SMAN 1 Ende Luncurkan Program Kihajar untuk Mendorong Budaya Belajar Siswa
SMAN 1 Ende, sebuah sekolah di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), baru saja meluncurkan program Kihajar (Kita Harus Belajar) yang bertujuan untuk meningkatkan budaya belajar siswa. Salah satu inisiatif utama dari program ini adalah pembatasan penggunaan handphone (HP) selama jam belajar.
Program Kihajar diluncurkan sebagai tindak lanjut dari peraturan dan edaran pemerintah setempat terkait penerapan jam belajar di rumah. Peluncuran program berlangsung pada hari Sabtu, 17 Januari 2026, di SMAN 1 Ende, dengan hadirnya berbagai pihak terkait seperti Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Wilayah IV, Koordinator Pengawas Dikmen, serta unsur pemerintah dan aparat keamanan.
Pada acara peluncuran tersebut, dilakukan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama oleh Kepala SMAN 1 Ende, pengurus komite sekolah, unsur pemerintah yang hadir, serta Ketua OSIS SMAN 1 Ende. Kesepakatan ini menjadi dasar kerja sama antara sekolah, orang tua, dan pihak terkait dalam mendorong siswa untuk lebih fokus belajar.
Inisiatif Sekolah dan Komite
Kepala SMAN 1 Ende, Marselinus Sina, menjelaskan bahwa program Kihajar merupakan inisiatif bersama antara sekolah dan komite sekolah. Tujuannya adalah untuk membangun budaya belajar yang kuat baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Menurut Marselinus, program ini lahir dari keprihatinan terhadap menurunnya kualitas belajar siswa, terutama akibat penggunaan HP yang berlebihan. Ia menyatakan bahwa banyak siswa yang tidak belajar setelah pulang sekolah dan justru berkeliaran di luar rumah.
“Ini menjadi kegelisahan kita bersama, sehingga semua pihak harus mengambil peran untuk mendorong anak-anak kembali belajar,” ujar Marselinus.
Dalam program ini, sekolah dan orang tua sepakat untuk menertibkan penggunaan HP dan menerapkan jam wajib belajar di rumah. Di sekolah, handphone siswa dikumpulkan sejak masuk dan hanya diberikan jika dibutuhkan untuk pembelajaran.
Dukungan Orang Tua dan Komite Sekolah
Ketua Komite SMAN 1 Ende, Yustinus Sani, menyatakan bahwa orang tua mendukung penuh pelaksanaan program Kihajar demi peningkatan kualitas pendidikan anak. Menurut Sani, PR menjadi salah satu cara efektif untuk mendorong anak belajar secara rutin di rumah.
Ia juga meminta agar sekolah menciptakan iklim belajar yang kondusif dan nyaman bagi siswa. Selain itu, komite sekolah meminta agar pihak sekolah mewajibkan pemberian PR setiap hari kepada siswa.
Kesepakatan Bersama
Selama peluncuran program, pihak sekolah bersama orang tua mencetuskan tujuh poin kesepakatan bersama:
- Jam wajib belajar di rumah selama dua jam, pukul 18.30–20.30 WITA, atau disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang aman, nyaman, dan kondusif.
- Orang tua atau wali murid wajib membimbing, mengawasi, dan mendampingi anak selama jam belajar berlangsung.
- Siswa wajib menggunakan gadget atau handphone secara bijak dan proporsional.
- Orang tua, guru, dan tenaga kependidikan wajib mengawasi serta mengendalikan penggunaan gadget di rumah, asrama, kos, dan sekolah.
- Orang tua, pengurus komite, guru, dan tenaga kependidikan dihimbau untuk mensosialisasikan jam wajib belajar di lingkungan masing-masing.
- Program jam wajib belajar dan pengaturan penggunaan gadget resmi diluncurkan pada Sabtu, 17 Januari 2026.
- Guru wajib memberikan topik materi atau tugas rumah, baik secara individu maupun kelompok, sebagai panduan belajar siswa di rumah.
Dukungan dari Pihak Terkait
Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Wilayah V, Abdurahman Rasyd, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi akan segera meluncurkan kebijakan jam belajar siswa untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Ia mengapresiasi langkah SMAN 1 Ende yang dinilai sebagai sekolah pertama di NTT yang menginisiasi program jam belajar siswa berbasis kolaborasi dengan orang tua.
Sementara itu, Lurah Onekore, Kecamatan Ende Tengah, Kwirinus Viktor Bae, menyatakan dukungan pihaknya terhadap program Kihajar. Ia berharap melalui program ini, sekolah dan orang tua semakin peduli agar tidak ada lagi siswa yang berkeliaran pada jam sekolah maupun jam belajar.
[bet]
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”









