Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Longsor Cisarua: 9 Tewas, 84 Hilang

Bencana Longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat

Bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada dini hari hari Sabtu (24/1/2026) menimbulkan dampak yang sangat serius. Kejadian ini mengakibatkan 9 orang meninggal dunia dan sebanyak 84 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Sejak kejadian, tim SAR gabungan telah melakukan upaya evakuasi dan pencarian korban. Hingga saat ini, 9 korban yang meninggal telah ditemukan. Namun, pencarian masih berlangsung karena banyak warga yang dilaporkan hilang dan diduga tertimpa longsoran tanah.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa proses pencarian masih terus dilakukan meskipun ada beberapa tantangan. Salah satu kendala utama adalah cuaca yang tidak menentu. Hujan deras yang terus-menerus membuat medan di lokasi longsor menjadi gembur dan berlumpur, sehingga pergerakan tim SAR terbatas.

“Cuaca tidak menentu. Sebentar terang, sebentar diguyur hujan. Itu yang menghambat. Lalu lumpur, jadi kami harus membuat akses terlebih dahulu untuk ke lokasi site untuk evakuasi korban,” ujar Ade Dian Permana.

Selain itu, penggunaan alat berat juga belum memungkinkan karena medan yang berlumpur dapat menyebabkan alat tersebut terjebak. “Kami akan upayakan karena alat berat dengan medan yang berlumpur. Tapi untuk saat ini alat berat tidak memungkinkan untuk turun,” tambahnya.

Tim SAR gabungan akan menyesuaikan rencana pencarian dengan kondisi cuaca dan situasi di lapangan. Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan anggota tim. “Kami melihat cuaca, situasi dan kondisi di lapangan. Kami juga tetap memperhatikan keselamatan tim SAR gabungan. Jika memang tidak memungkinkan karena hujan kami akan hentikan sementara,” ujarnya.

Kesaksian Warga

Eneng Rohaeni (38), seorang warga setempat, menceritakan detik-detik terjadinya longsor di Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu. Menurut Eneng, suara gemuruh seperti pesawat terdengar sebelum kejadian. Suara itu memecah keheningan warga sekira pukul 03.00 WIB.

“30 menit setelahnya ada suara kayak jatuh, gebruk, itu kejadian kedua,” ujarnya. Setelah suara itu, jeritan dan teriakan minta tolong terdengar. Banyak warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Kejadian pertama sempat memberi kesempatan bagi warga untuk menyelamatkan diri, namun kejadian kedua membuat banyak korban tidak bisa menyelamatkan diri. Setelah kejadian, Eneng bersama warga lainnya memutuskan untuk mengungsi karena khawatir adanya longsoran susulan.

“Kata pihak desa harus mengungsi dulu, siaga 1. Katanya takut ada longsor susulan. Soalnya ini dua Kampung Pasir Kuda sama Pasir Kuning. Saya ngungsi ke rumah saudara,” ujarnya.

Penyebab Bencana

Pranata Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, menjelaskan bahwa hujan berintensitas tinggi menjadi faktor utama penyebab longsor di Cisarua, Bandung Barat. “Bencana tanah longsor terjadi akibat hujan deras yang disertai angin kencang,” katanya.

Berdasarkan hasil asesmen bersama unsur SAR dan pihak desa setempat, total terdampak mencapai 113 jiwa (34 KK). Lokasi terdampak utama adalah Kampung Pasirkuning Rt 01/11 dengan rincian korban selamat 23 orang, 8 orang meninggal dunia, dan 82 orang masih dalam pencarian.

Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan tumpukan tanah bercampur kayu dan bebatuan menutupi area yang semula merupakan pemukiman warga. Bekas-bekas rumah tampak tertimbun material longsoran, sementara sebagian lainnya hanya menyisakan atap dan puing bangunan.

Material longsoran juga terlihat memanjang dari titik awal atas bukit. Pemulihan dan penanganan bencana terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi sosial.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *