Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Hukum  

Istri tak tahu suaminya terlibat penipuan, kini proses cerai berjalan

Kehidupan Pribadi Boiyen yang Diwarnai Kontroversi

Boiyen, seorang komedian ternama, mengaku kaget setelah mengetahui bahwa suaminya, Rully Anggi Akbar, terlibat dalam kasus dugaan penipuan yang ramai dibicarakan di media sosial. Hal ini membuatnya merasa tidak pernah dilibatkan atau diberitahu tentang masalah hukum yang sedang dihadapi sang suami.

Kuasa hukum Boiyen, Anselmus Mallofiks, menegaskan bahwa kliennya sama sekali tidak mengetahui adanya persoalan hukum maupun laporan-laporan yang melibatkan Rully. Menurut Anselmus, Boiyen hanya mengetahui kabar tersebut setelah melihat pemberitaan di media sosial. Ia juga menyatakan bahwa Boiyen tidak terlibat dalam perdebatan atau laporan-laporan yang disampaikan pihak Rully kepada publik.

Dalam situasi seperti ini, Boiyen memilih untuk fokus menjalani proses perceraian meskipun usia pernikahan mereka belum genap tiga bulan. Perkawinan mereka berlangsung pada 15 November 2025, dan gugatan cerai resmi diajukan pada 20 Januari 2026. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak karena usia pernikahan yang sangat singkat.

Anselmus mengungkapkan bahwa Boiyen tetap berusaha bersikap profesional meskipun terganggu oleh berbagai pemberitaan yang beredar. Ia berharap agar Boiyen dapat terus menghibur masyarakat dengan keceriaannya dan melanjutkan kehidupannya ke depan dengan lebih baik.

Sementara itu, majelis hakim telah menjadwalkan sidang lanjutan pada 24 Februari 2026 dengan agenda pemanggilan kembali kedua belah pihak untuk proses mediasi.

Kasus Dugaan Penipuan yang Menyeret Nama Rully Anggi Akbar

Rully Anggi Akbar, suami dari Boiyen, kini menjadi sorotan publik setelah namanya viral di media sosial. Pria yang dikenal sebagai pasangan selebriti ini dikabarkan menerima somasi terkait dugaan kasus penipuan investasi yang menimpa seorang klien.

Kasus ini memunculkan berbagai spekulasi dan komentar dari warganet, sehingga nama Rully Anggi Akbar semakin ramai diperbincangkan. Sosok suami komedian Boiyen Pesek ini kini tengah jadi sorotan karena tersangkut kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana.

Ezel, demikian ia dikenal, resmi disomasi oleh rekan bisnisnya terkait kasus dugaan penggelapan dana investasi restoran sate di Yogyakarta. Gara-gara kasus dugaan penipuan tersebut, suami Boiyen pun ramai diperbincangkan. Pasalnya, Ezel baru satu bulan menikah dengan Boiyen tapi sudah diterpa isu miring.

Publik lantas mengingat momen awal pernikahan Ezel dan Boiyen yang mengejutkan banyak pihak. Hingga akhirnya netizen menyoroti momen Ezel gelagapan ditanyai alasan menikahi Boiyen pada November 2025 lalu.

Awal Mula Kasus Dugaan Penipuan

Untuk diketahui, kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana suami Boiyen pertama kali diungkap oleh pengacara korban bernama Santura Nababan. Dalam konferensi persnya, Santura membongkar awal mula kliennya tertipu dengan bisnis Ezel.

Dugaan penipuan itu dialami klien Santura terkait bisnis sate milik suami Boiyen. “Ceritanya dia (suami Boiyen) punya usaha namanya Sateman Indonesia. Jadi Sateman Indonesia ini membutuhkan investor, jadi klien kami ini adalah investor yang berinvestasi di usaha tersebut,” ujar Santura Nababan.

Dihubungi oleh Ezel pada Agustus 2023, klien Santura pun tertarik untuk bekerja sama. Kala itu Ezel meminta sejumlah dana kepada klien Santura untuk pengembangan bisnis sate. Ezel pun memberikan proposal bisnis dan bercerita kalau usaha satenya itu memiliki pendapatan fantastis hingga ratusan juta.

Janji Bagi Hasil Bisnis

Ezel lantas berjanji akan bagi hasil bisnisnya itu sebesar 70:30 untuk investor. “Di dalam penawaran investasi ini beliau menjanjikan adanya pembagian untung, yaitu 70 persen untuk founder atau pengelola, 30 persen untuk investor. Di sini juga beliau menyampaikan adanya profit pendapatan dari usaha tersebut bahwa di sini dikatakan pendapatan enam bulan terakhir itu lumayan besar, dari Rp87 juta sekian sampai Rp119 juta. Jadi karena proposal ini, atas komunikasi yang baik atau atas permintaan RAA tersebut sehingga klien tersebut mempertimbangkan untuk berinvestasi,” ungkap Santura.

Di awal kerja sama, Ezel rutin mengirimkan keuntungan bisnis satenya kepada klien Santura. Tapi hal tersebut dilakukan Ezel cuma selama lima bulan. Sebab di bulan berikutnya, Ezel bak menghilang ditelan bumi.

“Setelah berinvestasi di bulan Agustus 2023, laporan pada bulan berikutnya itu langsung turun. Jadi di bulan berikutnya sampai lima bulan, beliau masih memberikan bagi hasil. Tapi setelah itu sampai saat ini beliau tidak lagi memberikan bagi hasil. Dan janji-janji yang disampaikan pada klien kami itu tidak ditepati,” imbuh Santura.

Kata Santura, kliennya cuma dikirimi keuntungan bisnis satenya cuma sampai bulan Desember 2023. Hingga kini klien Santura itu tidak bisa menghubungi Ezel untuk minta pertanggungjawaban. Lantaran sudah berinvestasi sebanyak Rp200 juta tapi uangnya tak balik modal, klien Santura pun melayangkan somasi terhadap Ezel.

Hingga artikel ini ditayangkan, belum ada klarifikasi dari pihak suami Boiyen, pun dari Boiyen.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *