Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Hukum  

Tak Mau Dimadu, Wardatina Mawa Ikhlas: Inara Rusli Kembali ke Insan

Kehidupan Wardatina Mawa yang Berubah Total

Wardatina Mawa, seorang konten kreator yang dikenal dengan nama panggilannya, memutuskan untuk berpisah dari suaminya, Insanul Fahmi. Keputusan ini diambil setelah mengetahui bahwa suaminya berselingkuh dan bahkan menikah siri dengan Inara Rusli. Dengan keteguhan hati, ia menolak untuk dimadu dan menyatakan bahwa tidak ada peluang rujuk meskipun Insanul Fahmi ingin mempertahankan hubungan mereka.

Keputusan ini bukanlah keputusan yang diambil secara emosional. Menurut kuasa hukumnya, Darma Praja Pratama, Wardatina Mawa telah mempertimbangkan segala sesuatu dengan matang. Ia mengungkapkan bahwa keputusan tersebut sudah final dan tidak sekadar ancaman atau luapan emosi sesaat. “Ini bukan keputusan yang diambil karena emosi sesaat. Dia sudah mempertimbangkan semuanya dengan sangat matang,” ujar Darma.

Wardatina Mawa juga menegaskan bahwa ia tidak akan menerima poligami. Sikapnya terhadap hal ini sudah jelas dan konsisten sejak awal. “Sudah, sudah benar-benar mantap. Apalagi kalau bicara soal poligami, itu sudah pasti tidak. Dari awal Mawa sudah menyampaikan sikapnya dan itu tidak berubah sampai sekarang,” tegas Darma.

Selain itu, fokus utama Wardatina Mawa saat ini adalah menyelesaikan proses hukum yang sedang berjalan. Ia ingin semua berjalan sesuai jalurnya. Proses hukum diselesaikan dulu, setelah itu baru melangkah ke tahapan berikutnya dalam urusan rumah tangga. “Dia ingin semuanya berjalan sesuai jalurnya. Proses hukum diselesaikan dulu, setelah itu baru melangkah ke tahap berikutnya. Jadi tidak ingin terburu-buru, tapi juga tidak ingin berlarut-larut,” jelas Darma.

Meski demikian, Darma menegaskan bahwa keputusan untuk berpisah tidak mengubah komitmen Mawa terhadap anak. Ia menyebut Mawa tetap mengedepankan kepentingan anak di tengah konflik yang terjadi. “Yang jelas, meskipun sudah mantap berpisah, urusan anak tetap menjadi prioritas utama. Mawa tidak ingin konflik ini berdampak pada kondisi psikologis anak,” katanya.

Kasus ini berawal ketika Insanul Fahmi menikahi Inara Rusli secara siri. Namun status hubungan Insanul Fahmi dengan Wardatina Mawa masih sebagai suami istri sah. Kasus dugaan hubungan terlarang ini mencuat setelah Wardatina Mawa mengungkapkan adanya perubahan sikap sang suami hingga menemukan bukti-bukti berupa rekaman CCTV.

Wardatina Mawa kemudian muncul di Polda Metro Jaya mengungkap dugaan hubungan terlarang antara suaminya, Insanul Fahmi dengan Inara Rusli. Insanul Fahmi pun resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan perselingkuhan dan perzinaan pada Sabtu (22/11/2025).

Insanul Fahmi sendiri sempat berkonflik dengan Inara Rusli, namun kini keduanya telah berdamai. Inara juga telah mencabut laporannya terhadap Insan terkait dugaan penipuan.

Dalam wawancara, Insanul Fahmi tidak memberikan jawaban secara pasti ketika ditanya apakah akan memilih Wardatina Mawa atau Inara Rusli. Ia mengungkapkan perjuangannya untuk Mawa, tetapi juga menegaskan bahwa ia tidak mau sampai mengorbankan harga dirinya. “Tapi kalau harus sampai bertekuk lutut, kayaknya aku yang menodai harga diri sendiri kan,” ucap Insan.

Ia juga menjelaskan bahwa ia ingin bertanggung jawab terhadap Inara dan juga Mawa. “Kalau menurut aku, aku tetap harus tanggung jawab ke dua-duanya,” kata Insan.

Wardatina Mawa, yang berusia 25 tahun, percaya bahwa Tuhan telah menyiapkan hal indah di balik ujian hidup yang kini ia hadapi. “Aku lanjut melangkah, percaya Allah punya rencana yang lebih baik,” tutupnya.

Ia juga menulis caption tentang kepasrahannya pada Tuhan. “Hasbunallah wa ni’mal wakil. Cukup Allah yang jadi tempat sandar, tempat pulang, dan tempat menitipkan semua rasa. Selebihnya, biar waktu dan takdir yang bekerja.”

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *