Profil Michael Wishnu Wardhana, Pemimpin Terra Drone Indonesia
Michael Wishnu Wardhana adalah seorang direktur dan pemimpin dari perusahaan Terra Drone Indonesia. Ia sedang menjalani pemeriksaan polisi setelah kebakaran hebat di kantor perusahaan yang berada di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kebakaran tersebut menewaskan 22 orang pada Selasa (9/12/2025). Beberapa saksi, termasuk pemilik gedung dan warga sekitar, juga telah diperiksa.
Michael Wishnu Wardhana menjabat sebagai Direktur dan pemimpin Terra Drone Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok muda berprestasi dengan keahlian di bidang teknologi drone. Selain itu, ia memimpin operasional perusahaan secara menyeluruh. Pendidikan Michael dilakukan di Teknik Dirgantara, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, ITB (angkatan 2001), dan memiliki kemampuan teknis yang kuat dalam pengembangan drone.
Di posisi puncak Terra Drone Indonesia, Michael sering tampil sebagai pembicara di seminar nasional maupun internasional. Ia membagikan wawasan tentang inovasi drone dan pemanfaatan teknologi modern. Keterlibatannya dalam proyek desain dan pengembangan drone membuktikan dedikasinya untuk mengembangkan teknologi dalam negeri sekaligus menempatkan namanya di panggung internasional.
Kontribusi Michael dalam Proyek Inovatif
Michael turut berkontribusi dalam proyek Micro Drone Beroda untuk Ruang Terbatas bernama “Zeke01”, bekerja sama dengan sejumlah pakar seperti Yazdi Ibrahim Jenie, Zeke Denver Wouters De Cilva, dan lainnya. Keterlibatannya menunjukkan komitmen untuk memajukan teknologi drone dalam negeri sekaligus menegaskan reputasinya di tingkat internasional.
Sebagai pucuk pimpinan Terra Drone Indonesia, Michael kerap diundang untuk menjadi pembicara di berbagai seminar dan acara internasional. Ia pernah menjadi pembicara dalam kegiatan CSR Award 2019 yang berlangsung di Sanur, Bali, pada 1 Agustus 2019, membagikan pengalaman dan wawasan praktis dalam pengembangan teknologi industri.
Pada acara Foreng 10 dengan tema “Future Solution for Lifecycle Construction” yang digelar di Telkom Landmark Tower pada 12–13 November 2019, Michael juga tampil sebagai pembicara. Pada 20 November 2020, ia kembali diundang sebagai pembicara dalam Malaysia Drone Tech Festival 2020, seperti tercatat di akun Instagram resmi perusahaan @terradrone_id.
Selain itu, ia juga menjadi pembicara pada Forum Engineering 2020 dengan topik menarik bertajuk “Drone and Smart Cities” yang menyoroti pemanfaatan teknologi drone di perkotaan. Pada ajang Aeroscape Innovation Summit (AIS) 2023 yang diselenggarakan oleh ITB, Michael tampil sebagai salah satu dari 13 pakar yang diundang untuk berbagi insight di bidang drone dan inovasi teknologi.
Kehadiran di Berbagai Seminar Internasional
Kehadirannya dalam berbagai seminar internasional membuktikan bahwa Michael bukan hanya ahli manajemen, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang teknologi drone modern. Pada Januari 2024, ia kembali menjadi narasumber dalam Webinar Drone Industry Outlook 2024, memberikan analisis terkait tren industri drone global dan peluang pengembangan teknologi masa depan.
Nama Michael juga tercatat dalam dokumen resmi dgip.go.id sebagai salah satu pendesain Micro Drone Beroda untuk Ruang Terbatas “Zeke01”, proyek inovatif yang melibatkan teknologi drone mini. Dalam proyek Zeke01, Michael bekerja bersama sejumlah pakar lain, antara lain Yazdi Ibrahim Jenie, Zeke Denver Wouters De Cilva, Javensius Sembiring, Yohanes Bimo Dwianto, Joshua Levin Kurniawan, Ray Ozma, dan Muhammad Luthfi Azzam.
Pemeriksaan Polisi Terhadap Pemimpin Perusahaan
Pemimpin perusahaan Terra Drone bersama tujuh orang lainnya diperiksa polisi terkait kebakaran Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). Data tersebut terhitung hingga Rabu (10/12/2025).
“Jumlah saksi delapan (orang) yang sudah diperiksa,” ujar Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra saat dikonfirmasi wartawan, Rabu. Saksi yang diperiksa terdiri dari pemilik gedung Terra Drone, manajemen perusahaan, dan warga di lingkungan sekitar lokasi. Namun, pemilik perusahaan hingga kini belum diperiksa.
Kepolisian masih memastikan posisi dan alamat pemilik PT Terra Drone. Roby mengungkapkan, PT Terra Drone merupakan perusahaan Jepang. Namun, pemimpin perusahaan di kantor Kemayoran bukan merupakan WNA Jepang.
Informasi Terkait Kebakaran di Gedung Terra Drone
Sebelumnya, kebakaran terjadi di Gedung Kantor Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Selasa kemarin. Informasi resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta menyebut, kebakaran di Gedung Terra Drone mulai diketahui sejak pukul 12.43 WIB. Tim damkar kemudian meluncur ke lokasi kejadian dan mulai melakukan pemadaman pada pukul 12.50 WIB.
Lalu sekitar pukul 14.10 WIB, tim damkar telah berhasil memadamkan api dan melakukan pendinginan di lokasi kejadian. Polres Metro Jakarta Pusat pada pukul 17.00 WIB mengonfirmasi jumlah total korban meninggal sebanyak 22 orang.
“Terdiri dari tujuh orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Untuk 22 korban sudah dibawa ke RS Polri,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro. Dari keseluruhan korban meninggal, ada satu orang ibu hamil dengan usia kandungan tujuh bulan.
“Rata-rata korban meninggal ditemukan di lantai 3, 4, dan 5. Sebab (karyawan) yang berada di lantai 6 bisa langsung ke rooftop,” tutur Susatyo. Daftar nama korban:
- Ninda
- Pariyem
- Novia (hamil)
- Nisa
- Nazelia
- Risda
- Asy-Syifa
- Della
- Siti
- Emelia
- Vina
- Chandra
- Tasya
- Chintia
- Rosdiana
- Apriana
- Ariel
- Yoga
- Sendi
- Raihan
- Ihsanul Mirza.
- Belum Terindentifikasi. (*)











