PSI Sumbar Siap Terima Banyak Tokoh Baru
PSI Sumatera Barat (Sumbar) sedang bersiap menerima sejumlah tokoh besar yang akan bergabung dengan partai tersebut. Hal ini terkait dengan resmi menjadi kader PSI, yang diumumkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (31/1/2026).
Menurut Sekretaris DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumbar, Nofria Atma Rizki, kehadiran Hendrajoni memicu komunikasi politik dari berbagai tokoh berpengaruh di Sumbar. Ia menyebut bahwa banyak tokoh yang ingin bergabung dengan PSI, baik sebelum maupun setelah Rakernas. Mereka berasal dari berbagai latar belakang partai politik.
“Banyak tokoh di Sumbar yang ingin bergabung dengan PSI. Bahkan sebelum dan sesudah Rakernas, sudah banyak tokoh yang menghubungi kami dan menyatakan keinginannya untuk masuk PSI. Mereka berasal dari berbagai simpul partai politik,” ujarnya kepada media, Selasa (3/2/2026).
Nofria menambahkan bahwa nama-nama tokoh tersebut nantinya akan diumumkan langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI. Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa mendahului DPP dalam mengumumkan daftar anggota baru.
“Untuk nama-namanya nanti akan diumumkan oleh DPP. Kami tentu tidak bisa mendahului DPP,” jelasnya.
Kehadiran Hendrajoni Memperkuat Optimisme PSI
Menurut Nofria, minat bergabung ke PSI tidak hanya datang dari tokoh daerah, tetapi juga dari sejumlah tokoh nasional. Ia menyebut bahwa sejak PSI dipimpin Mas Kaesang, banyak tokoh nasional yang bergabung dengan partai tersebut.
“Sejak PSI dipimpin Mas Kaesang, banyak tokoh nasional yang bergabung. Di Sumbar sendiri sudah dibuktikan dengan bergabungnya Pak Hendrajoni. Ini membuat kami sangat optimistis terhadap PSI ke depan,” katanya.
Hendrajoni, yang kini berstatus sebagai kader PSI, dianggap memiliki kapasitas dan pengalaman yang cukup untuk memimpin partai. Nofria menyebut bahwa kemungkinan besar Hendrajoni akan dipercaya menduduki posisi strategis di internal partai, termasuk menjadi Ketua DPW PSI Sumbar melalui musyawarah daerah (Musda) yang direncanakan dalam waktu dekat.
“Kemungkinan Pak Hendrajoni menjadi Ketua DPW PSI Sumbar sangat besar. Banyak kader berharap beliau memimpin, melihat kapasitasnya sebagai kepala daerah dua periode dan pengalamannya pernah memimpin DPW NasDem Sumbar,” jelasnya.
Pengaruh Hendrajoni terhadap Peta Politik Sumbar
Hendrajoni merupakan tokoh senior di kancah politik Sumatera Barat. Sebelum bergabung dengan PSI, ia pernah memimpin dua partai besar, yakni menjabat Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pesisir Selatan pada 2016 dan Ketua DPW Partai NasDem Sumbar pada 2019. Ia juga dikenal sebagai Bupati Pesisir Selatan dua periode, masing-masing pada 2016–2021 dan 2025–2030. Ia merupakan suami dari anggota DPR RI Fraksi NasDem, Lisda Hendrajoni.
Pakar politik Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat, Prof Asrinaldi, menilai keputusan Hendrajoni bergabung dengan PSI berpotensi berdampak signifikan terhadap peta kekuatan politik di daerah, khususnya bagi Partai NasDem. Menurut Asrinaldi, basis suara yang selama ini melekat pada sosok Hendrajoni diperkirakan akan ikut bergeser ke PSI.
“Perpindahan ini pasti berdampak pada suara NasDem. Hendrajoni adalah tokoh kuat dan itu terbukti dari perolehan suaranya pada Pilkada Pesisir Selatan lalu. Kepergiannya tentu menjadi kerugian bagi NasDem,” ujar Asrinaldi.
Sebaliknya, kondisi tersebut dinilai menjadi keuntungan besar bagi PSI. “Suara Hendrajoni sangat signifikan pada pilkada kemarin. Basis suara itu berpotensi berpindah dan menjadi kekuatan baru bagi PSI,” jelasnya.
Ia menambahkan, pergeseran ini tidak hanya menjadi ancaman bagi NasDem di Pesisir Selatan, tetapi juga dapat berimbas pada peta politik di tingkat Sumatera Barat. “Ini bisa menjadi ancaman serius bagi basis suara NasDem, baik di Pesisir Selatan maupun secara lebih luas di Sumbar,” katanya.











