Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Reza Indragiri: Anak Politisi PKS Cilegon Tewas, Korban Jadi Pengganti

Dugaan Korban Jadi Sasaran Pengganti dalam Kasus Pembunuhan Anak Politisi PKS Cilegon

Dalam kasus pembunuhan anak politisi PKS Kota Cilegon, Maman Suherman, MAHM (9), putra dari Dewan Pakar PKS tersebut, terdapat sejumlah dugaan yang masih menjadi pertanyaan besar. Penyelidikan yang sedang berlangsung belum berhasil mengungkap secara pasti motif dan pelaku kejahatan ini. Namun, menurut analisis dari pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel, korban kemungkinan bukanlah target utama dalam aksi pembunuhan tersebut.

Pelaku Mengincar Pihak Lain

Reza menyatakan bahwa ada indikasi kuat bahwa korban hanya dijadikan sebagai objek substitusi oleh pelaku. Ia menjelaskan bahwa pelaku mungkin memiliki niat untuk menyasar pihak lain yang memiliki keterkaitan erat dengan korban, seperti orang tua atau anggota keluarga lainnya.

“Boleh jadi pelaku mengincar pihak lain yang punya keterkaitan dengan korban, misalnya orang tua korban,” ujar Reza. Menurutnya, alasan pelaku memilih korban adalah karena tidak memungkinkannya melakukan serangan langsung terhadap target utamanya.

Motif dan Perilaku Pelaku Tidak Selalu Linear

Lebih lanjut, Reza menegaskan bahwa dalam kasus kejahatan tertentu, motif dan perilaku pelaku tidak selalu berjalan searah. “Boleh jadi orang yang menghabisi korban tidak sungguh-sungguh menjadikan korban sebagai target aslinya,” katanya. Ia menekankan bahwa antara perilaku dan motif pelaku bisa saja tidak linear.

Menurut Reza, kemungkinan besar pelaku tidak sepenuhnya menjadikan korban sebagai sasaran utama sejak awal. Hal ini bisa terjadi karena adanya faktor-faktor eksternal yang memengaruhi tindakan pelaku, seperti kesempatan atau keadaan yang memungkinkan mereka melakukan tindakan kekerasan terhadap korban.

Korban Disebut Rentan Karena Usia

Salah satu alasan mengapa MAHM diduga menjadi sasaran pengganti adalah karena usianya yang masih sangat muda. Reza menjelaskan bahwa anak-anak umumnya termasuk dalam kelompok yang rentan menjadi korban kejahatan. “Anak-anak lemah secara fisik, psikis, dan sosial,” tambahnya.

Ia juga menyoroti kemungkinan bahwa pelaku berasal dari lingkaran dekat keluarga korban. “Pelaku harus memiliki pengetahuan dan akses terhadap kondisi rumah korban,” ujarnya. Reza meyakini bahwa pelaku mungkin sudah mengenal situasi di sekitar rumah korban, termasuk apakah anak itu sendirian atau tidak dijaga.

Luka-luka yang Mengakibatkan Kematian

Selain dugaan tentang sasaran pengganti, polisi juga mengungkapkan detail luka yang dialami korban. Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Darmawan menyebutkan bahwa MAHM tewas akibat 22 luka yang terdiri dari 19 luka tusukan dan tiga luka memar. Luka-luka tersebut ditemukan setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit.

Akibat banyaknya luka tersebut, korban mengalami pendarahan hebat yang menyebabkan kematian. Hingga saat ini, polisi masih mencari alat yang digunakan untuk membunuh korban. “Untuk benda-benda tersebut belum ada, itu masih dicari, belum ditemukan,” kata Sigit.

Tidak Ada Barang Berharga yang Hilang

Sebelumnya, Sigit juga menyatakan bahwa tidak ada barang berharga yang hilang dari kediaman Haji Maman di kawasan Ciwaduk, Kota Cilegon. Meski ada narasi yang menyebutkan bahwa kasus ini merupakan perampokan disertai pembunuhan, namun hingga kini belum ditemukan adanya barang yang hilang.

Proses Penyelidikan dan Pemeriksaan Saksi

Polisi telah memeriksa delapan saksi dalam kasus tewasnya MAHM. Saksi-saksi tersebut terdiri dari pihak keluarga dan warga setempat. “Untuk jumlah saksi sementara yang sudah kita lakukan pemeriksaan itu ada delapan orang,” ujar Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama.

Selain memeriksa saksi, polisi juga telah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penanganan awal, termasuk visum terhadap korban.

Kronologi Penemuan Korban

Maman Suherman pertama kali mengetahui bahwa MAHM terluka ketika mendapat telepon dari anak keduanya, D (8), pada Selasa (16/12/2025). D menelepon sembari berteriak meminta bantuan. Saat kejadian, Haji Maman sedang bekerja dan langsung pulang ke rumah.

Setelah tiba di rumah, Haji Maman menemukan MAHM dalam kondisi bersimbah darah di dalam kamarnya. Meski korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk diberi pertolongan medis, nyawa MAHM tidak selamat.

Hartono Hamid

Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *