Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Nur Aini, Guru SD yang Viral Keluhkan Jarak ke Sekolah, Dipecat dari ASN

Nasib Nur Aini, Guru SD yang Viral Karena Jarak Tempuh ke Sekolah

Nur Aini (38), seorang guru SD di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, menjadi sorotan setelah curhatannya tentang jarak tempuh ke sekolah pulang pergi (PP) yang lebih dari 100 kilometer viral di media sosial. Namun, kini nasibnya berubah drastis setelah dipecat dari status Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pemecatan Nur Aini dilakukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pasuruan setelah melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran disiplin. Ia dinilai tidak menunjukkan itikad baik selama proses klarifikasi. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian direkomendasikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), yang akhirnya mengambil keputusan untuk memberhentikan Nur Aini sebagai ASN.

Menurut Devi Nilambarsari, Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKPSDM Pasuruan, Nur Aini dianggap melanggar aturan dengan tidak hadir dalam bekerja selama lebih dari 28 hari tanpa alasan. Hal ini merujuk pada Pasal 4 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Pengakuan Nur Aini tentang Jarak Tempuh

Nur Aini mengajar di SDN Mororejo II, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Ia tinggal di Kecamatan Bangil, sehingga jarak antara rumah dan sekolah mencapai sekitar 57 kilometer. Dalam podcast yang diunggah oleh pengacara Cak Sholeh di akun TikTok-nya pada pertengahan November 2025, Nur Aini mengungkapkan kesulitannya dalam menempuh jarak tersebut.

“Kalau berangkat jam setengah 6 pagi, nyampek setengah 8 lebih,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa ia harus menggunakan jasa ojek atau diantar suaminya untuk sampai di sekolah.

Selain itu, Nur Aini mengajukan permohonan pindah mengajar kepada Bupati Pasuruan lewat BKPSDM. Namun, hingga saat ini, permohonan tersebut belum mendapat tanggapan. Ia menyampaikan alasan pengajuan pindah karena kondisi kesehatan dan iklim kerja di sekolah yang tidak ideal.

Masalah Data Kehadiran dan Gaji

Nur Aini juga mengeluhkan data kehadiran yang diduga direkayasa oleh kepala sekolah dan operator sekolah. Ia menyatakan bahwa bukti presensi yang dimiliki BKPSDM tidak sesuai dengan realitas, sehingga merugikannya.

Selain itu, gaji Nur Aini terpotong sebesar Rp600.000 selama lima bulan karena tanda tangannya dipalsukan oleh kepala sekolah untuk meminjam uang koperasi. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminjam uang tersebut.

Tanggapan Netizen dan Reaksi dari Cak Sholeh

Setelah video podcast Nur Aini viral, banyak netizen memberikan tanggapan negatif. Beberapa menyebutkan bahwa Nur Aini memiliki mobil Pajero, pikap, dan motor, sehingga dianggap orang mampu.

Cak Sholeh, pengacara yang membuat podcast tersebut, mengungkapkan rasa ibanya terhadap kondisi Nur Aini. Ia menyatakan bahwa Nur Aini meminta bantuan untuk memviralkan nasibnya agar bisa pindah ke sekolah yang lebih dekat.

Namun, setelah viral, Nur Aini justru mendapat banyak kritik. Ia berharap dapat bertemu langsung dengan Bupati Pasuruan untuk menjelaskan alasan sebenarnya hingga dirinya rela membuat podcast hingga menjadi viral.

Harapan Nur Aini

Nur Aini hanya berharap ada solusi dari pemerintah daerah agar bisa pindah mengajar dekat dengan rumahnya. Ia ingin tetap menjadi guru, tetapi di lokasi yang lebih dekat dan tidak memberatkan secara fisik maupun finansial.

Dengan didampingi suaminya, M Ilham Burhanudin, Nur Aini berharap ada kebijakan dari Bupati Pasuruan yang dapat membantu dirinya mendapatkan keadilan.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *