Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Pembunuh Anak Politisi PKS Cilegon, Pria Asal Palembang

Identitas Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS Cilegon Terungkap

Pelaku pembunuhan anak politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cilegon, MAHM (9 tahun), ternyata berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Nama pelaku adalah HA (31 tahun), yang diketahui sebagai perantau asal Kertapati, Palembang. HA bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Cilegon, Banten.

Penangkapan HA dilakukan oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten setelah pria ini tertangkap tangan saat mencuri di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri. Penangkapan terjadi pada Jumat (2/1/2026), sekitar waktu Maghrib. HA ditangkap tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolres Cilegon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Asal Usul HA dari Kertapati, Palembang

Kertapati adalah salah satu kecamatan di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Wilayah ini terdiri dari enam kelurahan, yaitu Karya Jaya, Keramasan, Kemang Agung, Kemas Rindo, Ogan Baru, dan Kertapati. Salah satu ciri khas wilayah ini adalah Stasiun Kereta Api Kertapati, yang menjadi pusat transportasi penting menghubungkan Palembang dengan kota-kota lain seperti Lubuklinggau dan Tanjungkarang, Lampung.

Selain itu, Kertapati juga memiliki Terminal Karya Jaya yang merupakan bagian dari identitas budaya setempat. Wilayah ini dikenal sebagai daerah yang kaya akan sejarah dan budaya. Palembang sendiri merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Selatan dan salah satu kota tertua di Indonesia yang pernah menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya. Kota ini juga terkenal dengan kuliner khas seperti pempek dan ikon Jembatan Ampera yang membentang di atas Sungai Musi.

Palembang sering disebut sebagai “Venice of the East” karena letaknya di delta sungai dan kaya akan jalur air, serta menjadi pusat ekonomi dan pemerintahan regional.

Kronologi Kejadian

Peristiwa pembunuhan MAHM terjadi pada Selasa (16/12/2025) siang. Awalnya, ayah korban, H. Maman, menerima telepon darurat dari anak keduanya, D (8 tahun), yang berteriak meminta pertolongan. D diketahui sedang berada di rumah bersama korban ketika kejadian berlangsung.

Mendengar kabar tersebut, H. Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah. Setibanya di lokasi, ia mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah. Korban kemudian dibawa ke RS Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa korban mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya. Sementara itu, tiga luka lainnya diduga berasal dari benda tumpul, namun posisi luka di bagian leher dan dada membuatnya sangat fatal.

Hasil Autopsi dan Penyelidikan

Menurut Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan, dari total 22 luka yang ditemukan di tubuh korban, 19 di antaranya merupakan luka akibat benda tajam. Namun, hingga saat ini belum diketahui jenis senjata yang digunakan karena barang bukti belum ditemukan. Sigit menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil visum dari kedokteran untuk kepastian jumlah lukanya.

Pihak kepolisian juga masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif pembunuhan tersebut. Sampai saat ini, kasus dugaan pembunuhan tersebut masih dalam tahap penyelidikan, dan polisi belum mengungkap terduga pelaku maupun alasan motivasi di balik kejadian tersebut.

Tangisan Keluarga dan Respons Pihak Berwajib

Tangisan Haji Maman, ayah korban, tak henti-hentinya mengiringi proses penyelidikan. Ia terisak menangis setelah mengetahui putra bungsunya yang masih duduk di bangku SD itu tewas diduga jadi korban pembunuhan disertai perampokan. Tragedi ini terjadi di kediamannya di perumahan mewah Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten.

Pantauan TribunBanten.com di lokasi kejadian sekitar pukul 20.30 WIB menunjukkan bahwa aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan di rumah korban. Dari video yang beredar, Maman Suherman yang menggenakan baju lengan pendek berwarna putih menangis terseduh-seduh ditenangkan kerabatnya saat puluhan warga setempat serta keluarga korban hadir di rumah duka.

Selain itu, ada seorang perempuan yang sampai jatuh pingsan saat baru tiba di rumah duka. Kematian anaknya yang berinisial MAHM yang masih berusia 9 tahun secara tragis itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Penangkapan HA Saat Mencuri

HA ditangkap oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon. Penangkapan terjadi setelah pelaku diketahui oleh pembantu rumah tangga yang kemudian meminta bantuan warga untuk melapor ke pihak kepolisian. Tim gabungan lantas datang ke lokasi dan berhasil mengamankan HA yang bersembunyi di dalam rumah.

Wajah HA terlihat dalam foto yang diunggah melalui status WhatsApp Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama. Dalam foto tersebut, HA tampak duduk di lantai lobi Mapolres Cilegon mengenakan kaus hitam dan celana hitam, dengan tangan terborgol menggunakan dua tali ties.

Status Kasus dan Langkah Selanjutnya

Kasus ini kini ditangani oleh aparat kepolisian Polres Cilegon guna memastikan penyebab kejadian serta mengungkap pelaku yang bertanggung jawab. Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, menyatakan bahwa seluruh informasi dan petunjuk yang ada sedang mereka dalami untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian.

Polisi belum mengungkap motif maupun terduga pelaku, dan masih mendalami seluruh fakta serta alat bukti yang ditemukan di lapangan. Sampai saat ini, jenazah korban masih berada di RS Bethsaida, Jalan Lingkar Selatan, Kota Cilegon, untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.




Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *