Beritagowa.com TANGERANG – Sejumlah pejabat Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten mendadak dicopot. Pencopotan ini buntut adanya dugaan tindakan hukum pemerasan terhadap warga negara asing (WNA) China.
Kasus pemerasan ini mencuat serta terungkap ada sebanyak 44 kasus. Saat ini uang hasil pemerasan telah terjadi dikembalikan terhadap 60 WNA China.
Ada banyak fakta-fakta di pencopotan yang mana dibenarkan oleh Menteri Imigrasi serta Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Fakta-Fakta Pencopotan Pejabat Imigrasi Soetta
1. Para Pejabat Dicopot lantaran Diperiksa Internal
“Sudah kami ganti kemudian mereka kami periksa internal,” kata Agus Andrianto melalui instruksi tertulis, Hari Sabtu (1/2/2025).
2. Menindaklanjutu Pengetahuan Kemlu
Agus menjelaskan, tindakan yang disebutkan diambil setelahnya pihaknya menindaklanjuti informasi dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terkait adanya dugaan pemerasan.
3. Tetap Akan Diproses
Agus Andrianto menegaskan meskipun sudah ada disebutkan ada pengembalian uang untuk WNA China yang digunakan menjadi korban pemerasan, namun para pejabat Imigrasi yang dicopot akan tetap memperlihatkan diproses dengan aturan yang digunakan berlaku. “Akan kita beri sanksi sesuai kadar pertanggungjawaban,” ujar Agus Andrianto.
4. Surat Kedubes China
Diketahui, dugaan pemerasan yang disebutkan mencuat usai surat dari Kedutaan Besar (Kedubes) China yang tersebut menyampaikan pujiannya untuk Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terkait penanganan pemerasan.
Dalam surat yang digunakan sudah ada beredar dalam media sosial itu, disebutkan telah terjadi terjadi pemerasan terhadap WNA China di dalam Bandara Soetta yang tersebut di surat yang dimaksud disebut sebagai Ibukota Indonesia International Airport.
5. Pengembalian Uang ke 60 WNA China
Masih pada surat yang dimaksud sama, disebutkan telah dilakukan diselesaikan 44 tindakan hukum dan juga telah lama ada pengembalian uang lebih tinggi dari Rp32 jt terhadap 60 warga China.
“Terlampir adalah daftar persoalan hukum pemerasan antara bulan Februari 2024 hingga Januari 2025,” tulis surat yang dimaksud pada bahasa Inggris.











