Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Enam Anggota Polisi Bunuh Dua Penagih Hutang, Akibat Motor Ditarik

Penetapan Enam Anggota Polisi sebagai Tersangka Pengeroyokan Matel

Pada hari Kamis (11/12/2025), terjadi peristiwa pengeroyokan yang mengakibatkan dua korban meninggal dunia. Peristiwa tersebut berlangsung di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, dekat Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Dua korban yang dikenal sebagai mata elang atau debt collector (matel) akhirnya meninggal setelah dikeroyok oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK).

Kejadian ini dipicu oleh upaya penarikan kendaraan bermotor yang digunakan oleh salah satu pelaku. Kedua korban dikenal sebagai matel yang bertugas menarik kendaraan kredit bermasalah. Saat itu, dua orang matel sedang melakukan tugasnya dan tiba-tiba menghentikan pengendara motor. Kejadian tersebut kemudian memicu aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh OTK.

Pelaku Pengeroyokan adalah Enam Anggota Polisi

Setelah proses penyelidikan intensif, polisi berhasil mengidentifikasi enam anggota polisi yang menjadi tersangka dalam kasus pengeroyokan ini. Mereka merupakan anggota dari Yanma Mabes Polri. Keenam tersangka tersebut adalah:

  • Bripda Irfan Batubara
  • Bripda Jefry Ceo Agusta
  • Brigadir Ilham
  • Bripda Ahmad Marz Zulqadri
  • Bripda Baginda
  • Bripda Raafi Gafar

Karo Penmas Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa keenam tersangka telah ditahan dan dijerat dengan Pasal 170 ayat 3 KUHP tentang pengeroyokan yang berujung pada kematian korban. Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka secara intensif.

Proses Hukum dan Sidang Etik

Selain proses pidana, keenam anggota polisi tersebut juga akan menghadapi sidang etik oleh Komisi Kode Etik Profesi (KKEP). Rencananya, sidang etik akan digelar pekan depan. Hal ini menunjukkan bahwa kepolisian serius dalam menangani kasus ini dan memberikan konsekuensi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, membenarkan bahwa salah satu korban meninggal di rumah sakit. Dua korban, yang memiliki inisial MET dan NAT, awalnya dirawat di Rumah Sakit Budhi Asih, namun kini jenazah mereka telah dipindahkan ke rumah duka.

Aksi Balas Dendam dan Protes

Setelah peristiwa pengeroyokan, sekelompok orang melakukan aksi balas dendam dengan membakar tenda makan milik pedagang kaki lima (PKL) di lokasi kejadian. Aksi tersebut kemudian berkembang menjadi protes terhadap kematian rekan mereka. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan telah dikerahkan untuk mengkondusifkan lokasi kejadian.

Meski begitu, polisi belum dapat menyimpulkan asal-usul kelompok OTK yang melakukan pembakaran tersebut. Kombes Budi menduga aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas atas kematian rekan mereka.

Kronologi Awal Kejadian

Menurut informasi dari Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, dua korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah tidak jauh dari TMP Kalibata. Kedua korban dikenal sebagai matel yang sedang menjalankan tugasnya. Menurut keterangan saksi, korban dikeroyok oleh kelompok OTK sebanyak sekitar lima orang.

Kompol Mansur menjelaskan bahwa kejadian dimulai ketika pengendara motor tiba-tiba dihentikan oleh korban. Setelah itu, sekelompok orang turun dari mobil dan langsung melakukan pengeroyokan secara sporadis. Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian masih mencari informasi lebih lanjut mengenai identitas pengendara motor yang disetop oleh korban.

Motif Pengeroyokan

Motif dari aksi pengeroyokan tersebut diketahui terkait dengan upaya penarikan kendaraan. Karopenmas Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa kendaraan yang digunakan oleh pelaku menjadi latar belakang dari peristiwa tersebut. Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiyardi, menjelaskan bahwa korban sedang melakukan tugasnya untuk mengambil kendaraan yang digunakan oleh pelaku.


Hartono Hamid

Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *