Pengakuan atas Inovasi Pendidikan
Wali Kota Pontianak Edi Kamtono memberikan apresiasi tinggi kepada Rahmat Putra Yudha, seorang guru inovatif yang telah meraih penghargaan internasional. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Creativity in Education Summit (CES) 2025 di Paris, Prancis. Rahmat Putra Yudha, yang sebelumnya merupakan guru SMP Negeri 13 Pontianak, kini resmi dilantik sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pontianak.
Pelantikan berlangsung di Kantor Wali Kota pada Rabu 31 Desember 2025. Sebelumnya, Rahmat Putra Yudha telah mendapatkan penghargaan International Creativity in Schools Awards 2025 dari Global Institute of Creative Thinking (GIoCT) bekerja sama dengan UNESCO IITE Worldwide Prize Competition. Penghargaan ini diberikan karena inovasinya dalam mengembangkan metode pembelajaran interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui media bernama LM Notebook.
Prestasi yang Menginspirasi
LM Notebook adalah inovasi yang dirancang untuk mempermudah proses belajar dan mengajar. Siswa dapat mengunggah berbagai sumber seperti PDF, video, hingga materi digital lainnya. Media ini juga memungkinkan siswa untuk berinteraksi, mengajukan pertanyaan, dan mendengarkan simulasi podcast yang membahas materi pelajaran secara menarik.
Rahmat Putra Yudha mengatakan bahwa konsep LM Notebook sederhana, yaitu bagaimana mempermudah guru dalam mengajar dan mempermudah siswa dalam belajar. Dengan bantuan AI, anak-anak bisa belajar secara interaktif dan tidak malu untuk bertanya.
Penghargaan ini bukanlah yang pertama bagi Rahmat Putra Yudha. Sejak tahun 2020, ia telah beberapa kali mendapatkan apresiasi nasional dan internasional, termasuk dari Uni Eropa dan LPDP Kementerian Keuangan. Namun, penghargaan dari UNESCO kali ini dianggapnya paling bergengsi.
Proses Seleksi yang Ketat
Dalam ajang CES 2025, Rahmat Putra Yudha bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai negara. Proses seleksi dilakukan melalui pengiriman video pembelajaran, deskripsi program, dan esai tentang permasalahan serta solusi inovatif di bidang pendidikan. Penilaian dilakukan oleh tim dari UNESCO dan GIoCT berdasarkan rubrik penilaian yang menilai tingkat kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran.
Acara penghargaan dan CES 2025 berlangsung di markas besar UNESCO, Paris, Prancis, dan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai negara. Indonesia diwakili oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, menggantikan perwakilan Kementerian Pendidikan yang berhalangan hadir.
Tanggung Jawab Baru
Setelah resmi dilantik menjadi Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pontianak, Rahmat Putra Yudha mengakui bahwa lingkungan baru ini membutuhkan adaptasi. Ia menyadari bahwa tanggung jawab sebagai kepala sekolah lebih luas dibandingkan tugas mengajar. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk terus berkontribusi menciptakan inovasi-inovasi terbaru.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang cepat dan terbuka dalam menghadapi masalah di lingkungan sekolah. Menurutnya, kebanyakan permasalahan di lapangan berkaitan dengan komunikasi, sehingga perlu disampaikan segera mungkin untuk mengatasi masalah-masalah tersebut agar tidak membesar.
Perjalanan Menuju Kesuksesan
Perjalanan Rahmat Putra Yudha hingga mencapai titik ini bukanlah hal mudah. Sejak menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2009 dan sempat bertugas di sekolah dasar, ia kemudian pindah ke jenjang SMP pada 2016 setelah menempuh studi magister di Australia melalui beasiswa pemerintah.
Di balik prestasinya, Yudha menyimpan kisah perjuangan panjang. Terinspirasi dari kisah Nabi Ibrahim yang gigih mencari kebenaran, ia pantang menyerah dalam mengejar impian kuliah ke luar negeri. “Saya pernah gagal 118 kali saat melamar beasiswa. Semua email penolakan saya cetak dan tempel di dinding untuk memotivasi diri. Baru pada percobaan ke-119 saya diterima,” tuturnya mengenang.
Apresiasi dari Wali Kota
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memberikan apresiasi tinggi kepada Rahmat Putra Yudha atas pencapaian internasional. Ia menyebut inovasi sistem pelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan teknologi AI seperti yang dilakukan Pak Yudha sebagai bukti nyata bahwa guru-guru di Pontianak kreatif dan mampu bersaing di tingkat dunia.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak merasa bangga sekaligus berterima kasih atas kontribusi Yudha dalam mengharumkan nama daerah di kancah internasional. “Selama ada kesempatan dan kemauan untuk terus belajar, mereka bisa berprestasi sampai ke tingkat dunia,” kata Wali Kota.
Kurang lebih tiga bulan setelah memberikan pernyataan apresiasi, Wali Kota Edi Kamtono kini memberikan tanggung jawab sebagai kepala sekolah. Ini seolah menjadi kado Tahun Baru 2026 untuk Rahmat Putra Yudha.









