Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Suami Dicurigai, Polisi Ungkap Fakta DNA Pembunuhan Ibu

Penyelidikan Kematian Faizah Soraya: DNA Tak Mengarah ke Suami

Polisi telah mengungkap fakta terkini terkait dugaan keterlibatan suami dalam pembunuhan Faizah Soraya (42). Meskipun sebelumnya publik mengkhawatirkan kemungkinan keterlibatan suami korban, penyelidikan yang dilakukan tidak menemukan bukti yang mengarah ke pihak tersebut.

Kejadian mengerikan ini terjadi di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, pada Rabu (10/12/2025). Saat itu, siswi SD berinisial AL (12) ditetapkan sebagai tersangka atas pembunuhan ibunya. Awalnya, kecurigaan mengarah ke suami Faizah Soraya, namun hingga gelar perkara, polisi tidak menemukan adanya bukti yang mendukung dugaan tersebut.

Hasil Pemeriksaan DNA

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara melakukan pemeriksaan DNA di lokasi kejadian. Hasilnya, tidak ditemukan DNA ayah dari AL di tempat kejadian perkara (TKP). Kasubbid Kimia Biologi Bid Labfor Polda Sumut AKBP Hendri Ginting menjelaskan bahwa hanya DNA kakak AL dan korban yang ditemukan pada pisau.

“DNA ibu ditemukan karena pisau sering digunakan di dapur. Sementara DNA kakak ditemukan karena tangannya sempat tersayat saat berupaya merebut pisau dari genggaman AL,” ujar Hendri.

Selain itu, darah dari lantai 1 menuju lantai dua adalah DNA kakak. Di dalam kamar lantai dua, tidak ditemukan DNA selain milik kakak.

Motif Pembunuhan

Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak mengungkapkan beberapa faktor yang mendorong AL untuk melukai korban. Pertama, AL melihat kekerasan yang dilakukan korban terhadap kakak dan ayah menggunakan pisau. Kedua, ia melihat kakak dipukuli korban dengan sapu dan tali pinggang. Ketiga, AL merasa sakit hati karena game online-nya dihapus.

Selain itu, AL kerap memainkan game yang menggunakan pisau dan menonton serial anime yang menampilkan adegan penggunaan pisau. Faktor-faktor ini menjadi bahan pertimbangan dalam penyelidikan.

Awal Mula Ke Curigaan Terhadap Suami

Awal mula sang suami Alham Siagian dicurigai ikut terlibat dalam kasus ini diungkap oleh Dimas, adik dari Faizah Soraya. Menurut Dimas, Faizah ditemukan bersimbah darah di kamar lantai satu rumahnya. Saat itu, suami Faizah langsung menelepon Rumah Sakit Colombia untuk meminta ambulans.

Dimas merasa heran mengapa Alham tidak memanggil tetangga terlebih dahulu. Ia juga menyatakan bahwa Alham berbohong saat menelepon rumah sakit, menyatakan bahwa Faizah mengalami pendarahan, bukan luka tusuk.

Kronologi Lengkap Peristiwa

Polrestabes Medan mengungkap kronologi lengkap kasus ini. AL melakukan aksinya sendiri di dalam kamar. Kakak korban berusaha melerai, sedangkan suami tidak terlibat dalam kejadian. Sebelum peristiwa, korban bersama dua anaknya tidur di kamar lantai satu, sementara suami beristirahat di lantai dua.

Sekitar pukul 04.00 WIB, AL bangun dan mengambil pisau dari dapur, lalu melukai korban yang sedang tertidur. Adik AL mengambil pisau, membuka bajunya, dan melukai korban. Korban mengalami 26 luka tikam.

Kakak korban terbangun dan melihat ibunya ditikam berulang kali. Ia berhasil merebut pisau dari AL dan membuangnya di dalam kamar, namun tangannya tersayat. AL kemudian mengambil pisau kecil lagi di dapur.

Saat AL hendak masuk kembali ke kamar, kakak korban menutup pintu sehingga pisau yang dipegang AL terjatuh. Kakak korban panik dan berlari ke lantai dua untuk membangunkan ayah. AL menyusul ke lantai dua dengan kondisi sudah mengenakan baju dan memeluk ayahnya. Ketiganya turun ke lantai satu.

Kakak dan ayah mengecek kondisi korban, sementara AL duduk lemas di sofa ruang tamu. Korban masih hidup dan meminta dipanggil ambulans. Ambulans datang sekitar pukul 05.40 WIB, namun korban ditemukan sudah meninggal dunia.

Penutup

Hasil investigasi menunjukkan bahwa DNA korban dan AL ditemukan pada gagang pisau. Pisau tersebut sudah ada di rumah untuk keperluan dapur. Selain itu, DNA korban dan kakak AL ditemukan pada bilah pisau. Darah di kamar lantai satu seluruhnya milik korban, sementara darah di lantai dua adalah DNA kakaknya yang membangunkan ayah.


Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *