Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Hukum  

Operasi Zebra Candi 2025 Polres Tegal Berlangsung hingga 30 November, 95% Penindakan via ETLE

Operasi Zebra Candi 2025 Dimulai, Fokus pada Keselamatan dan Edukasi

Polres Tegal telah menggelar apel pasukan sebagai tanda dimulainya Operasi Zebra Candi 2025. Operasi ini merupakan inisiatif kepolisian yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan, keselamatan, serta ketertiban berlalu lintas di wilayah Kabupaten Tegal. Operasi yang dilaksanakan secara nasional ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai dari tanggal 17 hingga 30 November 2025.

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Tegal dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memicu kompleksitas permasalahan lalu lintas. Selain itu, perkembangan teknologi transportasi di era digital juga menuntut adanya inovasi dari satuan lalu lintas agar dapat menghadapi berbagai dampak modernisasi yang berpotensi menimbulkan kerawanan.

Polres Tegal mencatat bahwa dalam periode Januari-Oktober 2025 terjadi sebanyak 692 kasus kecelakaan lalu lintas, termasuk 108 korban meninggal dunia. Angka ini menjadi indikator rendahnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, dalam amanat apel gelar pasukan, menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas masih sering diabaikan oleh masyarakat. Ia menyampaikan bahwa keselamatan berkendara tidak dianggap penting oleh sebagian pengguna jalan, hal ini menjadi salah satu faktor utama terjadinya kecelakaan.

Ia meminta seluruh personel yang bertugas dalam Operasi Zebra Candi 2025 untuk bekerja profesional, mematuhi standar operasional prosedur (SOP), serta menghindari tindakan kontra produktif. Petugas diminta untuk mengedepankan semangat melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

“Saya tekankan agar seluruh anggota memberikan pelayanan terbaik, menghadirkan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2025 dapat memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan di Kabupaten Tegal.

Pendekatan Humanis dan Edukasi

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tegal AKP Bharatungga Dharuning Pawuri menjelaskan bahwa pola penanganan Operasi Zebra Candi 2025 didominasi upaya preemtif 40 persen dan preventif 40 persen, sementara penegakan hukum hanya 20 persen. Fokus utama diarahkan pada pendekatan humanis dan edukatif ke masyarakat.

“Kita lebih fokus kepada kegiatan yang mendekat kepada masyarakat melalui Satgas Turjawali, kemudian memberikan pendidikan atau penyuluhan melalui Satgas Kamseltibcarlantas,” ujarnya.

Penindakan tetap dilakukan untuk pelanggaran kasat mata, namun didahului dengan edukasi dan teguran. Untuk tindakan tilang, 95 persen dilakukan melalui ETLE atau penindakan elektronik, sementara 5 persen sisanya merupakan penindakan manual, terutama untuk pelanggaran yang tidak sesuai spesifikasi teknis dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Sosialisasi ke Sekolah dan Perusahaan

Kasat Lantas menambahkan bahwa sosialisasi dilakukan secara masif ke sekolah-sekolah, terutama SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Hal ini didasari data Unit Gakkum Polres Tegal yang menunjukkan bahwa mayoritas korban kecelakaan lalu lintas berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Penyuluhan juga menyasar perusahaan karena banyak karyawan yang turut menjadi korban kecelakaan. “Kalau di lapangan kita menemukan pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, tetap bisa dilakukan penindakan,” ujarnya.

Kolaborasi dengan Stakeholder

Dalam pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2025, Polres Tegal bersinergi dengan Dinas Perhubungan, Samsat, dan stakeholder terkait dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat, termasuk soal pembayaran pajak kendaraan.

“Di balik pembayaran pajak itu ada asuransi. Kami memberikan edukasi karena asuransi tersebut bisa meng-cover apabila terjadi atau terlibat dalam kecelakaan,” pungkasnya.


Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *