Kronologi Pencurian yang Menimpa Kurir JNT di Bengkulu
Seorang kurir jasa pengiriman JNT bernama Toni mengalami kejadian pencurian yang sangat menyedihkan. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (6/2/2026) siang, saat Toni sedang sibuk mengantarkan paket pelanggan di Desa Sukamerindu, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu.
Toni, yang merupakan seorang kurir JNT, memarkir sepeda motornya Honda Beat Street dengan nomor polisi BD 4561 YG di tepi jalan sebelum menyerahkan paket kepada penerima. Namun, ketika kembali ke lokasi parkir, ia menemukan bahwa motor miliknya telah hilang. Tidak hanya motor, tetapi juga sebanyak 53 paket kiriman milik pelanggan ikut raib.
“Motor saya parkir di tepi jalan saat mau mengantar paket ke rumah warga. Begitu selesai, motor sudah tak ada lagi,” ujar Toni. Kejadian ini membuat Toni merasa sangat sedih, terlebih karena istrinya akan melahirkan dalam waktu dekat. Kehilangan sepeda motor ini seperti mengoyak mimpi indah bersama keluarganya.
Pencurian ini terjadi saat Toni sibuk mengantarkan paket, sehingga ia tidak menyadari kehilangan kendaraannya. Dari rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian, pelaku terekam membawa kabur sepeda motor korban dan diduga melarikan diri ke arah Sengkuang, Kecamatan Kabawetan. Rekaman tersebut kini viral di media sosial, dan sejumlah warganet ikut menyebarkan informasi terkait dugaan keberadaan pelaku.
Pelaku juga sempat membuang keranjang paket yang digunakan korban untuk bekerja ke tempat sampah. Hal itu diduga dilakukan untuk mempermudah pelarian saat membawa sepeda motor.
Penjelasan dari Kepala Desa dan Polisi
Kepala Desa Sukamerindu, Leo Ade Saputra, membenarkan adanya peristiwa pencurian tersebut. Ia mengatakan pihak desa telah menerima laporan dari korban dan langsung berkoordinasi dengan kepolisian.
“Benar, telah terjadi pencurian sepeda motor milik seorang kurir, saat tengah mengantar paket di desa kami. Motor yang dicuri tersebut berjenis Honda Beat Street, beserta sejumlah paket yang dibawa oleh korban juga ikut raib,” ujar Leo Ade Saputra saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (6/2/2026).
Sementara itu, Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda melalui Kapolsek Kepahiang Iptu Tulus Wibowo menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan sepeda motor Honda Beat Street BD 4561 YG atau identitas pelaku agar segera melapor ke Polres Kepahiang atau kantor polisi terdekat.
“Iya benar kita sudah dapat informasinya, sekarang anggota masih tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku,” demikian Kapolsek.
Cerita Pilu Kurir Lain di Surabaya
Sebelumnya, cerita pilu dialami oleh pria berinisial AB (28) yang kesehariannya bekerja sebagai kurir jasa antara paket barang di Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (3/1/2026) siang. Sebuah tas besar berisi 15 paket barang milik kustomer raib dicuri dua orang pria misterius berboncengan motor di Jalan Raya Tanjungsari, Sukomanunggal.
AB menceritakan bahwa kejadian itu terjadi saat dirinya sedang berhenti mengantar paket barang di permukiman rumah warga kawasan tersebut. Rumah kustomer yang menjadi tujuannya terbilang agak masuk ke dalam sebuah gang kecil di bahu jalan raya tersebut. Lantaran motor tidak dapat melintas di gang tersebut, Korban AB memutuskan memarkirkan motor di bahu jalan.
Di atas motor, ia juga meletakkan tas besar berisi sekitar 15 paket kustomer yang siap antar ke tujuan. “Iya kejadiannya ya pas saya ngirim barang ke customer. Pas balik sudah hilang paketnya. Lokasinya memang masuk gang gak jauh dari Jalan Raya Tanjungsari,” ujarnya saat dihubungi, pada Kamis (29/1/2026).
Tak disangka-sangka, lanjut AB, tatkala dirinya kembali menuju ke lokasi motornya terparkir, ternyata tas berisi belasan paket tersebut raib. Menyadari ada yang tak beres, ia bergegas memeriksa rekaman CCTV di rumah warga, ternyata tas berisi paket itu dicuri oleh dua pria misterius.
Dua pria misterius tersebut berboncengan motor jenis matik. Seorang pelaku yang mengendarai motor tampak kaus oblong warna cokelat dan berhelm hitam. Sedang, seorang pelaku yang duduk dibonceng tampak memakai jaket warna abu-abu dan berhelm warna merah. “Pelakunya terekam CCTV,” katanya.
Akibat insiden pencurian tersebut, AB mengalami kerugian sekitar Rp 850 ribu karena kehilangan paket kustomer sebanyak 15 paket. “Jumlah paket yang hilang 15 paket. Kerugian Rp 850 ribu,” jelasnya.
Kendati demikian, ia mengaku melaporkan kejadian tersebut ke markas kepolisian setempat. Dan berharap para pelaku dapat segera ditangkap. “Saya berkerja jadi kurir baru 4 bulan. Sudah saya laporan ke Polsek Sukomanunggal,” pungkasnya.











