Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Forum Pertanian Milenial, SMKPPN Kementan Bagikan Strategi Tingkatkan Swasembada Pangan

Forum Pertanian Milenial: Kunci Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan

Forum Diskusi Millenial Agriculture Forum (MAF) Vol 7 yang diselenggarakan di SMK PP Negeri Sembawa, Banyuasin, menjadi ajang penting dalam memperkuat komitmen pemerintah dan pelaku pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Tema utama yang diangkat dalam forum ini adalah “Dari Petani ke Cadangan Nasional: Penyerapan Gabah Bulog untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan”, yang menyoroti peran penting Perum Bulog dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Peran Penting Perum Bulog dalam Swasembada Pangan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kepastian pasar dan harga yang menguntungkan bagi petani menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menyatakan bahwa petani adalah pahlawan pangan, dan hasil panen mereka harus terserap dengan baik oleh Bulog dengan harga yang layak. Dengan demikian, hilirisasi sektor pertanian dapat terwujud, sehingga swasembada pangan bukan lagi sekadar mimpi.

Berdasarkan Inpres No 6 Tahun 2025 dan instruksi dari Bapenas, Perum Bulog memiliki tanggung jawab untuk membeli gabah langsung dari petani. Strategi penyerapan gabah di Sumatera Selatan yang dipaparkan oleh Rinaldy Pratama, Manager Pengadaan Bulog Kanwil Sumsel dan Babel, menekankan pentingnya menjaga kadar air dan tingkat kebersihan gabah agar sesuai dengan regulasi pemerintah. Hal ini memastikan bahwa gabah yang dihasilkan petani dapat diserap secara maksimal oleh Bulog, sehingga memperkuat stok pangan daerah.

Penguatan Kapasitas Petani dan Kelembagaan

Selain peran Bulog, penguatan kapasitas petani dan kelembagaan juga menjadi fokus utama dalam forum ini. Zaid Subrata, Penyuluh Pertanian Kabupaten Banyuasin, menekankan perlunya penguatan kelembagaan melalui koperasi, Poktan/Gapoktan, Upja, dan Bumdes. Dengan strategi penguatan kapasitas petani melalui edukasi standar mutu gabah, pelatihan pasca panen, serta peningkatan manajemen usaha tani dan administrasi kelembagaan, akses terhadap alat mesin pertanian dan pembiayaan akan lebih mudah. Hal ini pada akhirnya meningkatkan kualitas serapan gabah ke Bulog.

Pengalaman Lapangan dan Harapan Petani Milenial

Jabar Isnur Rahman, seorang petani muda dari Kabupaten Banyuasin, berbagi pengalaman lapangan tentang manfaat kepastian harga saat bermitra dengan Bulog. Ia menyampaikan bahwa harga yang stabil dan pembayaran yang terstruktur memberikan rasa percaya diri kepada petani saat panen, sehingga tengkulak tidak bisa menekan harga terlalu rendah. Meski demikian, tantangan seperti kuota serapan gabah yang terbatas, jarak gudang yang jauh, proses administrasi yang lambat, serta penyerapan gabah yang terlambat tetap menjadi kendala.

Ia berharap adanya pendampingan berkelanjutan agar para petani dapat terus memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan cadangan nasional. Dengan dukungan yang konsisten, petani milenial diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam mencapai tujuan swasembada pangan.

Sinergi Antara Petani, Penyuluh, dan Stakeholder

Closing statement yang disampaikan oleh Muhammad Amin, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, menegaskan bahwa Kementerian Pertanian melalui Badan SDM telah melakukan MoU dengan Direktur Pengadaan Bulog terkait serapan gabah. Ini menjadi kesempatan baik bagi kelompok tani dan rekan brigade pangan untuk memastikan usaha tani berjalan dengan baik karena masalah gabah sudah tidak ada.

Amin menekankan pentingnya sinergi antara kelompok tani, brigade pangan, dan penyuluh di lapangan. Mereka diharapkan menjadi penopang perekonomian masyarakat, terutama di pedesaan. Penyuluh, dalam kerangka MoU, memiliki kewajiban untuk memastikan padi yang sudah siap panen dapat segera diserap oleh Bulog.

Kesimpulan dan Tantangan Bersama

Webinar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif yang memicu diskusi hangat antara peserta dan narasumber. Berbagai pertanyaan seputar tantangan di lapangan, solusi praktis, dan peluang pengembangan produksi pertanian berhasil dijawab dengan lugas. Kesimpulan dari webinar ini menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan kunci penting bagi ketahanan nasional.

Perum Bulog berperan krusial melalui penyerapan gabah petani untuk menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesejahteraan produsen, dan menjamin cadangan pangan nasional. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku pertanian, dan lembaga terkait, harapan swasembada pangan berkelanjutan dapat tercapai.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *