Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Penyidikan Karamnya KM Putri Sakinah Dimulai, Polisi Selidiki Kelayakan Kapal



KUPANG — Penyidikan resmi terkait tenggelamnya KM Putri Sakinah telah dimulai oleh pihak kepolisian. Proses penyelidikan ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan laut yang menewaskan seorang pelatih dan tiga orang anaknya.

Awak kapal serta operator akan diperiksa guna memastikan kelayakan kapal dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan pelayaran. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 26 Desember 2025, dan mengakibatkan hilangnya pelatih Tim B Putri Valencia bersama tiga orang anaknya.

Saat ini, satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, pencarian terhadap dua korban lainnya masih berlangsung. Pada Jumat (2/1/2026), hari ke-8 pencarian terhadap pelatih dan dua anaknya yang belum ditemukan, tim SAR Gabungan terus melakukan upaya intensif.

Penyidikan Dimulai

Penyidikan terhadap tenggelamnya KM Putri Sakinah dilakukan oleh Aparat Unit Idik II Satreskrim bersama Unit Gakkum Satpolairud, Kepolisian Resor Manggarai Barat. Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menyatakan bahwa penyidikan dimulai pada Rabu, 31 Desember 2025.

Polres Manggarai Barat telah menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Manggarai Barat. Penyerahan SPDP ini menjadi tanda awal tahapan penyidikan secara resmi.

Penyidik akan memeriksa saksi-saksi, awak kapal, dan pihak operator. Selain itu, mereka juga akan melakukan pendalaman terkait kelayakan kapal dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan pelayaran.

Henry menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam menegakkan hukum dan memberikan kepastian hukum atas peristiwa tersebut.

Hasil Pemeriksaan Awal

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kapal wisata semi pinisi KM Putri Sakinah mengalami mati mesin saat berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar. Dalam kondisi tidak dapat bermanuver, kapal kemudian dihantam gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di Perairan Selat Padar.

Cuaca dan gelombang laut diduga turut memperparah situasi, sehingga menyulitkan upaya penyelamatan mandiri oleh awak kapal dan penumpang. Dalam peristiwa tersebut, tujuh orang penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Satu korban ditemukan meninggal dunia. Jenazah perempuan tersebut telah diidentifikasi oleh pihak berwenang. Sementara itu, tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian intensif oleh tim SAR Gabungan.

Operasi Pencarian Terus Dilakukan

Operasi pencarian terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, baik melalui penyisiran laut maupun pemantauan di wilayah pesisir sekitar Selat Padar.

Imbauan Keselamatan

Ia juga mengapresiasi dedikasi dan kerja keras Basarnas, TNI AL, Polairud, KSOP, BNPB, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat yang tanpa kenal lelah membantu proses pencarian dan evakuasi korban.

Polda NTT mengimbau seluruh operator kapal wisata, nakhoda, dan wisatawan untuk selalu mengutamakan keselamatan pelayaran. Hal tersebut meliputi memastikan kelayakan kapal dan mesin, ketersediaan serta penggunaan alat keselamatan, memantau informasi cuaca dari BMKG, serta mematuhi larangan berlayar saat kondisi cuaca ekstrem.

Selain itu, masyarakat dan pelaku wisata diminta untuk tidak memaksakan pelayaran di perairan rawan apabila kondisi alam tidak mendukung.

Komitmen Polda NTT

Polda NTT berkomitmen penuh untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur serta mendukung terwujudnya Labuan Bajo sebagai destinasi wisata bahari yang aman, nyaman, dan berkelas dunia.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *