Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Percaya Air Berkhasiat, Warga Antre di Sumur Gembira, Ahli Jelaskan Dampaknya

Fenomena Sinkhole di Jorong Tepi, Limapuluh Kota

Sebuah fenomena alam yang tak terduga muncul di kawasan persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Fenomena ini berupa sinkhole atau lubang besar yang tiba-tiba muncul di tengah lahan pertanian, mengundang perhatian warga sekitar dan masyarakat luas. Setiap hari, banyak orang berbondong-bondong datang ke lokasi untuk menyaksikan langsung kejadian langka ini.

Kepercayaan Masyarakat Terhadap Khasiat Air

Salah satu hal yang menarik perhatian warga adalah air yang keluar dari dasar lubang tersebut. Banyak orang percaya bahwa air ini memiliki khasiat khusus bagi kesehatan, seperti menyembuhkan penyakit atau menjauhkan diri dari keburukan. Bahkan, beberapa pengunjung membawa pulang air dalam botol atau jerigen kecil sebagai bukti perjalanan mereka.

Kepercayaan ini memang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia, di mana banyak orang masih mempercayai bahwa fenomena alam di sekitar mereka memiliki dampak terhadap tubuh dan jiwa raga. Meskipun belum ada bukti medis atau penelitian ilmiah yang mendukung klaim tersebut, keyakinan ini terus berkembang melalui informasi yang disebarkan secara lisan.

Perkembangan Sinkhole

Sinkhole tersebut pertama kali muncul pada Minggu, 4 Januari 2026. Awalnya, warga setempat mendengar suara gemuruh dari arah persawahan Pombatan, Jorong Tepi, sebelum akhirnya melihat tanah amblas dan membentuk lubang yang cukup dalam. Dalam waktu singkat, lubang itu terus membesar dan mulai mengeluarkan air dari dalam tanah, menimbulkan kepanikan sekaligus rasa ingin tahu.

Namun, di balik ramainya kunjungan masyarakat, kemunculan sinkhole ini juga membawa dampak serius bagi aktivitas pertanian. Lahan persawahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan petani setempat terganggu. Akses ke sawah menjadi terbatas, sementara lalu lalang pengunjung berpotensi merusak pematang dan tanaman padi di sekitarnya.

Pemerintah nagari bersama aparat terkait kini melakukan pengawasan di lokasi. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk risiko keselamatan pengunjung maupun potensi kerusakan lingkungan yang lebih luas. Aparat juga mengimbau warga agar tidak terlalu dekat dengan bibir lubang, mengingat kondisi tanah di sekitar sinkhole masih labil dan berpotensi longsor.

Penyebab Sinkhole

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti terbentuknya sinkhole tersebut. Namun, para ahli geologi mengungkapkan bahwa fenomena serupa umumnya berkaitan dengan proses geologi, seperti pelarutan batuan di bawah permukaan tanah atau perubahan struktur tanah akibat aliran air bawah tanah.

Fungsional Penyelidik Bumi Ahli Muda Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumbar, Dian Hadiyansyah, menduga kemunculan lubang itu disebabkan oleh amblasnya atap sungai bawah tanah. Menurutnya, lokasi kejadian berada di kawasan batu gamping atau batu kapur yang memiliki banyak saluran air di bawah permukaan tanah.

“Jorong Tepi ini memang berada di sekitar kelompok batu gamping. Ada indikasi lubang ini terbentuk akibat amblasan atap sungai bawah tanah, karena batu kapur memiliki saluran-saluran di bawah tanah,” kata Dian Hadiyansyah.

Ahli geologi Sumatra Barat, Ade Edwar, mengatakan air dari sinkhole tersebut sangat jernih, tidak berbau, dan layak dikonsumsi. “Itu kan air tanah yang sudah jernih oleh batu kapur. Layak dikonsumsi, tapi tetap saja harus dimasak,” jelasnya.

Soal apakah air dalam sinkhole itu memiliki khasiat dan sebagainya, Ade menyebut itu asumsi publik atau orang yang menyakini. Di tengah rasa kagum dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat, para ahli mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi fenomena alam semacam ini.

Tantangan bagi Pemerintah dan Masyarakat

Fenomena sinkhole di Jorong Tepi ini menjadi gambaran bagaimana peristiwa alam dapat dengan cepat berubah makna di tengah masyarakat, dari ancaman menjadi tontonan, bahkan dipercaya sebagai sumber manfaat. Tantangan bagi pemerintah dan masyarakat kini adalah menjaga keseimbangan antara rasa ingin tahu, keselamatan publik, dan keberlanjutan lingkungan.


Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *