Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Dukung Swasembada Pangan, Unsoed Bina Petani Jamur Majenang

Pembinaan Budidaya Jamur untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) telah melakukan kegiatan pembinaan langsung kepada Kelompok Petani Jamur Berkah Nurmushroom di Desa Mulyasari, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan petani dalam mengelola usaha budidaya jamur.

Manfaat Jamur sebagai Pangan Bergizi Tinggi

Ahli budidaya jamur dari Unsoed, Prof Dr Nuraeni Ekowati, menjelaskan bahwa jamur pangan atau edible mushroom tidak hanya memiliki nilai ekonomi yang tinggi, tetapi juga kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan.

“Jamur pangan mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti antimikroba, antioksidan, dan immunomodulator yang sangat baik untuk meningkatkan imunitas tubuh,” ujarnya.

Menurut Prof. Nuraeni, jamur juga menjadi sumber protein yang rendah lemak dan kaya akan vitamin serta mineral. Hal ini membuat jamur menjadi pilihan makanan sehat yang dapat dikonsumsi secara rutin.

Peluang Bisnis Budidaya Jamur Tiram Putih

Anggota Tim PKM dari Fakultas Bisnis Unsoed, Monica Rosiana, S.E., M.Si, menambahkan bahwa usaha budidaya jamur tiram putih memiliki dua manfaat utama: memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang bisnis yang menjanjikan.

“Jika dikelola dengan serius dan profesional, jamur tiram dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang signifikan,” ujarnya.

Monica juga menekankan pentingnya pengelolaan yang baik, mulai dari pemilihan bahan baku hingga teknik penanaman dan pemasaran. Dengan demikian, petani dapat memperoleh hasil yang optimal dan stabil.

Dukungan untuk Ekonomi Desa Menuju Indonesia Emas 2045

Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa dan mendukung visi Indonesia Emas 2045. Koordinator kegiatan, Prof Dr Sri Lestari, menyatakan bahwa dampak pengabdian Unsoed sudah dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pembinaan UKM jamur ini tidak hanya dilakukan di Majenang, tetapi juga kami lakukan di Kecamatan Winduaji,” jelasnya.

Dalam rangka memperluas cakupan bantuan, tim PKM Unsoed terus berupaya untuk memberdayakan komunitas petani di berbagai daerah. Hal ini dilakukan dengan memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses ke teknologi modern yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

Apresiasi dari Petani

Atas bantuan dan pelatihan yang diberikan oleh Unsoed, Nurkustanto, anggota Kelompok Petani Jamur Berkah Nurmushroom, menyampaikan rasa terima kasih yang tulus.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan pelatihan dari Unsoed. Program ini benar-benar membantu kami meningkatkan keterampilan dan produksi,” ungkapnya.

Nurkustanto menilai bahwa pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat, terutama dalam hal pengelolaan usaha, teknik budidaya, dan pemasaran produk. Dengan adanya program ini, petani semakin percaya diri dan siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.


Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *