebagai bagian dari upaya melindungi kekayaan sumber daya alam Indonesia.

Muhammad Ali menegaskan, pengawasan di laut dan wilayah pesisir akan terus diperketat. Sinergi lintas instansi akan diperkuat untuk memastikan tata kelola pertambangan dan distribusi mineral berjalan sesuai aturan.

“Kita harus sinergi dengan seluruh stakeholder, termasuk pemerintah daerah. Gubernur juga mendukung untuk mencegah penyelundupan dari Bangka Belitung,” ujarnya.

Dengan berbagai pengungkapan yang telah dilakukan, TNI AL berharap dapat menutup celah distribusi ilegal timah dari Bangka Belitung. Aparat juga mengingatkan bahwa setiap upaya penyelundupan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Langkah berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya memberi efek jera bagi pelaku, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya alam nasional agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh negara dan masyarakat Indonesia.

Data Barang Bukti Sitaan

Barang bukti sitaan yang ditampilkan merupakan hasil pelaksanaan Operasi Keamanan Laut (Opskamla) TNI AL yang dilaksanakan secara sinergis bersama Satlap Tri Cakti. Barang bukti tersebut berupa komoditas timah balok, pasir timah, serta logam tanah jarang (LTJ) antara lain zircon, ilmenite dan monazite yang berhasil diamankan sepanjang Tahun 2025 hingga 2026.

Total barang bukti yang berhasil disita meliputi:

  • Total timah sitaan sebanyak 496,892 ton terbagi menjadi:
  • Total balok timah siap jual: 183,142 ton.
  • Total bijih timah: 313,209 ton.
  • Total timah cetak: 0,541 ton.
  • Total timah koin: 0,121 ton.

Seluruh komoditas tersebut ditaksir bernilai sekitar Rp. 173.644.528.000 (± Rp. 173,6 miliar).

  • Total sitaan logam tanah jarang (LTJ) sebanyak 10.762,117 ton terbagi menjadi:
  • Monazite: 9.380,784 ton.
  • Zircon: 1.381,333 ton.
  • Ilminite (masih proses perhitungan)

Catatan: Nilai monazite dan logam tanah jarang lainnya belum dapat dihitung sebagai revenue karna belum ada regulasi di indonesia.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *