Sidang Kasus Narkoba Ammar Zoni Kembali Memanas
Sidang kasus dugaan peredaran narkoba yang menjerat aktor Ammar Zoni kembali menjadi sorotan publik setelah digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026), kemarin. Proses persidangan berlangsung dinamis, terutama saat muncul perbedaan keterangan antara Ammar Zoni dan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Situasi sempat memanas ketika Ammar menunjukkan reaksi emosional terhadap pernyataan saksi yang dinilai tidak sesuai dengan versinya.
Di tengah proses hukum yang sedang berjalan, kehadiran Dokter Kamelia, yang diketahui sebagai kekasih Ammar Zoni, turut menjadi sorotan. Ia tampak setia mendampingi sang aktor selama proses persidangan berlangsung. Dalam kesempatan tersebut, Kamelia menyampaikan pandangannya terkait jalannya persidangan, termasuk menyoroti adanya dugaan kejanggalan dalam perkara tersebut.
Menurut Kamelia, ia menilai terdapat sejumlah hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya sejak awal kasus ini mencuat. Ia juga menyinggung kemungkinan adanya tekanan yang memengaruhi keterangan saksi di persidangan. “Kan dari awal udah janggal. Sekarang gini loh. Sekarang gini ya, saksi kan enggak mungkin bicara benar kalau dia emang memeras, ya terjun payunglah dia,” ujar Kamelia.
Meski demikian, Kamelia menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menyudutkan institusi tertentu. Ia membedakan antara institusi dan individu yang diduga terlibat dalam tindakan yang tidak semestinya. “Ya kan aku tidak menyalahkan instansi polisi, sama kayak aku dokter gigi. Jadi kalau ada yang nakal, sama dokter gigi yang jelek pasti jadi ikatan dokter gigi, gitu ya,” jelasnya.
Janda satu anak ini kembali menekankan bahwa yang disorotnya adalah dugaan tindakan oknum, bukan lembaga secara keseluruhan. Menurutnya, jika benar terjadi pemerasan, pihak yang terlibat kemungkinan tidak akan mengaku secara terbuka. “Aku tidak menyalahkan instansi, tapi oknum kan, oknum yang memeras Bang Amar, dan itu enggak mungkinlah dia ngaku,” lanjutnya.
Selain itu, Kamelia juga menyinggung soal rekaman CCTV yang menurutnya menimbulkan tanda tanya dalam proses penanganan perkara tersebut. “Terkait CCTV yang terkesan disembunyikan banget, buka ajalah kalau nggak ada apa-apa,” sindirnya.
Dokter Kamelia Minta CCTV Dibuka
Menurut wanita yang berprofesi sebagai dokter gigi itu, satu-satunya jalan agar masalah tersebut terungkap yakni dibukanya rekaman CCTV di persidangan. Hal tersebut untuk membuktikan adanya dugaan intimidasi yang dialami Ammar dan terdakwa lainnya. “Satu-satunnya jalan, CCTV dibuka. Itu yang akan membuka semuanya apakah benar atau tidak ada pemukulan, atau penekanan, atau intimidasi.”
“Kalau mereka nggak mau buka, berarti ya masyarakat aja yang menilai gimana,” imbuh janda satu anak itu. Kamelia pun mewajarkan Ammar yang sempat emosi di persidangan. Ia memahami perasaan Ammar yang sejak awal meyakini tak bersalah dalam kasus tersebut hingga membantah tudingan sebagai bandar narkoba di dalam Rutan Salemba, Jakarta. Rutan Salemba diketahui tempat penahanan Ammar atas kasus narkoba sebelumnya.
“Kalau tadi Bang Ammar sampai kayak gitu ya wajar lah. Dia ngrasa nggak nglakuin, tapi dia (saksi) membangun opini seolah-olah Bang Ammar bandar. Sekarang kalau emang Bang Ammar bandar, buktikan rekeningnya ada enggak keluar kasih uang, terus barangnya ada nggak,” ucap Kamelia.
Ammar Zoni Tak Mau Dikembalikan ke Lapas Nusakambangan Lagi
Sebelumnya, Ammar Zoni sempat mengungkapkan harapannya atas proses hukum berjalan ini. Ammar menyebut dirinya tak mau lagi dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Mengingat sebelumnya Ammar dan lima terdakwa lainnya sempat dipindahkan ke penjara yang dikenal memiliki tingkat keamanan super tinggi itu. Adapun saat ini, Ammar ditempatkan di Lapas Narkotika Jakarta selama persidangan berlangsung.
“Saya pribadi berharap tidak dibalikkan lagi ke Nusakambangan,” ucap Ammar. Menurutnya, Lapas Nusakambangan tak cocok untuk dirinya. Ammar merasa penjara tersebut bukan tempatnya, karena dirinya bukan seorang penjahat kelas kakap. “Itu tidak proposional bagi saya gitu loh. Karena saya bukan tempatnya di situ, dan saya bukan sebagai penjahat besar yang harus dibikin seolah-olah dihancurkan hidup saya,” ungkapnya.
Dalam kasus ini, aktor berusia 32 tahun itu terus memperjuangkan keadilan karena merasa tak terlibat dalam peredaran narkoba seperti apa yang dituduhkan. “Saya berharap keadilan di sini bisa terbuka gitu,” tandasnya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











