Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Nyalakan Kembang Api, Remaja Australia Didakwa Hancurkan 25 Hektar Hutan



Seorang remaja berusia 19 tahun asal Australia, Luke Joseph Grguric, telah didakwa terkait kebakaran hutan besar yang terjadi di pinggiran timur Perth pada malam Tahun Baru 2026. Insiden ini dimulai ketika kembang api atau petasan yang dinyalakan oleh pelaku dilemparkan ke rerumputan kering. Hal tersebut memicu kobaran api yang cepat menyebar di semak belukar sekitar Maida Vale dan Forrestfield.

Api yang muncul dari kejadian ini menyebar dengan cepat dan mendekati Bandara Perth, sehingga menimbulkan ancaman bagi pemukiman dan properti di sekitarnya. Kondisi cuaca yang kering dan angin kencang memperparah situasi, membuat api mengancam rumah-rumah, memutus aliran listrik ribuan properti, dan memaksa warga untuk mengungsi.

Polisi melaporkan bahwa api berkembang pesat dan memaksa beberapa tim pemadam kebakaran serta polisi, dibantu helikopter, bekerja sepanjang malam untuk mengendalikan kobaran api. Lebih dari 160 petugas dikerahkan untuk memadamkan api yang menjalar ke arah barat, mendekati bandara utama kota, dan menghanguskan lebih dari 25 hektar lahan semak belukar asli.

Dampak dari tindakan sembrono menyalakan kembang api hingga menyebabkan kebakaran hutan menjadi perhatian serius. Menurut laporan, kebakaran tersebut telah menghanguskan lebih dari 25 hektar lahan semak belukar asli dan masih terus menyala meski aktivitasnya mulai berkurang. Lebih dari 2.000 rumah di daerah terdampak mengalami pemadaman listrik.

Pusat evakuasi didirikan di High Wycombe Community and Recreation Centre untuk menampung warga yang terdampak. Polisi WA menduga remaja tersebut melempar petasan ke rerumputan kering di semak-semak Temby Avenue, Kalamunda, yang menjadi penyebab kobaran api. Ia kini didakwa atas satu tuduhan kelalaian tugas dan dijadwalkan menghadapi Pengadilan Magistrat Perth hari ini.

Luke Joseph Grguric dari Kalamunda didakwa atas kelalaian yang dianggap sembrono. Ia dinilai gagal memastikan bahwa kembang api yang dilemparkannya tidak akan memicu kebakaran yang tak terkendali. Dalam sidang di Pengadilan Magistrat Perth, jaksa penuntut menyebut kebakaran ini sebagai sama dengan peristiwa bencana dan menekankan kelalaian Grguric.

Sementara itu, pengacara remaja tersebut menyatakan bahwa kliennya panik setelah menyadari dampaknya dan ikut berupaya memadamkan api sebelum memberi tahu tetangga dan layanan darurat. Grguric diberikan jaminan dan dijadwalkan kembali ke pengadilan akhir bulan ini.

Pemadaman dan peringatan lanjutan

Pusat evakuasi didirikan di High Wycombe Community and Recreation Centre, mengingat kondisi kebakaran yang terus berubah dan warga tetap dalam keadaan siaga. “Kami telah membuat jalur pembatas api di sekeliling lokasi kebakaran, tetapi masih ada risiko signifikan bagi masyarakat,” kata pengendali insiden Paul Postma dikutip dari The Guardian, Kamis (1/1/2026).

Ia menambahkan, saat itu api masih belum terkendali. “Kami berhasil menahan api di area terbatas terkurung oleh lapisan tanah mineral yang dibuat oleh buldoser dan loader dan butuh beberapa jam lagi untuk memastikan api sepenuhnya padam,” terang Postma. Beberapa bangunan, termasuk pagar dan gudang, diperkirakan hancur, namun tidak ada rumah yang dilaporkan terbakar.

Pihak berwenang tetap mengimbau warga untuk waspada. Sementara itu, remaja yang didakwa terkait insiden ini dijadwalkan hadir di Pengadilan Magistrat Perth pada hari Kamis (1/1/2026). Pada Kamis (1/1/2026) sore, pihak berwenang melaporkan kebakaran telah terkendali meski belum sepenuhnya padam. Postma mengatakan, petugas pemadam telah berhasil membentuk garis pembatas dan perlahan-lahan mengendalikan kebakaran.

Namun, ia memperingatkan bahwa bahaya masih tetap ada jika kondisi cuaca berubah. Emergency WA menurunkan tingkat peringatan menjadi waspada dan bertindak, meski warga tetap diimbau untuk berhati-hati. Insiden ini terjadi saat Australia Barat menghadapi risiko tinggi kebakaran hutan akibat suhu panas dan kondisi kering yang ekstrem.

Beberapa hari sebelumnya, seorang pria juga didakwa terkait kebakaran hutan di Byford yang membakar puluhan ribu meter persegi lahan semak. Pihak berwenang terus menegaskan bahwa menyalakan api di kondisi berisiko tinggi dapat mengancam nyawa, properti, dan keselamatan petugas tanggap darurat.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *